Karyawan PT Vale di IGP Morowali (dok. PT Vale)
Semester pertama tahun 2025 menghadirkan sejumlah tantangan operasional bagi PT Vale, seperti beberapa gangguan yang memengaruhi stabilitas produksi di lokasi operasi. Meskipun demikian, tahun tersebut juga menandai berbagai pencapaian penting. Pada bulan Juli, Perseroan mulai melakukan penjualan bijih nikel dari Bahodopi, memperkenalkan sumber pendapatan baru di samping produksi nikel matte. Pada saat yang sama, Perseroan mencatatkan kemajuan yang signifikan dalam negosiasi untuk meningkatkan tingkat payability nikel matte serta berhasil mengamankan premi penjualan bijih.
Inisiatif-inisiatif ini, yang didorong oleh kolaborasi erat di seluruh organisasi, mulai menunjukkan hasil yang positif, mencerminkan ketangguhan Perseroan serta komitmennya dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Tahun ini juga menghadirkan salah satu ujian terberat bagi Perseroan, yaitu insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025. Lebih dari sekadar tantangan teknis atau operasional, peristiwa ini menjadi momen yang menguji integritas, kredibilitas, serta tanggung jawab kami terhadap alam dan masyarakat. Di sinilah prinsip keunggulan dan ketangguhan Perseroan benar-benar diterapkan dalam praktik.
Terlepas dari hal tersebut, komitmen Perseroan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab semakin diperkuat melalui pelaksanaan site audit IRMA pada triwulan keempat, yang menegaskan kesiapan kami untuk menerima evaluasi independen serta terus mendorong perbaikan berkelanjutan. PT Vale juga mencatatkan kemajuan ESG yang solid, tercermin dari pembaruan peringkat risiko Sustainalytics sebesar 23,7 per November 2025—menempatkan PT Vale sebagai perusahaan pertambangan dengan peringkat terbaik di Indonesia dan di antara para pelaku terdepan secara global.
Pada November, Perseroan memulai pembangunan kembali Furnace 3—sebuah pekerjaan kompleks yang memerlukan koordinasi teknis yang erat serta komitmen kuat terhadap keselamatan. Sepanjang tahun, berbagai tantangan eksternal, termasuk tekanan berkelanjutan akibat melemahnya harga nikel, turut memengaruhi kinerja keuangan. Dalam menghadapi kondisi tersebut, PT Vale tetap menjaga disiplin, mengelola biaya secara pruden, sambil memprioritaskan keselamatan dan mempertahankan keunggulan operasional.
Ke depan, Perseroan semakin mempertajam fokus strategis melalui pengembangan proyek pertambangan dan fasilitas pengolahan hilir bersama mitra usaha patungan. Khusus di Pomalaa, proyek pertambangan kami telah mencapai kemajuan sekitar 60 persen, dengan sejumlah fasilitas pendukung untuk tahap awal operasi berhasil diselesaikan. Perkembangan ini sejalan dengan kemajuan proyek HPAL yang telah mencapai sekitar 50 persen tahap konstruksi serta mencatatkan tonggak penting dengan kedatangan empat unit autoclave dan pemasangan unit pertama. Proyek ini tetap berada pada jalurnya untuk mencapai penyelesaian mekanis pertama pada triwulan ketiga tahun 2026. Seluruh inisiatif strategis tersebut terus dijalankan dengan disiplin keuangan yang pruden, tata kelola yang kuat, serta komitmen yang teguh terhadap keberlanjutan jangka panjang. (WEB)