Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Cara Cerdas Membantu Anak Membangun Kekayaan Sejak Dini
Ilustrasi anak berjalan-jalan bersama orangtua (pexels.com/@vidalbalielojrfotografia/)
  • Orang tua disarankan membuka tabungan atau rekening pendidikan anak agar biaya sekolah dan masa depan finansial lebih terjamin sejak dini.
  • Mengenalkan investasi seperti reksa dana atau SBN atas nama anak membantu menumbuhkan aset sekaligus mengajarkan pentingnya menunda keinginan.
  • Mengganti hadiah mainan dengan tabungan, emas, atau reksa dana serta mengajarkan literasi keuangan membuat anak lebih bijak mengelola uang sejak kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai orang tua, tentu kamu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan hidup, termasuk dalam hal keuangan.

Selain mendidik mereka untuk rajin menabung, ada langkah-langkah strategis yang bisa kamu lakukan sejak dini agar anak memiliki fondasi finansial yang kuat dan peluang lebih besar untuk sukses di masa depan.

Dilansir GOBankingRates, berikut empat cara yang bisa membantu anakmu memulai perjalanan menuju kebebasan finansial sejak kecil.

1. Buat tabungan atau rekening pendidikan anak

Ilustrasi pendidikan formal (freepik.com)

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuka rekening tabungan khusus anak atau tabungan pendidikan di bank. Banyak bank di Indonesia, seperti Bank BCA, BRI, Mandiri, hingga BNI, menawarkan produk tabungan anak dengan fitur autodebet dan bunga kompetitif.

Selain aman, tabungan ini bisa membantu orang tua menyiapkan biaya sekolah, kuliah, atau pendidikan tambahan di masa depan. Beberapa produk bahkan memberikan asuransi pendidikan gratis bila orang tua meninggal dunia sebelum masa tabungan selesai, jadi perlindungannya ganda.

Jika ingin hasil lebih optimal, pertimbangkan juga reksa dana pendidikan, di mana dana yang disetorkan akan dikelola secara profesional agar nilainya tumbuh seiring waktu.

2. Buka rekening investasi atas nama anak

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Selain tabungan, orang tua juga bisa mulai mengenalkan investasi sejak dini. Kamu dapat membuka rekening investasi reksa dana atau SBN (Surat Berharga Negara) atas nama anak, dengan orang tua sebagai wali. Investasi seperti reksa dana campuran atau pasar uang cocok untuk jangka menengah, sedangkan SBR dan ORI cocok untuk jangka panjang dengan risiko rendah.

Dengan rutin menyetor dana setiap bulan, nilai investasinya bisa bertumbuh jauh lebih besar dibanding sekadar disimpan di tabungan. Ini juga menjadi cara bagus untuk mengajarkan anak tentang pentingnya menunda keinginan dan membangun aset.

3. Ganti hadiah mainan dengan tabungan atau emas

Ilustrasi emas (freepik.com)

Kebanyakan anak menerima banyak hadiah berupa mainan, padahal nilainya cepat berkurang. Daripada membeli mainan yang hanya bertahan sebentar, kamu bisa meminta keluarga atau kerabat untuk memberi hadiah dalam bentuk tabungan, logam mulia, atau reksa dana.

Misalnya, setiap ulang tahun anak, keluarga bisa menyumbang Rp100 ribu–Rp500 ribu ke rekening tabungan pendidikan anak atau, kamu bisa membeli emas digital di platform seperti Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, atau Pluang — nilainya stabil dan bisa jadi investasi jangka panjang yang bermanfaat.

4. Ajarkan anak literasi keuangan sejak dini

Ilustrasi strategi finansial (freepik.com)

Langkah terakhir, dan tak kalah penting adalah mengajarkan anak cara mengelola uang. Anak perlu tahu dari mana uang berasal, bagaimana cara menabung, serta mengapa penting berinvestasi.

Kamu bisa memulainya dengan cara sederhana, seperti:

  • Mengajari mereka menabung dari uang jajan,

  • Memberikan “uang tugas” sebagai imbalan atas tanggung jawab,

  • Atau menggunakan aplikasi keuangan anak untuk melacak pengeluaran mereka.

Dengan literasi finansial sejak dini, anak tidak hanya punya uang, tapi juga tahu cara mengelolanya dengan bijak.

Menyiapkan masa depan anak tidak hanya soal pendidikan, tapi juga stabilitas finansial. Dengan membuat tabungan, membuka investasi, mengganti hadiah dengan aset, dan mengajarkan literasi keuangan, kamu telah membantu anak membangun pondasi kekayaan yang kokoh sejak dini.

Semakin cepat kamu mulai, semakin besar peluang anakmu untuk menikmati kemandirian dan kebebasan finansial di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article