70 Persen Gagal Capai Resolusi! 4 Langkah Jitu Capai Target Finansial

- Selaraskan target dengan identitas diri, bukan tekanan sosial
- Bagi target ke dalam jangka waktu lebih pendek untuk rasa progres
- Buat target lebih konkret dan tertulis untuk komitmen yang lebih serius
Awal tahun sering jadi momen penuh semangat untuk menyusun resolusi, terutama soal keuangan. Target nabung lebih besar, bebas utang, sampai investasi rutin terdengar realistis saat ditulis di kertas.
Realitanya, sebagian besar resolusi finansial justru berhenti di tengah jalan. Dikutip dari CNBC, survei yang dilakukan oleh The Harris Poll menunjukkan, sekitar 70 persen orang akhirnya meninggalkan target mereka sebelum benar-benar tercapai.
Kondisi ini bikin banyak orang merasa gagal dan menyalahkan diri sendiri. Padahal, masalahnya sering bukan soal niat, melainkan cara menetapkan dan menjalani tujuan tersebut, makanya penting buat kamu mulai mengevaluasi ulang target finansial sejak sekarang sebelum kembali mengulang pola kegagalan yang sama.
Table of Content
1. Selaraskan target dengan identitas diri

Banyak target finansial dibuat hanya karena tekanan sekitar atau standar sosial. Kamu mungkin ingin menabung jumlah tertentu karena terlihat ideal, bukan karena benar-benar sesuai dengan kebutuhan hidup. Menurut seorang psikolog keuangan dan akademisi, Charles Chaffin, tujuan seperti ini cenderung rapuh saat dihadapkan pada hambatan. Begitu rasa lelah atau godaan datang, target gampang ditinggalkan.
Pendekatan lebih efektif bisa dimulai dengan bertanya alasan di balik target tersebut. Fokuskan tujuan ke hal-hal bermakna, misalnya rasa aman, kebebasan memilih pekerjaan, atau kemampuan membantu keluarga. Angka tabungan bukan lagi sekadar nominal, melainkan alat untuk mencapai kehidupan seperti apa yang kamu inginkan. Ketika tujuan terasa personal, motivasi biasanya lebih tahan banting.
2. Bagi target ke dalam jangka waktu lebih pendek

Target finansial jangka panjang sering terasa terlalu jauh untuk dikejar. Pikiran tentang tujuan lima atau sepuluh tahun ke depan mudah kalah oleh kebutuhan hari ini. Chaffin menjelaskan, otak manusia lebih responsif pada target dekat dibanding target jauh. Akibatnya, rencana besar sering tergeser oleh pengeluaran impulsif.
Solusi praktis bisa dimulai dengan memecah target besar menjadi bagian kecil. Daripada fokus tabungan setahun penuh, kamu bisa menetapkan target mingguan atau bulanan. Setiap capaian kecil memberi rasa progres dan kepuasan. Perasaan berhasil secara rutin membantu menjaga konsistensi sampai tujuan besar tercapai.
3. Buat target lebih konkret dan tertulis

Keinginan finansial tanpa rencana detail sering berhenti sebagai wacana. Menurut Chaffin, orang cenderung lebih serius pada tujuan yang dituliskan secara spesifik. Menulis target membantu otak memproses tujuan sebagai komitmen, bukan sekadar angan. Detail seperti jumlah, waktu, serta langkah awal membuat tujuan terasa nyata.
Keterlibatan lingkungan sosial juga berperan besar dalam tahap ini. Kamu bisa membagikan target ke pasangan, keluarga, atau teman dekat. Dukungan sosial menciptakan rasa tanggung jawab sekaligus dorongan moral. Proses saling mengingatkan dan menyemangati membuat perjalanan finansial terasa lebih ringan.
4. Manfaatkan “gesekan” untuk mendukung kebiasaan baik

Lingkungan sekitar sangat mempengaruhi perilaku finansial sehari-hari. Chaffin menyebut konsep “friction” atau gesekan sebagai kunci penting dalam mencapai tujuan. Gesekan berarti membuat kebiasaan baik lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, kebiasaan buruk dibuat lebih sulit diakses.
Dalam konteks keuangan, pengurangan gesekan bisa berupa transfer tabungan otomatis setiap gajian. Nama rekening disesuaikan dengan tujuan agar terasa lebih personal. Penambahan gesekan bisa dilakukan dengan menyimpan kartu kredit di tempat tersembunyi atau memutuskan koneksi kartu dari aplikasi belanja. Perubahan kecil di lingkungan sering memberi dampak besar pada konsistensi.
Gagal mencapai resolusi finansial bukan berarti kamu kurang disiplin atau gak mampu. Banyak kegagalan justru muncul karena target disusun tanpa strategi psikologis tepat.
Empat langkah di atas menunjukkan tujuan perlu selaras dengan identitas, dibagi menjadi bagian kecil, dibuat konkret, serta didukung lingkungan yang tepat. Pendekatan ini membantu target terasa lebih realistis dan manusiawi. Dengan cara tersebut, peluang mencapai target finansial bisa meningkat signifikan tanpa harus merasa tersiksa di sepanjang proses.



















