Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI Laporkan Pertumbuhan Uang Primer Melambat di April 2026

BI Laporkan Pertumbuhan Uang Primer Melambat di April 2026
Ilustrasi rupiah yang menggambarkan penundaan kontribusi pembayaran Indonesia dalam proyek KF-21. (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Bank Indonesia mencatat uang primer April 2026 mencapai Rp2.232,2 triliun dengan pertumbuhan 14,3 persen yoy, melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 16,8 persen.
  • Perlambatan disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan giro bank umum dan penyesuaian pengedaran uang kartal, meski likuiditas perbankan nasional tetap terjaga stabil.
  • M0 adjusted menggambarkan total uang tunai dan simpanan bank di BI yang telah disesuaikan agar tidak terpengaruh kebijakan sementara seperti insentif likuiditas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesBank Indonesia (BI) mencatat posisi uang primer atau M0 pada April 2026 sebesar Rp2.232,2 triliun, tumbuh 14,3 persen yoy. Meski masih positif, pertumbuhan ini melambat dibanding bulan sebelumnya, ketika M0 tercatat naik 16,8 persen yoy.

Penurunan laju pertumbuhan M0 disebabkan oleh perlambatan giro bank umum dan penyesuaian pengedaran uang kartal, meski likuiditas di sistem perbankan tetap terjaga. Berikut penjelasan Bank Indonesia mengenai penurunan pertumbuhan uang primer.

1. Alasan pertumbuhannya melambat

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso. (IDN Times/Anata)
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso. (IDN Times/Anata)

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 21,6 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6 persen (yoy).

"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," tegasnya.

2. Arti M0 yang ada di Bank Indonesia

Kantor Bank Indonesia (BI). (IDN Times/Hana Adi Perdana)
Kantor Bank Indonesia (BI). (IDN Times/Hana Adi Perdana)

M0 adjusted adalah jumlah uang tunai dan simpanan bank di Bank Indonesia yang sudah disesuaikan supaya tidak terpengaruh sementara dari kebijakan khusus BI, seperti pemberian insentif likuiditas.

Kalau dijelaskan lebih sederhana: bayangkan M0 seperti air di sungai. Kadang BI menambah air (uang) sementara untuk kebutuhan tertentu, misalnya memberi “likuiditas tambahan” ke bank agar sistem perbankan lancar.

3. Ilustrasi terkait uang primer

ilustrasi rupiah
ilustrasi rupiah (pixabay.com/IqbalStock)

Contoh uang primer dapat dijelaskan sebagai berikut. Seorang eksportir Indonesia menerima pembayaran berupa wesel ekspor sebesar 1 juta dolar AS dengan kurs Rp5.000 per dolar. Eksportir kemudian menjual wesel ekspor itu ke Bank A. Dalam transaksi ini, eksportir melepaskan hak atas uang 1 juta dolar AS, dan Bank A menambahkan Rp5 miliar ke saldo rekening eksportir di bank tersebut.

Jika eksportir tidak menarik uangnya secara tunai, langkah berikutnya adalah Bank A menjual wesel ekspor itu ke Bank Indonesia. Bank A melepaskan hak atas uang 1 juta dolar AS, dan Bank Indonesia menambahkan Rp5 miliar ke saldo rekening giro Bank A di BI. Dengan penambahan ini, terciptalah uang primer sebesar Rp5 miliar.

Dari contoh ini dapat dipahami bahwa, apakah eksportir mencairkan ceknya atau tidak, uang primer tetap tercipta. Uang primer bisa berbentuk saldo rekening giro Bank A di Bank Indonesia atau uang tunai yang diterima eksportir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More