Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Alasan Mengapa Harga Kripto Bisa Gila-gilaan, Begini Penjelasannya!

4 Alasan Mengapa Harga Kripto Bisa Gila-gilaan, Begini Penjelasannya!
ilustrasi kripto (unsplash.com/Sajad Nori)
Intinya Sih
  • Harga kripto sangat fluktuatif karena pasar yang masih tipis, membuat perubahan permintaan dan penawaran langsung berdampak besar pada pergerakan harga dalam waktu singkat.
  • Sentimen media sosial dan pernyataan publik figur mampu menggiring psikologi pasar, menciptakan efek domino yang mempercepat reaksi harga terhadap kabar positif maupun negatif.
  • Regulasi pemerintah serta perkembangan teknologi blockchain menjadi faktor penting yang dapat memicu lonjakan atau penurunan harga kripto secara drastis di tingkat global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Volatilitas harga kripto ternyata rentan membuat investor terheran-heran karena nilainya bisa saja melonjak puluhan persen dalam sehari, lalu mengalami anjlok pada keesokan harinya. Fenomena ini ternyata bisa terjadi karena pasar aset digital memiliki karakteristik yang cukup unik dan berbeda dari instrumen investasi konvensional, mulai dari mekanisme perdagangan hingga distribusi kepemilikannya.

Di samping itu, perlu diketahui bahwa ekosistem kripto masih tergolong muda, sehingga setiap sentimen yang ada, baik itu positif atau negatif dapat memicu adanya reaksi berantai yang cukup cepat. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa alasan berikut ini yang menjadi penjelasan mengapa harga kripto bisa berfluktuasi secara gila-gilaan.

1. Permintaan dan penawaran yang sangat sensitif

Seseorang memegang ponsel menampilkan grafik harga Bitcoin di aplikasi perdagangan kripto dengan tumpukan koin emas Bitcoin di latar belakang.
ilustrasi kripto (unsplash.com/Kanchanara)

Likuiditas pasar kripto ternyata masih relatif tipis jika dibandingkan dengan pasar saham yang sudah cukup besar, sehingga setiap transaksi dari volume besar akan mendorong adanya harga ke arah tertentu dalam waktu yang relatif singkat. Pada saat permintaan melonjak atau pun adanya berita positif, sementara supply terbatas, maka harga pun akan langsung mengalami kenaikan secara dramatis.

Sebaliknya aksi jual besar-besaran dari dompet tertentu atau ketika penambang mencairkan koin justru akan memicu adanya spiral penurunan cepat. Tidak heran apabila ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di pasar kripto justru akan menjadi alasan utama dari fluktuasi harga yang tajam dalam periode waktu singkat.

2. Sentimen media dan 'kicauan' publik figur

Tampilan layar ponsel menampilkan harga Bitcoin sebesar 72.891,30 dolar AS dengan grafik kenaikan 1,67 persen.
ilustrasi kripto (unsplash.com/Brian J. Tromp)

Informasi yang ada di media sosial, cuitan dari tokoh-tokoh teknologi, hingga pemberitaan media harus utama justru memiliki peran dalam membentuk adanya psikologi pasar kripto yang penuh dengan spekulasi. Satu tweet saja dari figur ternama ternyata rentan menggiring ribuan investor ritel untuk membeli atau pun menjual aset kripto, bahkan untuk informasi yang sebetulnya belum terverifikasi secara menyeluruh.

Efek domino yang semakin besar dikarenakan algoritma platform digital hanya akan memperkuat konten populer, sehingga hal ini juga akan menyebabkan sentimen menyebar lebih cepat dibanding pasar keuangan tradisional. Akibat dari hal ini akan membuat harga kripto pun bereaksi secara hiperbolik terhadap adanya segala kabar baik dan buruk, walau mungkin fakta dasarnya belum dikonfirmasi.

3. Dinamika regulasi dan kebijakan pemerintah

Seseorang memegang ponsel yang menampilkan grafik harga Bitcoin di aplikasi Binance dengan latar belakang gelap.
ilustrasi kripto (unsplash.com/Kanchanara)

Keputusan regulator, seperti larangan penambangan hingga pembatasan perdagangan ternyata bisa mengubah panorama pasar kripto dalam sekejap mata. Investor global cenderung memantau ketat setiap langkah otoritas karena satu suku yang dianggap belum seragam di berbagai negara, sehingga menjadikan regulasi tersebut sebagai pemicu utama dari ketidakpastian yang ada.

Begitu muncul adanya wacana pembatasan transaksi atau kenaikan pajak di suatu negara besar, maka pelaku pasarnya akan dengan segera menyesuaikan portofolio, sehingga hal ini juga dapat menimbulkan tekanan jual yang cukup tajam. Sebaliknya kabar adopsi institusional atau regulasi yang lebih ramah dapat menyebabkan para investor menilai risiko mulai menurun dan potensi permintaan jangka panjang pun mulai meningkat.

4. Perkembangan teknologi dan mekanisme rantai blok

Tampilan aplikasi perdagangan kripto di ponsel menampilkan grafik harga Bitcoin senilai €55.181 dengan latar layar pasar saham.
ilustrasi kripto (unsplash.com/Jean-Luc Picard)

Pembaruan jaringan seperti halving, hard fork, atau adanya peningkatan stabilitas justru rentan memicu spekulasi besar atas prospek teknis dan juga ekonomi dari sebuah aset kripto. Pada saat upgrade dianggap sukses dan menjanjikan adanya performa yang lebih baik, maka harganya juga cenderung melambung dikarenakan ekspektasi dari peningkatan utilitas.

Kegagalan pembaruan atau kerentanan keamanan dapat menurunkan kepercayaan pasar secara signifikan, sehingga hal inilah yang dapat memicu aksi jual panik. Teknologi yang menjadi fondasi kripto memang seolah memiliki dua mata pedang, yaitu potensinya dapat membuat harga melonjak tinggi, namun risikonya dapat menenggelamkan nilai dalam sekejap mata.

Volatilitas ekstrem di pasar kripto memang tidak terjadi tanpa, sebab melainkan merupakan hasil interaksi yang kompleks antara berbagai faktor. Dengan memahami beberapa faktor utama di atas, maka kamu bisa mengelola aset kripto dengan lebih bijak. Jangan sampai memeroleh kerugian atas aset yang kamu kumpulkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More