Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bank Dunia: Separuh Subsidi BBM Dinikmati 20 Persen Rumah Tangga Kaya

Bank Dunia: Separuh Subsidi BBM Dinikmati 20 Persen Rumah Tangga Kaya
Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Bank Dunia menyoroti bahwa 20 persen rumah tangga terkaya menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM, sehingga beban APBN meningkat saat harga minyak dunia naik.
  • Lembaga tersebut merekomendasikan tiga langkah reformasi: penyesuaian harga bertahap, pemberian BLT untuk 40 persen rumah tangga termiskin, dan pengalihan dana subsidi ke program sosial serta investasi publik.
  • Simulasi Bank Dunia menunjukkan reformasi subsidi BBM dapat menghemat anggaran hingga 1,3 persen PDB dalam dua tahun dan menciptakan ruang fiskal mencapai 2,1 persen PDB setelah penyesuaian penuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Dunia (World Bank) menilai penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih belum tepat sasaran.

Kondisi tersebut dinilai memperbesar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama saat harga minyak dunia mengalami lonjakan.

Catatan tersebut tertuang dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026.

1. Sebanyak 20 persen rumah tangga kaya nikmati separuh subsidi BBM

Antrean sepeda motor di SPBU Pertamina (iStock/Anzz Media)
Antrean sepeda motor di SPBU Pertamina (iStock/Anzz Media)

Bank Dunia mengungkapkan bahwa 20 persen rumah tangga terkaya justru menikmati sekitar setengah dari total subsidi BBM yang disalurkan pemerintah.

"Lonjakan harga minyak global mengungkap beban fiskal dan kelemahan dalam penargetan subsidi BBM, di mana 20 persen rumah tangga terkaya menerima sekitar setengah dari total subsidi BBM. Selain itu, guncangan harga minyak juga menjadi beban APBN, menggerus ruang fiskal, dan oleh karenanya menciptakan peluang untuk menjalankan reformasi subsidi BBM," tulis Bank Dunia dalam laporannya, dikutip Jumat (12/6/2026).

2. Bank Dunia rekomendasikan 3 paket reformasi subsidi

Antrian pembelian pertamax di IKN SPBU Bukit Raya Sepaku (IDN Times/Ervan)
Antrian pembelian pertamax di IKN SPBU Bukit Raya Sepaku (IDN Times/Ervan)

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bank Dunia merekomendasikan tiga paket reformasi subsidi BBM.

Pertama, melakukan penyesuaian harga secara bertahap guna mempersempit kesenjangan antara harga BBM bersubsidi dan harga pasar.

Kedua, menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang ditargetkan kepada 40 persen rumah tangga termiskin guna meredam dampak penyesuaian harga. Menurut Bank Dunia, besaran bantuan yang diberikan setiap bulan relatif tidak membebani fiskal karena hanya setara sekitar 10% dari total penghematan yang diperoleh dari reformasi subsidi BBM.

Ketiga, mengalokasikan penghematan subsidi BBM untuk memperkuat program perlindungan sosial, meningkatkan investasi publik, serta mendukung mata pencaharian kelompok masyarakat yang terdampak.

3. Bank Dunia hitung reformasi subsidi BBM bisa hemat anggaran 1,3 persen PDB

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan simulasi Bank Dunia, pendekatan tersebut yang diterapkan secara bertahap dalam dua tahun ke depan berpotensi menghasilkan penghematan fiskal sebesar 1,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Setelah penyesuaian harga diterapkan sepenuhnya, ruang fiskal yang tercipta diperkirakan meningkat hingga mencapai 2,1 persen dari PDB.

"Implementasi sama pentingnya dengan desain kebijakan. Pelaksanaan yang bertahap dan berurutan, komunikasi publik yang jelas, kesiapan sistem pelaksanaan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN), serta transparansi mengenai penggunaan kembali penghematan subsidi BBM menjadi faktor kunci keberhasilan reformasi," tulis Bank Dunia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More