TransTRACK Siap Perluas Ekspansi di Asia Tenggara dan Timur Tengah

- TransTRACK memperluas ekspansi ke Vietnam, Thailand, serta negara Timur Tengah seperti Oman dan Kuwait, menandai langkah strategis dalam pertumbuhan globalnya sejak berdiri pada 2019.
- Perusahaan menghadirkan platform fleet intelligence berbasis IoT, AI, dan data analytics untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi, serta mendukung kepatuhan ESG di sektor logistik.
- Pada 2025 TransTRACK mencatat pendapatan sekitar 45 juta dolar AS dengan margin tinggi dan churn rendah, serta menargetkan ekspansi ke lebih dari 10 negara hingga 2028.
Jakarta, IDN Times - TransTRACK, perusahaan technology enabler yang berfokus pada digitalisasi operasional armada siap melakukan perluasan ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hal itu menandai tonggak penting dalam tujuh tahun pertumbuhan perusahaan sejak didirikan pada 2019 silam.
Setelah ekspansi ke Malaysia, Singapura, Australia serta pasar Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar, TransTRACK kini menargetkan ekspansi lanjutan ke Vietnam dan Thailand, serta pasar Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.
“Memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum yang sangat kuat untuk scale-up secara global, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Ini adalah pasar dengan kebutuhan fleet intelligence yang tinggi dan kompleksitas operasional yang semakin meningkat. Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang tidak hanya scalable secara global, tetapi juga deeply localized agar benar-benar relevan dan berdampak di setiap market,” tutur Co-Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
1. Kunci TransTRACK ekspansi global

Anggia melanjutkan, kunci utama yang membuat TransTRACK bisa ekspansi secara global secara cepat adalah lewat kerja sama dengan mitra lokal di negara-negara luar Indonesia. Dia menegaskan, TransTRACK tidak pernah begitu saja masuk tiba-tiba ke suatu negara dan kemudian buka kantor lalu merekrut tenaga kerja lokal.
“Jadi awalnya memang selalu melalui partner karena partner lokal yang bisa memahami langsung kebutuhan di negara tersebut apa. Sebagai contoh kenapa sih kita masuk ke Malaysia gitu ya, karena memang awalnya ada partner di sana yang dapat memperkenalkan kita kepada pihak-pihak yang membutuhkan solusi dan yang menariknya adalah di Malaysia, justru kami mengimplementasikan solusi yang mostly software,” tutur dia.
Untuk diketahui, TransTRACK melayani seluruh ekosistem rantai pasok, mencakup segmen B2B dan B2G, mulai dari pemilik kargo, operator armada, hingga institusi pemerintah dengan solusi terintegrasi yang menghubungkan operasional logistik secara end-to-end.
2. Layanan yang ditawarkan TransTRACK

Di tengah tekanan industri yang semakin kompleks, mulai dari inefisiensi operasional, konsumsi bahan bakar yang tidak optimal, hingga meningkatnya tuntutan regulasi dan ESG, adopsi teknologi menjadi semakin krusial. Studi industri menunjukkan bahwa optimalisasi berbasis telematics mampu menurunkan emisi hingga 28 persen sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.
Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK menghadirkan platform fleet intelligence and compliance berbasis IoT, AI, robotics, dan data analytics yang memberikan visibilitas, kontrol, serta real-time operational intelligence terhadap armada dan aset.
“Kami membangun platform yang bersifat hardware-agnostic dan integration-ready sehingga dapat dengan mudah diimplementasikan di berbagai ekosistem yang sudah ada. Dengan dukungan AI-powered analytics seperti safety scoring, predictive maintenance, hingga carbon intelligence, kami membantu klien tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengelola risiko dan memenuhi tuntutan keberlanjutan,” tutur Co-Founder dan CTO TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan.
Pujud menambahkan, industri sedang bergerak ke arah keputusan operasional tidak lagi berbasis intuisi, tetapi berbasis AI, real-time data, dan ESG accountability. “Ke depan, fleet management bukan lagi soal tracking, melainkan bagaimana AI dan ESG data menjadi standar baru dalam menjalankan operasional industri,” kata dia.
3. Kinerja keuangan TransTRACK

Selain penguatan teknologi, kinerja bisnis TransTRACK juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar 45 juta dolar AS. Hal itu didukung model bisnis berbasis recurring revenue, gross margin sekitar 73 persen, net margin sekitar 20 persen dan serta tingkat churn yang rendah di angka 0,6 persen..
“Kami memasuki fase pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan dengan fundamental yang kuat serta strategi permodalan yang disiplin. Model bisnis berbasis recurring revenue memberikan visibilitas yang tinggi terhadap pendapatan jangka panjang, sekaligus memungkinkan kami melakukan ekspansi secara terukur dengan tetap menjaga profitabilitas,” kata Group CFO TransTRACK, Lim Boon Wei.
Adapun ke depannya, TransTRACK menargetkan ekspansi ke lebih dari 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028. Fokus ekspansi mencakup sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan yang memiliki potensi pasar besar serta karakteristik high ARPU dan high switching cost.


















