Tolak Gabung Dewan Gaza, Trump Ancam Prancis Tarif 200 Persen

- Prancis tidak gentar dengan ancaman tarif Donald Trump.
- Ancaman Donald Trump dikritik pengusaha Wine dan Sampanye AS.
- Donald Trump bakal memberlakukan tarif 25 persen kepada Prancis.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memberlakukan tarif 200 persen ke produk impor Wine dan Sampanye dari Prancis. Ancaman itu dilontarkan usai Presiden Emmanuel Macron menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Dewan Perdamaian Gaza sebetulnya tidak terlalu membutuhkan Prancis. Namun, ia tetap akan mengenakan tarif dagang tinggi kepada negara mana pun yang menolak bergabung dan memilih bermusuhan dengan AS.
“Ya, tidak ada yang menginginkannya (Emmanuel Macron) karena dia akan segera lengser dari jabatannya. Jadi, tidak apa-apa. Hal yang akan aku lakukan adalah jika mereka merasa ingin bersikap bermusuhan, aku akan mengenakan tarif 200 persen kepada Wine dan Sampanyenya dan dia akan bergabung. Namun, dia sebetulnya tidak harus bergabung,” ujar Trump kepada CNBC pada Selasa (20/1/2026).
1. Prancis masa bodoh dengan ancaman tarif Donald Trump

Meski diancam Donald Trump, Prancis rupanya tidak gentar. Pemerintah Prancis menegaskan ancaman tarif dagang tinggi yang diberlakukan Negeri Paman Sam tidak akan memengaruhi kebijakan luar negeri mereka.
"Kami telah mencatat pernyataan Donald Trump tentang Wine dan Sampanye. Seperti yang selalu kami tekankan, ancaman tarif untuk memengaruhi kebijakan luar negeri kami tidak dapat diterima dan tidak efektif," kata sumber anonim dari Pemerintah Prancis, seperti dilansir Politico.
2. Ancaman Donald Trump dikritik pengusaha Wine dan Sampanye AS

Ancaman Donald Trump ini justru menuai respons negatif dari pengusaha Wine dan Sampanye di Amerika Serikat. Mereka menilai pemberlakukan tarif 200 persen kepada Wine dan Sampanye dari Prancis malah akan mengancam berbagai lini bisnis di AS.
Sebab, Industri Wine dan Sampanye impor di AS melibatkan ekosistem bisnis yang luas. Beberapa di antaranya, seperti perusahaan distributor, logistik, dan transportasi. Perusahaan-perusahaan tersebut bisa kehilangan pendapatannya jika Trump mengenakan bea masuk tinggi terhadap Wine dan Sampanye Prancis. Ini terjadi karena impor menurun imbas tarif yang tinggi.
“Bahkan, tarif 200 persen untuk barang impor mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh rantai pasokan, kontrak, dan keputusan penetapan harga. Pada akhirnya, ini akan membahayakan lapangan kerja di Amerika Serikat,” kata Presiden dan CEO Wine and Spirits Wholesalers of America (WSWA), Francis Creighton.
3. Donald Trump bakal memberlakukan tarif 25 persen kepada Prancis

Sebelumnya, Donald Trump sudah mengumumkan bakal memberlakukan tarif 25 persen kepada Prancis. Hal ini karena Prancis jadi salah satu negara yang menolak Amerika Serikat untuk menguasai Greenland. Selain Prancis, kebijakan serupa juga dilontarkan Trump ke tujuh negara Eropa lainnya. Mereka adalah Denmark, Norwegia, Jerman, Swedia, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Trump akan mulai memberlakukan tarif 10 persen kepada negara-negara tersebut pada 1 Februari 2026 mendatang. Kemudian, tarif akan dinaikkan jadi 25 persen pada 1 Juni 2026. Trump juga mengancam jumlah tarif bisa jadi lebih dari 25 persen jika negara-negara yang juga merupakan anggota NATO tersebut terus mengusik rencana Negeri Paman Sam untuk mencaplok Greenland.

















