Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Harga Makanan di Aplikasi Bisa Berbeda dengan Harga Restoran

4 min read
5 Alasan Harga Makanan di Aplikasi Bisa Berbeda dengan Harga Restoran
ilustrasi bisnis kuliner online (pexels.com/Mike Jones)
  • Harga menu di aplikasi bisa lebih tinggi karena restoran menanggung biaya layanan platform dan menyesuaikan margin agar penjualan digital tetap layak secara bisnis.

  • Pesanan antar memerlukan kemasan serta proses tambahan, mulai dari penerimaan pesanan, pengecekan, pengemasan, hingga penyerahan kepada kurir, yang menambah biaya operasional.

  • Strategi harga kanal digital juga dipengaruhi nilai kemudahan dan pembiayaan promosi; harga awal lebih tinggi belum tentu membuat total pembayaran lebih mahal setelah diskon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memesan makanan melalui aplikasi sudah menjadi pilihan praktis ketika gak sempat datang langsung ke restoran. Namun, pernah ada momen ketika harga satu menu di aplikasi terlihat lebih mahal dibanding harga yang tercantum saat membeli langsung di tempat. Selisih tersebut kadang cukup terasa, terutama jika memesan beberapa menu sekaligus dalam satu transaksi.

Perbedaan harga ini sebenarnya dapat muncul karena penjualan melalui aplikasi dan restoran memiliki struktur biaya yang gak selalu sama. Restoran perlu mempertimbangkan berbagai pengeluaran tambahan sekaligus strategi penjualan agar layanan pesan antar tetap menguntungkan. Daripada langsung menganggap restoran memasang harga terlalu mahal, yuk pahami beberapa alasan yang dapat menyebabkan harga makanan di aplikasi berbeda dengan harga restoran.

  1. 1. Ada biaya layanan dari platform

    5 Alasan Harga Makanan di Aplikasi Bisa Berbeda dengan Harga Restoran
    ilustrasi belanja online (pexels.com/Anthony Nguyen)

    Restoran yang bergabung dengan platform pesan antar umumnya perlu menanggung biaya tertentu sesuai ketentuan kerja sama yang berlaku. Biaya tersebut menjadi bagian dari pengeluaran operasional yang perlu diperhitungkan ketika restoran menentukan harga menu pada kanal penjualan digital. Besarnya dapat berbeda antara satu platform, restoran, maupun skema kerja sama dengan yang lainnya.

    Kondisi tersebut membuat sebagian restoran menetapkan harga menu di aplikasi lebih tinggi daripada harga pembelian langsung. Penyesuaian harga membantu menjaga margin agar penjualan melalui platform tetap layak secara bisnis setelah berbagai biaya diperhitungkan. Jadi, selisih harga yang terlihat belum tentu sekadar upaya mengambil keuntungan lebih besar dari konsumen.

  2. 2. Pesanan antar membutuhkan kemasan tambahan

    ilustrasi bisnis kuliner
    ilustrasi bisnis kuliner (pexels.com/Norma Mortenson)

    Makanan yang disantap langsung di restoran biasanya menggunakan piring, mangkuk, gelas, atau peralatan makan yang dapat digunakan kembali. Sementara itu, pesanan untuk dibawa atau dikirim membutuhkan wadah yang mampu menjaga makanan tetap aman selama perjalanan. Restoran mungkin juga memerlukan kantong, segel, wadah saus, hingga pelindung tambahan sesuai karakter menu.

    Semua kebutuhan tersebut menambah biaya pada setiap pesanan meskipun nilainya terlihat kecil jika dihitung satu per satu. Terlebih lagi, restoran yang mengutamakan kualitas pengiriman dapat memilih kemasan lebih kokoh agar makanan gak mudah tumpah, rusak, atau berubah bentuk. Biaya kemasan akhirnya dapat ikut diperhitungkan dalam penetapan harga menu yang tersedia melalui aplikasi.

  3. 3. Strategi harga setiap kanal penjualan bisa berbeda

    ilustrasi bisnis kuliner
    ilustrasi bisnis kuliner (pexels.com/iMin Technology)

    Restoran gak selalu menggunakan satu strategi harga untuk seluruh kanal penjualannya. Harga makan di tempat, dibawa pulang, dan dipesan melalui aplikasi dapat ditentukan berdasarkan karakter konsumen serta biaya yang muncul pada masing-masing kanal. Perbedaan tersebut memungkinkan restoran menjaga keseimbangan antara daya tarik harga dan keuntungan usaha.

    Penetapan harga juga dapat disesuaikan dengan pola permintaan konsumen pada kanal digital. Kemudahan memesan dari rumah memiliki nilai tersendiri karena konsumen gak perlu datang, mengantre, atau meluangkan perjalanan menuju restoran. Faktor kemudahan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bisnis ketika restoran menyusun harga menu di aplikasi.

  4. 4. Program promosi dapat memengaruhi penetapan harga

    ilustrasi bisnis kuliner online
    ilustrasi bisnis kuliner online (pexels.com/iMin Technology)

    Aplikasi pesan antar kerap menawarkan berbagai program promosi untuk menarik konsumen melakukan transaksi. Bentuknya dapat berupa potongan harga, kupon, gratis ongkos kirim, atau program khusus pada periode tertentu. Mekanisme pembiayaan promosi tersebut dapat berbeda karena gak semua potongan harga sepenuhnya ditanggung oleh platform.

    Restoran perlu memperhitungkan partisipasi dalam program promosi agar penjualan tetap menghasilkan margin yang sesuai. Dalam kondisi tertentu, struktur harga di aplikasi dapat disusun dengan mempertimbangkan biaya promosi dan berbagai program pemasaran yang diikuti. Karena itu, harga awal yang lebih tinggi belum tentu membuat total pembayaran selalu lebih mahal setelah potongan yang berlaku diperhitungkan.

  5. 5. Biaya operasional pesanan digital juga perlu diperhitungkan

    ilustrasi bisnis digital
    ilustrasi bisnis digital (pexels.com/weCare Media)

    Pesanan melalui aplikasi tetap membutuhkan proses operasional khusus meskipun konsumen gak menggunakan meja dan fasilitas makan di restoran. Karyawan perlu menerima pesanan, mempersiapkan makanan, memeriksa kelengkapannya, mengemasnya, hingga menyerahkannya kepada kurir. Ketika jumlah pesanan digital tinggi, restoran bahkan dapat membutuhkan tenaga atau area khusus agar alur pelayanan tetap lancar.

    Proses tambahan tersebut menjadi bagian dari biaya menjalankan kanal penjualan digital yang sering gak terlihat oleh konsumen. Restoran perlu memastikan pesanan langsung dan pesanan aplikasi dapat berjalan bersamaan tanpa mengganggu kualitas pelayanan maupun kestabilan usaha. Harga menu digital pun dapat disesuaikan untuk membantu menutup biaya operasional yang muncul dari proses tersebut.

    Perbedaan harga makanan di aplikasi dan restoran bukan sesuatu yang muncul tanpa alasan karena setiap kanal penjualan mempunyai struktur biaya tersendiri. Biaya platform, kebutuhan kemasan, strategi harga, promosi, serta operasional pesanan digital dapat membuat harga menu yang sama terlihat berbeda. Dengan memahami faktor tersebut, konsumen dapat membandingkan harga akhir secara lebih cermat sebelum menentukan cara membeli makanan yang paling sesuai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More