De Djawatan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Dok. Palawi)
Yang utama karena memang yang sangat berpengaruh signifikan begitu ya, itu kunjungan wisatawan ke lokasi wisata kita yang kita punya 15 lokasi wisata pareto. Nah yang pertama ini lokasi yang unit bisnis share-nya paling besar itu Kawah Putih, dia share-nya itu 27 persen terhadap total pendapatan kita satu korporasi.
Di tahun ini, kita banyak melakukan pengembangan dari sisi bisnis. Kemudian juga perbaikan tata kelola bisnis, dan ada inovasi-inovasi yang kita lakukan untuk mendukung kaitan dengan pendukung untuk wisatawan.
Nah, kita juga memang concern-nya, kalau wisatawan itu kan sebetulnya satu yang jadi faktor utama pertimbangan orang berkunjung itu pasti aksesibilitas gitu ya. Ini hal yang penting, kita perbaiki kayak untuk jalan. Kemudian fasilitas umum toilet dan lain-lain, artinya standar pelayanan minimum lah, ini kita penuhi juga.
Kemudian tentunya dari SDM kan pasti pengunjung itu pengin ada pelayanan prima, artinya hospitality dari SDM kita juga kita tingkatkan. Dan yang terakhir memang kita banyak di tahun ini melakukan program-program yang mengikuti tren wisatawan saat ini. Kayak misalkan untuk awal tahun, kita ada program yang namanya, ini lebih ke experience ya, Healing Forest. Kemudian ada program Eco Trip. Jadi orang kita ajak selain berwisata, ada edukasinya juga, nanam pohon dan lain-lain.
Dan yang terakhir nih yang lagi kita kembangkan, wisata minat khusus. Jadi beberapa waktu lalu di bulan Agustus, kita ada yang namanya Astro Tourism. Jadi itu mengamati astronomi di malam hari, ternyata itu ada pasarnya juga. Ini menarik, itu (ada) di Kawah Putih, sama di Ranca Upas.
Dan yang sedang kita coba jajaki juga ada wisata minat khusus untuk mengamati keanekaragaman hayati yang ada di dalam hutan. Nah, ini yang coba kita kolaborasi dengan teman-teman NGO (Non Governmental Organization), ini ada teman-teman dari Yayasan Owa Jawa, yayasan burung gitu ya. Ada pengamatan satwa, atau kalau yang lagi kita coba ini namanya bird watching.
Jadi, orang kita ajak ke satu lokasi, kebetulan kita punya satu lokasi di Ciwidey, itu hamparan Gunung Patuha, itu spesies burungnya masih banyak yang endemik, dan tidak ditemukan di tempat lain. Tapi karena ini untuk kerahasiaan, jadi orang kita ajak tanpa tahu koordinat lainnya itu di mana. Jadi lebih khusus untuk mereka mengamati satwa-satwa yang ada di situ.
Selain itu, juga kita ada inovasi yang kita baru launching di awal tahun 2026 ini, namanya aplikasi Econique Trip. Econique Trip ini sebetulnya platform digital yang kita buat untuk memudahkan si pengunjung itu mencari informasi kita, kemudian melakukan pemesanan tiket dan lain-lain hanya melalui mobile apps atau web apps.
Kita memang di era digitalisasi sekarang mau tidak mau ngikuti itu. Nah, ini alhamdulillah dari mulai semenjak kita launching saat ini memang sudah terdata yang download itu 12.600 orang. Nah, ini juga kami lihat ada potensi, ketika ini kita betul-betul fokus, pembenahan sistem dengan penyediaan aplikasi dan lain-lain menjadi kekuatan untuk bisnis kita.
Dan yang lain memang ada beberapa pengembangan yang kita lakukan dari mulai kita bikin area camper van baru di Ranca Upas, nah ini juga untuk menangkap peluang orang-orang yang seneng camping tapi pengeinnya praktis.
Kemudian kita juga masuk ke bisnis F&B (Food and Beverage), tapi bisnis F&B yang memang sebagai pendukung lah untuk kegiatan orang berwisata alam ke lokasi Palawi. Nah, ini kita ada tujuh lokasi F&B yang baru dibangun 2026 itu ada dua lokasi di Kawah Putih sama di Ranca Upas.
Kemudian juga kita benahi wahana-wahana yang memang selama ini menjadi favorit pengunjung. Kayak di Baturraden itu kita bikin yang namanya Onsen gitu ya untuk orang berendam air panas. Kemudian di Padusan, di Mojokerto juga sama. Ada namanya kita bikin wahana pemandian air panas, tapi lebih kepada temanya itu tradisional Majapahit. Nah, itu ternyata menarik, banyak pengunjung, terutama sore sampai malam hari. Itu mungkin karena orang kan pengin relax, dan lain-lain, datangnya itu biasanya selepas magrib. Dan yang terakhir itu, yang kita buat juga kaitan dengan air panas ini di Galunggung, ada namanya Tirta Harmoni, itu juga sama kolam pemandian air panas.
Dan memang concern kita selain tentunya pengembangan wahana baru karena wisata alam ini kan sebetulnya sudah punya keunikan tersendiri, nah ini yang kita jaga originalitas dari si potensi SDA-nya sendiri. Jadi tidak banyak mengubah menjadi banyak bentuk maupun wahana, dibiarkan begitu saja. Ternyata yang sekarang dikejar orang itu itu, jadi pengin back to nature benar lah, gitu.