TikTok Bidik Peluang Pertumbuhan Aplikasi Lewat Tren Drama Pendek-Gim

- TikTok melihat Asia Tenggara sebagai pasar utama pertumbuhan aplikasi digital, terutama di segmen drama pendek dan gim yang mencatat lonjakan unduhan serta waktu tonton tinggi sepanjang 2025–2026.
- Untuk memanfaatkan tren tersebut, TikTok meluncurkan fitur Mini Dramas, Mini Games, dan solusi iklan otomatis TikTok Growth Max guna memperkuat keterlibatan pengguna dan efektivitas kampanye pemasaran.
- Didukung teknologi AI Dreamina Seedance 2.0, TikTok mempercepat pembuatan konten promosi serta membuka peluang ekspansi global bagi pengembang aplikasi Asia Tenggara melalui ekosistem terintegrasi berbasis komunitas global.
Jakarta,IDN Times - TikTok melihat Asia Tenggara sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk industri aplikasi digital, terutama pada segmen drama pendek (short drama) dan gim (gaming).
Berdasarkan data Sensor Tower, ekonomi aplikasi global terus tumbuh sepanjang 2025. Konsumen di seluruh dunia tercatat mengunduh 149 miliar aplikasi dan membelanjakan 167 miliar dolar AS melalui transaksi dalam aplikasi.
1. Asia Tenggara dongkrak pertumbuhan drama pendek

Country Head INSEA & ANZ Sensor Tower, Krishan Patel mengatakan, Asia Tenggara menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kategori drama pendek yang kini berkembang pesat secara global.
"Drama pendek menjadi salah satu kategori hiburan mobile dengan pertumbuhan tercepat. Pada 2025, kategori ini mencatat 2,26 miliar unduhan secara global," ujar Krishan yang dikutip dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
2. TikTok luncurkan fitur mini dramas dan mini games

Menurut dia, tren tersebut berlanjut pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan unduhan global mencapai 140 persen secara tahunan (year on year/yoy). Asia Tenggara menyumbang sekitar 32 persen dari total unduhan global dan mencatat pertumbuhan hingga 220 persen YoY.
Pengguna di kawasan ini juga menghabiskan waktu rata-rata hampir 40 menit per hari untuk menikmati konten drama pendek yang dirancang khusus untuk perangkat mobile.
Di sisi lain, industri gim global juga masih menyimpan potensi besar. Berdasarkan Video Gaming Report 2026 dari Boston Consulting Group (BCG), nilai pasar gim global diperkirakan mencapai 350 miliar dolar AS pada 2030.
"Laporan tersebut menunjukkan tingkat keterlibatan pemain yang terus meningkat. Sebanyak 55 persen responden mengaku menghabiskan lebih banyak waktu bermain gim pada paruh kedua 2025 dibandingkan periode sebelumnya," ucapnya.
Melihat tren tersebut, TikTok meluncurkan sejumlah solusi baru untuk membantu pengembang aplikasi, penerbit konten, dan pengiklan menjangkau pengguna secara lebih efektif.
Salah satunya melalui fitur Mini Dramas dan Mini Games yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi TikTok. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan, menonton, memainkan, hingga melakukan pembelian tanpa harus keluar dari platform.
TikTok juga memperkenalkan TikTok Growth Max, solusi periklanan berbasis otomatisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja kampanye pemasaran mulai dari tahap penemuan (discovery), keterlibatan pengguna (engagement), hingga konversi.
3. AI bikin persaingan aplikasi makin sengit,

General Manager Global Business Solutions Southeast Asia and Japan TikTok, Yuke (Ray) Hu mengatakan, perkembangan teknologi akal imitasi (AI) telah menurunkan hambatan dalam proses pengembangan aplikasi sehingga persaingan untuk mendapatkan perhatian pengguna semakin ketat.
"Pengembang dan penerbit perlu menarik perhatian sekaligus mempertahankan keterlibatan pengguna. TikTok membantu menghubungkan proses discovery, engagement, hingga monetisasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi," ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan pembuatan materi promosi, TikTok juga mengintegrasikan model video AI terbaru ByteDance, Dreamina Seedance 2.0, ke dalam platform TikTok Symphony. Teknologi tersebut memungkinkan pembuatan video iklan secara lebih cepat dan efisien.
TikTok menilai peluang ekspansi global bagi pengembang aplikasi asal Asia Tenggara juga semakin terbuka. Dengan komunitas lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia, platform ini menjadi sarana bagi penerbit lokal untuk memperluas jangkauan pasar ke tingkat regional maupun global.
Data April 2025 hingga April 2026 menunjukkan penerbit aplikasi yang berekspansi ke luar Asia Tenggara mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan dua kali lebih tinggi dibandingkan penerbit yang hanya berfokus pada pasar domestik kawasan tersebut.
"Kesuksesan saat ini ditentukan oleh kemampuan mengubah relevansi budaya menjadi nilai bisnis jangka panjang. Kami ingin TikTok menjadi ekosistem yang membantu pengiklan menangkap peluang pertumbuhan dan membangun bisnis yang berkelanjutan secara global," ucap Yuke.


![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter di Upin-Ipin, Penonton Setia Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20240922/img-4256-7705a60071e5c91c966005914272f5fd.jpeg)


![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Cek Kamu akan Terlahir Jadi CEO atau Karyawan Biasa](https://image.idntimes.com/post/20250411/1000080289-5b24f5a14d3cd8dcd6ed21352b3d81b1-8e79354d356775a53c1f354e2534f81e.jpg)













