5 Perbedaan Laba Kotor dan Laba Bersih, Jangan Keliru Menghitungnya

- Laba kotor berasal dari penjualan dikurangi harga pokok penjualan, sedangkan laba bersih dihitung setelah beban operasional, pajak, dan biaya relevan lainnya dikurangi.
- Laba kotor muncul pada tahap awal laporan laba rugi untuk mengukur efektivitas penjualan dan biaya langsung; laba bersih menunjukkan hasil akhir usaha dalam suatu periode.
- Laba kotor rendah dapat menandakan masalah harga atau biaya produksi, sementara laba bersih rendah meski laba kotor sehat mengarah pada tingginya beban operasional dan pengeluaran lain.
Dalam menjalankan bisnis, keuntungan sering menjadi salah satu ukuran yang paling diperhatikan untuk melihat apakah usaha berjalan dengan baik. Namun, angka keuntungan yang terlihat dalam laporan keuangan sebenarnya memiliki beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda. Dua istilah yang cukup sering muncul adalah laba kotor dan laba bersih, yang sekilas terdengar sama tetapi sebenarnya menunjukkan kondisi keuangan yang berbeda.
Kesalahan memahami kedua istilah tersebut dapat membuat pemilik usaha salah membaca performa bisnisnya. Laba kotor lebih banyak menggambarkan hasil penjualan setelah dikurangi biaya yang berkaitan langsung dengan produk, sedangkan laba bersih sudah memperhitungkan berbagai beban lain selama periode tertentu. Supaya gak keliru saat membaca laporan keuangan dan menilai kesehatan bisnis, yuk pahami lima perbedaannya berikut ini.
Table of Content
1. Komponen biaya yang dikurangkan berbeda

ilustrasi rencana keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Perbedaan pertama antara laba kotor dan laba bersih terlihat dari komponen biaya yang digunakan dalam perhitungannya. Laba kotor diperoleh dari pendapatan penjualan yang dikurangi harga pokok penjualan atau biaya yang berkaitan langsung dengan barang maupun jasa yang dijual. Sementara itu, laba bersih dihitung setelah berbagai beban operasional dan biaya lain turut diperhitungkan.
Sebagai contoh, sebuah usaha memiliki pendapatan penjualan Rp100 juta dengan harga pokok penjualan Rp60 juta. Artinya, laba kotor yang diperoleh sebesar Rp40 juta sebelum memperhitungkan biaya seperti gaji karyawan, sewa tempat, listrik, pemasaran, pajak, serta beban lainnya. Setelah seluruh biaya tersebut dikurangi, barulah terlihat berapa laba bersih yang benar-benar tersisa untuk bisnis.
2. Waktu perhitungannya berada pada tahap berbeda

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Laba kotor biasanya dapat ditemukan lebih awal ketika laporan laba rugi mulai disusun. Angka tersebut menjadi gambaran mengenai hasil penjualan setelah biaya langsung yang melekat pada produk atau jasa dikurangi. Karena berada pada tahap awal perhitungan, laba kotor belum mencerminkan seluruh pengeluaran yang harus ditanggung perusahaan.
Berbeda dengan itu, laba bersih berada pada bagian akhir perhitungan laporan laba rugi. Angka ini sudah melewati berbagai tahapan pengurangan biaya, mulai dari beban operasional sampai beban lain yang relevan. Karena berada di tahap akhir, laba bersih sering digunakan untuk melihat hasil akhir kegiatan usaha dalam suatu periode.
3. Fungsi untuk menilai kondisi bisnis juga berbeda

ilustrasi analisa data (pexels.com/Pavel Danilyuk) Laba kotor dapat membantu melihat seberapa efektif bisnis menghasilkan keuntungan dari kegiatan penjualan utamanya. Jika laba kotor cukup tinggi, perusahaan memiliki ruang yang lebih baik untuk menanggung biaya operasional dan pengeluaran lainnya. Angka ini juga dapat menjadi petunjuk mengenai efisiensi harga jual dan biaya produksi atau perolehan barang.
Sementara itu, laba bersih memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hasil akhir bisnis setelah seluruh beban diperhitungkan. Laba bersih yang kecil meskipun laba kotor terlihat besar dapat menunjukkan bahwa biaya operasional perusahaan masih terlalu tinggi. Karena itu, kedua angka tersebut sebaiknya dibaca secara bersamaan agar kondisi bisnis gak dinilai hanya dari satu sisi.
4. Pengaruhnya terhadap keputusan bisnis berbeda

ilustrasi meeting kerja (pexels.com/Christina Morillo) Laba kotor dapat menjadi bahan pertimbangan ketika perusahaan ingin mengevaluasi harga jual, biaya produksi, atau strategi pengadaan barang. Jika selisih antara pendapatan penjualan dan biaya langsung terlalu kecil, bisnis mungkin perlu meninjau kembali struktur harga atau biaya yang berkaitan dengan produk. Informasi tersebut cukup penting untuk menjaga agar kegiatan utama perusahaan tetap menghasilkan margin yang sehat.
Laba bersih memiliki cakupan yang lebih luas karena mencerminkan hasil setelah berbagai pengeluaran bisnis diperhitungkan. Pemilik usaha dapat menggunakan angka ini sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan rencana ekspansi, pembagian keuntungan, atau pengelolaan keuangan berikutnya. Dengan melihat laba bersih, keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan kondisi keuangan yang lebih menyeluruh dan realistis.
5. Nilainya bisa menunjukkan masalah yang berbeda

ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Laba kotor yang rendah dapat menjadi tanda bahwa bisnis menghadapi persoalan pada biaya produksi, harga jual, atau efisiensi pengadaan barang. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena biaya langsung yang terlalu besar dapat mempersempit ruang keuntungan sejak awal. Jika dibiarkan, tekanan tersebut dapat membuat bisnis kesulitan menutup berbagai pengeluaran lainnya.
Di sisi lain, laba kotor yang sehat tetapi laba bersih yang rendah menunjukkan persoalan yang mungkin berasal dari biaya setelah kegiatan utama penjualan. Beban seperti gaji, sewa, pemasaran, administrasi, bunga, atau pajak dapat menyerap sebagian besar laba yang sudah diperoleh. Perbandingan kedua angka tersebut akhirnya membantu pemilik bisnis menemukan bagian mana yang perlu dievaluasi agar keuntungan usaha dapat berkembang secara lebih sehat.
Laba kotor dan laba bersih sama-sama penting, tetapi keduanya menunjukkan kondisi keuangan bisnis dari sudut yang berbeda. Laba kotor membantu melihat hasil dari kegiatan penjualan utama, sedangkan laba bersih menunjukkan keuntungan yang tersisa setelah berbagai beban diperhitungkan. Dengan memahami perbedaannya, pemilik usaha dapat membaca laporan keuangan secara lebih tepat dan mengambil keputusan bisnis dengan pertimbangan yang lebih matang.




![[QUIZ] Dari Tanggal Lahirmu, Ini Ide Franchise yang Cocok Untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)
















