ilustrasi sedang menentukan tujuan investasi (freepik.com/freepik)
Menahan keinginan belanja akan terasa lebih mudah ketika kamu punya tujuan yang jelas. Misalnya ingin liburan, membeli kendaraan, menyiapkan dana darurat, atau mengumpulkan uang muka rumah. Target seperti ini bisa menjadi pengingat setiap kali muncul keinginan untuk checkout barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Punya tujuan keuangan yang jelas bisa jadi "rem" saat tangan mulai ingin checkout barang baru. Catat targetmu, rayakan setiap kemajuan kecil, dan jadikan penghematan sebagai bagian dari perjalanan mencapai impian. Sebab, kebahagiaan saat berhasil mewujudkan tujuan finansial biasanya jauh lebih berharga daripada kesenangan beberapa menit setelah belanja.
Doom spending memang bisa membuat kondisi keuangan berantakan, tetapi kebiasaan ini masih bisa diperbaiki dengan langkah kecil yang konsisten. Mulai dari mengevaluasi pengeluaran, mengatur batas belanja, hingga fokus pada tujuan finansial bisa membantu kamu kembali mengendalikan uang. Jadi, sebelum tergoda checkout lagi, coba tanya diri sendiri, apakah barang itu benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar ingin sesaat?
Referensi:
“Studi Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa.” Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis. Juli 2026.
“Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z pada Mahasiswa.” Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial (JIIS). Juli 2026.
“Kontrol Diri dan Konformitas sebagai Prediktor Perilaku Konsumtif Mahasiswa yang Berbelanja di E-Commerce.” Psycho Idea. Juli 2026.
“Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdul Azis Lamadjido.” Jurnal Kolaboratif Sains. Juli 2026.
“Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pengguna Electronic Money Jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi.” Edu Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Juli 2026.