Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ditinjau berdasarkan kelompok bank, kredit yang disalurkan bank-bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 14,35 persen yoy. Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,39 persen yoy menjadi Rp10.077 triliun. Meski masih tumbuh dua digit, laju pertumbuhan DPK melambat dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 13,55 persen yoy.
Secara rinci, pertumbuhan giro tercatat sebesar 16,99 persen yoy, deposito 8,65 persen yoy, dan tabungan 9,00 persen yoy. Likuiditas industri perbankan juga tetap berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 111,13 persen pada April 2026, turun dari 122,55 persen pada Maret 2026.
"Sementara itu, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 25,39 persen, dibandingkan 27,85 persen pada bulan sebelumnya. Meski menurun, kedua rasio tersebut masih jauh di atas ambang batas yang ditetapkan regulator, masing-masing sebesar 50 persen untuk AL/NCD dan 10 persen untuk AL/DPK," tuturnya.
Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 192,37 persen, mencerminkan kemampuan perbankan yang kuat dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto tercatat sebesar 2,17 persen, sedikit meningkat dibandingkan 2,14 persen pada Maret 2026. Sementara itu, NPL net berada di level 0,84 persen, naik tipis dari 0,83 persen pada bulan sebelumnya.
Meski demikian, risiko kredit secara umum masih terkendali. Hal ini tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik menjadi 8,82 persen pada April 2026, dari 8,94 persen pada Maret 2026. Di sisi profitabilitas, return on assets (ROA) industri perbankan tercatat sebesar 2,46 persen, relatif stabil dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar 2,47 persen.
Sementara itu, setelah memperhitungkan pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 23,97 persen. Angka tersebut memang turun dibandingkan 25,09 persen pada Maret 2026, namun masih menunjukkan tingkat permodalan yang kuat untuk menopang ekspansi bisnis sekaligus menjadi bantalan dalam menghadapi berbagai risiko.