ilustrasi dana pensiun (magnific.com/rawpixel.com)
Meski terkenal efektif, strategi 90/10 ternyata gak selalu cocok untuk semua investor. Orang yang sudah mendekati masa pensiun biasanya membutuhkan portofolio lebih aman karena waktu pemulihan pasar lebih terbatas. Investor dengan toleransi risiko rendah juga mungkin merasa kurang nyaman jika sebagian besar dana ditempatkan di saham. Karena itulah strategi investasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Javier Estrada, peneliti keuangan dari IESE Business School di Barcelona, pernah menguji strategi ini menggunakan simulasi masa pensiun selama 30 tahun. Dalam simulasi tersebut, strategi 90/10 tetap menunjukkan hasil yang kuat dibanding beberapa komposisi portofolio lain. Estrada juga melakukan penyesuaian pada mekanisme penarikan dana agar portofolio lebih tahan menghadapi penurunan pasar. Hasilnya, strategi Buffett tetap dianggap sederhana tapi cukup solid untuk jangka panjang.
Menurut penelitian dalam studi IESE Business School, strategi 90/10 mampu berada di tengah antara strategi agresif dan strategi defensif. Portofolio ini dinilai tetap memberikan peluang pertumbuhan tinggi sambil menjaga perlindungan saat pasar turun. Penelitian tersebut juga menunjukkan pentingnya disiplin dan kesabaran dalam investasi jangka panjang. Jadi keberhasilan strategi ini gak hanya bergantung pada komposisi aset, tapi juga perilaku investornya.
Aturan investasi 90/10 ala Warren Buffett menunjukkan investasi gak selalu harus rumit dan penuh analisis teknikal. Dengan menempatkan sebagian besar dana pada indeks saham murah dan sebagian kecil pada obligasi pemerintah, kamu bisa mendapatkan keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan dana. Strategi ini juga cocok buat investor pemula yang ingin mulai investasi tanpa stres berlebihan. Selain lebih praktis, biaya investasinya juga cenderung rendah sehingga hasil jangka panjang bisa lebih optimal.
Meski begitu, setiap orang tetap perlu menyesuaikan strategi investasi dengan usia, tujuan keuangan, dan toleransi risiko masing-masing. Strategi yang cocok untuk investor muda belum tentu sesuai untuk orang yang mendekati masa pensiun. Buffett sendiri percaya bahwa kesabaran dan konsistensi adalah kunci utama dalam investasi jangka panjang. Jadi dibanding sibuk mengejar keuntungan cepat, fokus membangun kebiasaan investasi sehat justru bisa memberikan hasil lebih baik di masa depan.