Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Target Finansial yang Wajib Dipikirkan Pebisnis Sejak Awal Tahun

ilustrasi presentasi kerja
ilustrasi presentasi kerja (pexels.com/Matheus Bertelli)
Intinya sih...
  • Menentukan target pendapatan tahunan yang realistis
  • Menyiapkan dana darurat khusus bisnis
  • Mengatur target pengeluaran agar tetap efisien
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memulai tahun baru tanpa perencanaan finansial yang jelas ibarat menjalankan bisnis tanpa peta arah. Banyak pebisnis terlalu fokus pada operasional harian sampai lupa bahwa arah keuangan jangka panjang menentukan seberapa kuat usaha bisa bertahan. Tanpa target yang terukur, arus kas mudah goyah dan keputusan strategis sering diambil secara reaktif.

Awal tahun adalah momen paling tepat untuk menyusun ulang prioritas keuangan agar bisnis berjalan lebih terarah dan stabil. Dengan target finansial yang realistis, setiap langkah terasa lebih terkontrol dan penuh perhitungan. Supaya perjalanan bisnis sepanjang tahun lebih terarah, yuk mulai susun target finansial dari sekarang!

1. Menentukan target pendapatan tahunan yang realistis

ilustrasi presentasi kerja
ilustrasi presentasi kerja (pexels.com/Matheus Bertelli)

Menentukan target pendapatan tahunan adalah fondasi utama dalam perencanaan bisnis. Target ini berfungsi sebagai acuan utama untuk menyusun strategi penjualan, pemasaran, hingga pengelolaan operasional. Tanpa angka yang jelas, arah bisnis cenderung kabur dan sulit dievaluasi secara objektif.

Target pendapatan sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas bisnis, tren pasar, dan performa tahun sebelumnya. Menetapkan angka yang terlalu tinggi justru bisa memicu tekanan berlebihan, sedangkan target terlalu rendah membuat potensi bisnis tidak berkembang maksimal. Keseimbangan antara ambisi dan realita menjadi kunci agar target ini benar-benar berfungsi.

2. Menyiapkan dana darurat khusus bisnis

ilustrasi mencatat keuangan
ilustrasi mencatat keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Dana darurat sering kali terlupakan karena fokus terlalu besar pada pertumbuhan dan ekspansi. Padahal, dunia usaha penuh dengan kejutan yang bisa datang kapan saja, mulai dari penurunan permintaan hingga kenaikan biaya operasional. Tanpa dana cadangan, kondisi tak terduga bisa langsung mengganggu stabilitas bisnis.

Menyiapkan dana darurat khusus bisnis membantu menjaga arus kas tetap aman saat situasi genting muncul. Idealnya, dana ini mampu menutup kebutuhan operasional selama beberapa bulan tanpa pemasukan. Dengan perlindungan ini, keputusan bisnis bisa diambil dengan kepala dingin tanpa tekanan berlebihan.

3. Mengatur target pengeluaran agar tetap efisien

ilustrasi pria menghitung keuangan
ilustrasi pria menghitung keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pengeluaran sering kali menjadi titik bocor yang tidak disadari jika tidak diawasi sejak awal. Banyak biaya kecil yang terlihat sepele, tetapi jika dikumpulkan bisa membebani keuangan bisnis secara signifikan. Karena itu, penting untuk menentukan batas pengeluaran yang realistis dan terkontrol.

Mengatur target pengeluaran bukan berarti memangkas semua biaya, melainkan memastikan setiap pengeluaran memberikan nilai yang sepadan. Evaluasi rutin membantu memilah mana biaya produktif dan mana yang bisa ditekan. Dengan pola ini, efisiensi bisnis bisa meningkat tanpa mengorbankan kualitas operasional.

4. Menyusun target investasi dan pengembangan usaha

ilustrasi wanita berpikir
ilustrasi wanita berpikir (pexels.com/Ivan Samkov)

Bisnis yang sehat perlu memikirkan pertumbuhan jangka panjang sejak awal tahun. Menyusun target investasi membantu memastikan bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Investasi bisa berupa peningkatan alat produksi, pengembangan sumber daya manusia, atau penguatan sistem digital.

Perencanaan investasi yang matang membantu menghindari keputusan impulsif yang berisiko tinggi. Dengan target yang jelas, setiap langkah pengembangan bisa diukur dampaknya terhadap kinerja bisnis. Pendekatan ini membuat pertumbuhan terasa lebih terarah dan terkontrol.

5. Menentukan target laba bersih yang terukur

ilustrasi presentasi kerja
ilustrasi presentasi kerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Laba bersih merupakan indikator utama kesehatan finansial sebuah bisnis. Tanpa target laba yang jelas, sulit menilai apakah strategi yang dijalankan benar-benar efektif. Oleh karena itu, menetapkan angka laba sejak awal tahun membantu menjaga fokus terhadap tujuan utama bisnis.

Target laba juga membantu menentukan prioritas pengeluaran dan strategi penjualan. Dengan pemahaman yang jelas tentang margin keuntungan, pengambilan keputusan menjadi lebih rasional dan terukur. Pada akhirnya, laba yang stabil akan memberi ruang bagi bisnis untuk tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Menentukan target finansial sejak awal tahun bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi penting bagi keberlangsungan bisnis. Dengan perencanaan yang matang, setiap langkah terasa lebih terarah dan penuh pertimbangan. Ketika tujuan keuangan jelas, perjalanan bisnis pun terasa lebih stabil, terukur, dan penuh peluang untuk berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Business

See More

Bahlil Ngaku Siap Lawan Mafia Tambang

01 Jan 2026, 21:32 WIBBusiness