Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BRI Salurkan 75,1 Persen Kredit ke UMKM, Tembus Rp1.235 Triliun

BRI Salurkan 75,1 Persen Kredit ke UMKM, Tembus Rp1.235 Triliun
Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Hingga kuartal II 2026, kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen tahunan dan mencakup 75,1 persen portofolio kredit serta pembiayaan BRI Group.
  • BRI mempertahankan UMKM sebagai bisnis inti sambil memperkuat segmen lain, dengan fokus memperluas akses pembiayaan dan kapasitas pelaku usaha melalui program pemberdayaan desa, klaster, digital, dan Rumah BUMN.
  • Sepanjang semester I 2026, BRI menyalurkan KUR Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur; akumulasi sejak 2015 mencapai Rp1.539 triliun untuk 48,4 juta nasabah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tetap mempertahankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bisnis inti perseroan. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan hingga akhir kuartal II-2026, penyaluran kredit BRI kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Dengan capaian tersebut, porsi kredit UMKM mencapai sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group," kata Hery dalam paparan kinerja, Senin (31/8/2026).

  1. 1. BRI tetap jaga UMKM sebagai core bisnis

    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

    Menurut Hery, besarnya porsi kredit UMKM menunjukkan diversifikasi sumber pertumbuhan BRI tidak mengubah fokus perseroan sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. BRI terus memperkuat sejumlah segmen bisnis, mulai dari consumer, small and medium commercial, corporate, hingga pengembangan bisnis baru. Namun, UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis perseroan.

    "BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia," kata Hery.

  2. 2. Perkuat UMKM lewat pemberdayaan

    Ilustrasi UMKM. Dokumen/IDN Times
    Ilustrasi UMKM. Dokumen/IDN Times

    Tak hanya mengandalkan pembiayaan, BRI juga memperkuat pemberdayaan UMKM melalui berbagai program yang menyasar pelaku usaha dari tingkat desa hingga individu.

    Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Sementara itu, program Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha.

    Pemberdayaan juga dilakukan melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Adapun pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026. Berbagai program tersebut melengkapi penyaluran pembiayaan BRI kepada UMKM, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

  3. 3. BRI sudah menyalurkan KUR Rp103,8 triliun sepanjang semester I

    Ilustrasi KUR. (dok. Istimewa)
    Ilustrasi KUR. (dok. Istimewa)

    Dalam catatannya, sepanjang Januari-Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.

    "Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, total penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah," kata Hery.

    Hery mengatakan, pendekatan pembiayaan yang dibarengi pemberdayaan menunjukkan peran BRI tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

    "Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar," ujar Hery.

    Menurutnya, keberhasilan BRI tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Dampak terhadap perkembangan pelaku usaha dan perekonomian masyarakat juga menjadi bagian penting dari kinerja perseroan.

    "Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat," jelas Hery.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More