Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa itu COO? Pengertian, Tugas, dan Bedanya dengan CEO

4 min read
Apa itu COO? Pengertian, Tugas, dan Bedanya dengan CEO
ilustrasi COO (pexels.com/cottonbro studio)

  • COO adalah eksekutif puncak kedua setelah CEO yang memastikan operasional harian, termasuk produksi, distribusi, logistik, layanan pelanggan, SDM, dan efisiensi biaya, berjalan lancar.
  • COO merancang alur kerja, mengawal target, menyelaraskan divisi, mengantisipasi risiko, serta melaporkan kinerja operasional kepada CEO dengan berlandaskan data.
  • Berbeda dari CEO yang menetapkan visi dan strategi, COO berfokus pada eksekusi; jabatan ini membutuhkan kepemimpinan, komunikasi, pemahaman finansial, dan umumnya ditempuh melalui karier manajerial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

COO (Chief Operating Officer) adalah eksekutif di level manajemen puncak yang bertanggung jawab untuk memimpin serta mengawasi kegiatan operasional harian perusahaan. Dalam praktiknya, posisi COO dan CEO (Chief Executive Officer) bekerja secara berdampingan dan saling berkaitan erat.

Bagi kamu yang masih penasaran mengenai apa saja tugas seorang COO serta apa perbedaannya dengan CEO, mari simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

  1. 1. Apa itu COO?

    apa itu coo
    ilustrasi CEO (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Secara singkat, COO (Chief Operating Officer) atau yang biasa dikenal sebagai direktur operasi adalah eksekutif level puncak yang berada di jajaran tertinggi kedua setelah CEO. Jika CEO bertugas menentukan arah tujuan perusahaan, COO berperan memastikan seluruh kegiatan dan mesin operasional harian berjalan tanpa hambatan.

    Lingkup kerjanya sangat luas, mulai dari produksi, distribusi, logistik, layanan pelanggan, hingga manajemen SDM dan efisiensi biaya. Karena tanggung jawabnya yang berfokus pada operasional harian, seorang COO juga dituntut untuk memiliki hubungan yang dekat dengan para karyawan demi kelancaran roda bisnis di perusahaan.

  2. 2. Tugas Utama COO

    apa itu coo
    ilustrasi CEO (pexels.com/Antoni Skhraba Studio)

    Tanggung jawab utama seorang COO berfokus pada bagaimana menjaga agar seluruh alur kerja di perusahaan bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Posisi ini menuntut seseorang untuk jeli mendeteksi kendala yang menghambat produktivitas, lalu mencari solusi perbaikan.

    Selain itu, seorang COO juga menjadikan data operasional sebagai acuan utama untuk menilai apakah suatu program kerja layak dilanjutkan atau justru harus dievaluasi ulang. Secara garis besar, berikut adalah tugas utama yang dipegang oleh seorang COO:

    • Merancang Alur Kerja yang Rapi: COO bertanggung jawab membuat sistem kerja yang jelas supaya tidak ada tugas antar divisi yang saling tumpang tindih.
    • Mengawal Target Operasional: Memastikan target-target penting perusahaan tercapai, mulai dari kecepatan waktu pengiriman, kapasitas hasil produksi, standar kualitas layanan, hingga efisiensi anggaran.
    • Menyelaraskan Berbagai Divisi: Menjadi jembatan koordinasi yang menyatukan ritme kerja lintas departemen, mulai dari tim keuangan, pemasaran, teknologi, gudang, hingga layanan pelanggan.
    • Mengantisipasi Risiko Operasional: Mengelola berbagai potensi masalah di lapangan seperti keterlambatan rantai pasok, gangguan sistem digital, human error, sampai komplain dari konsumen.
    • Menyampaikan Laporan Kinerja ke CEO: Memberikan laporan berkala yang komprehensif kepada CEO agar pimpinan tertinggi bisa mengambil keputusan strategis berdasarkan kondisi riil di lapangan.

  3. 3. Perbedaan COO dengan CEO

    apa itu coo
    ilustrasi CEO (pexels.com/cottonbro studio)

    Masih banyak orang yang sering tertukar atau bingung membedakan COO dan CEO. Agar tidak salah paham, berikut perbedaan keduanya.

    • COO (Chief Operating Officer): Berfokus pada eksekusi harian, memastikan seluruh proses internal perusahaan berjalan efektif, serta mengelola hal-hal teknis agar target yang ditetapkan CEO dapat terwujud secara nyata di lapangan.
    • CEO (Chief Executive Officer): Berfokus pada gambaran besar perusahaan, menentukan visi jangka panjang, merumuskan strategi bisnis dan ekspansi pasar, serta bertindak sebagai representasi utama perusahaan di hadapan investor maupun mitra.

  4. 4. Kemampuan yang dibutuhkan seorang COO

    apa itu coo
    ilustrasi CEO (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Untuk menjadi seorang COO, tentu tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan beberapa skill tertentu agar dapat menjalankan tugas operasional perusahaan dengan optimal. Berikut adalah beberapa skill penting yang wajib dimiliki:

    • Kepemimpinan yang Efektif: Seorang COO wajib untuk dapat memimpin dan mengarahkan staf secara terkoordinir tanpa bersikap arogan dalam mengambil setiap keputusan.
    • Manajemen Sumber Daya Manusia: Dibutuhkan kemampuan untuk mengenali potensi dan keterampilan setiap pegawai untuk meningkatkan produktivitas serta mempertahankan talenta terbaik di perusahaan.
    • Keterampilan Komunikasi: Mampu menjadi penghubung yang efektif antara jajaran pemimpin tertinggi dengan karyawan, sekaligus menjadi penengah dalam meredakan konflik internal.
    • Kemampuan Berpikir Strategis: Seorang COO harus menganalisis masalah secara kritis dan merumuskan kebijakan operasional yang inovatif guna mencapai visi dan misi perusahaan.
    • Pemahaman Finansial: Untuk menjadi COO, diperlukan kemampuan untuk menganalis keuangan perusahaan dengan cermat sebelum menetapkan kebijakan agar operasional tetap efisien dan mendatangkan keuntungan optimal.

  5. 5. Prospek COO di Indonesia

    apa itu coo
    ilustrasi CEO startup (pexels.com/RDNE Stock project)

    Seiring berkembangnya skala bisnis dan kerumitan operasional perusahaan, kehadiran seorang Chief Operating Officer (COO) yang andal sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas layanan di berbagai sektor industri, mulai dari teknologi, manufaktur, ritel, logistik, kesehatan, hingga keuangan.

    Jabatan strategis ini tentu bukan posisi entry-level yang bisa dicapai instan, melainkan hasil meniti karier dari bawah seperti menjadi manajer operasional atau direktur. Mengingat beban kerja, tingkat kesulitan, serta tanggung jawabnya yang vital layaknya "nakhoda" harian perusahaan, maka tidak heran kalau kisaran gaji COO di Indonesia tergolong fantastis, yakni antara Rp50 juta hingga Rp300 juta per bulan, tergantung pada skala dan kemampuan finansial perusahaan itu sendiri.

    Nah, itu dia pembahasan lengkap mengenai pengertian, tugas, perbedaan dengan CEO, hingga kisaran gaji seorang COO di Indonesia. Semoga informasinya bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More