Suntikan Danantara Rp456 M buat Selamatkan LRT City Cair September

- Danantara Indonesia memastikan suntikan dana Rp456 miliar untuk menyelamatkan proyek LRT City milik anak usaha Adhi Karya akan dicairkan pada September 2026.
- Pendanaan disiapkan melalui injeksi modal atau pinjaman pemegang saham; skema penyerahan sekitar 2.000 unit apartemen yang tertunda masih dibahas bersama Adhi Karya.
- ADCP menghadapi persoalan likuiditas dan penjualan, sementara pencairan dana kepada Adhi Karya tetap memerlukan persetujuan RUPS karena statusnya sebagai perusahaan terbuka.
Jakarta, IDN Times - Suntikan dana Rp456 miliar dari Danantara Indonesia untuk menyelamatkan proyek LRT City yang dibangun anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dipastikan cair pada September 2026.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria usai rapat dengan DPR RI terkait investasi di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Adapun LRT City adalah proyek hunian vertikal atau apartemen berbasis transit oriented development(TOD) yang dibangun oleh anak usaha ADHI, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
“Itu akan segera dibereskan dalam bulan ini (September) sudah, sudah akan kita masukkan ke Adhi Karya untuk supaya bisa berjalan ya proses untuk rumah masyarakat,” kata Dony.
1. Ada dua mekanisme suntikan dana ke Adhi Karya
Dony mengatakan, pihaknya menyiapkan dua skema dalam menyuntikkan dana untuk menyelamatkan proyek apartemen tersebut. Pertama, dalam bentuk injeksi modal atau equity injection, dan kedua dalam bentuk pinjaman pemegang saham atau shareholder loan ADHI.
“Apakah bentuknya nanti apakah equity, otomatis pemegang saham lain terdilusi, atau kita bentuknya shareholder loan. Ya ini sedang kita lihat ya,” tutur Dony.
2. Skema pemberian unit ke korban apartemen LRT City masih dibahas
Proyek LRT City yang mandek berlokasi di apartemen LRT City di Tebet, Ciracas, dan Cibubur. Mangkraknya pembangunan menyebabkan menyebabkan keterlambatan penyerahan unit.
Dalam keterangan ADHI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ADCP saat ini menghadapi persoalan likuiditas alias modal. Lebih lanjut, pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan TOD mengharuskan perusahaan untuk menyediakan kawasan lahan di sekitar area stasiun transportasi umum: Commuter Line, LRT, dan BRT termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung.
Adapun pengembangan hunian dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan. ADCP harus menghadapi masalah tingkat penjualan karena kondisi permintaan properti yang belum sepenuhnya.
Dony sebelumnya mengatakan, ada sekitar 2.000 unit yang belum diserahkan kepada pembeli. Dia mengatakan, skema pemberian unit masih akan dibahas pekan ini, baru suntikan dana dicairkan.
“Nah ini mereka sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada apa namanya, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya. Ya ini nanti akan kita ketemu akan dengan Adhi Karya lebih detail lagi minggu ini,” tutur Dony.
3. Bakal diputuskan lewat RUPS
Dony mengatakan, keputusan suntikan dana dari Danantara kepada ADHI juga harus disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengingat status BUMN itu sebagai perusahaan terbuka.
“Kalau Adhi Karya ini kita akan segera panggil, tapi akan segera. Jadi disampaikan kepada temen-temen saya sedang menyiapkan rencana kerja mereka karena mereka kan itu Tbk ya. Jadi setiap pemasukan harus ada keputusan RUPS mereka,” ujar Dony.


















