ilustrasi doom spending (pexels.com/Sora Shimazaki)
Setelah memahami dampak negatif dari doom spending, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghadapi dan menghentikan kebiasaan ini. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa keluar dari lingkaran doom spending ini.
1. Mindful spending
Mindful spending berarti kamu harus mempertimbangkan pembelianmu sebelum kamu benar-benar membelinya. Tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut sangat diperlukan atau hanya sekadar keinginan sesaat saja.
2. Batasi akses ke aplikasi belanja dan fitur paylater
Cobalah untuk membatasi akses ke aplikasi belanja, misalnya, hanya 1 jam per hari. Jangan lupa juga untuk mematikan fitur paylater untuk menghindari kamu melakukan pembelian impulsif di kemudian hari.
3. Terapkan aturan 48 Jam sebelum membeli
Sebelum kamu memutuskan untuk membeli sesuatu, kamu perlu memberi dirimu waktu 48 jam untuk melakukan pertimbangan. Aturan ini membantu kamu untuk tidak melakukan pembelian impulsif.
4. Alihkan pemicu stres ke aktivitas non-konsumtif
Terakhir, saat kamu sedang stres atau cemas, coba alihkan fokusmu dengan melakukan kegiatan lain yang menyenangkan, seperti berolahraga, melakukan aktivitas hobi, meditasi, atau bercerita dengan teman. Dengan cara ini kamu dapat merasakan lega secara psikologis tanpa harus menambah beban finansial.
Itulah penjelasan mengenai apa itu doom spending, alasan fenomena ini marak di kalangan Gen Z dan Milenial, dampak buruk doom spending, hingga cara mengatasi dan keluar dari lingkaran doom spending. Dengan pemahaman ini, kamu bisa lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan mengurasi stres finansialmu.