Kinerja laba bersih BRI juga ditopang oleh pertumbuhan fungsi intermediasi dan perbaikan struktur pendanaan sepanjang enam bulan pertama 2026.
Secara konsolidasi, total kredit dan pembiayaan BRI tumbuh 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun. Penyaluran kredit ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mendominasi dengan porsi 75,1 persen, tumbuh 8,6 persen yoy.
Seiring dengan ekspansi kredit tersebut, kualitas aset tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 3,15 persen, sedangkan NPL net berada di level 1,04 persen.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7 persen yoy. Dana murah atau current account savings account (CASA) mendominasi struktur pendanaan dengan porsi 67,6 persen dan tumbuh 10,1 persen yoy.
"Pertumbuhan kredit dan pendanaan tersebut turut mendorong total aset BRI naik 11,57 persen yoy menjadi Rp2.352 triliun," jelasnya.