Comscore Tracker

Apa Perbedaan Menabung dan Investasi? Yuk, Kenali Kelemahan Keduanya

Untung mana nih, menabung atau investasi?

Jakarta, IDN Times - Menabung dan berinvestasi merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyimpan dana. Meski begitu, banyak orang yang belum mengerti dengan jelas bahwa menabung dan berinvestasi merupakan kegiatan yang berbeda. Apa kamu salah satunya?

Lantas apa perbedaan antara menabung dan berinvestasi? Simak artikel berikut ini agar kamu tahu perbedaannya.

1. Kemudahan dalam mengakses

Apa Perbedaan Menabung dan Investasi? Yuk, Kenali Kelemahan KeduanyaIlustrasi investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Mengutip Finansialku, perbedaan mendassar yang pertama adalah kemudahan untuk mengakses dana tersebut. Saat menabung, kamu dapat mengakses tabungan kamu kapan pun dan di mana pun.

Misalnya ketika kamu membutuhkan dana darurat, kamu dapat mengambil uang melalui ATM. Meski begitu, tentu ada batasan jumlah yang dapat diambil atau dicairkan sesuai dengan prosedur yang berlaku di masing-masing bank.

Sementara saat kamu menginvestasikan sejumlah uang, kamu tidak dapat mengakses hasil investasi kamu sewaktu-waktu karena ada ketentuan periode pengambilan hasil investasi.

Baca Juga: 5 Jenis Investasi yang Cocok untuk Kamu dengan Modal Minim

2. Risiko dan bunga

Apa Perbedaan Menabung dan Investasi? Yuk, Kenali Kelemahan KeduanyaIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Berbicara mengenai risiko, menabung bisa dikatakan memiliki risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya. Apabila bank di mana kita menabung mengalami pencurian, kamu tidak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan kita.

Di samping itu, kamu hanya membayar biaya administrasi bulanan sesuai produk tabungan yang diambil. Besaran biaya administrasi tiap bank pun berbeda. Setiap nasabah dari bank tertentu juga pasti akan menikmati interest atau bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka masing-masing. Namun, kekurangannya jumlah bunga diberikan tentu saja tidak terlalu besar..

Dengan investasi, keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar daripada bunga tabungan. Modal yang ditanamkan dalam investasi tertentu akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu sehingga kantong kekayaan kamu akan semakin bertambah.

Dalam dunia investasi, risiko dan imbalan memang berbanding lurus. Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh maka semakin besar juga risiko yang akan ditanggung (high risk-high return). Bahkan ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan akan hilang total karena kekalahan dengan investor lain, misalnya dalam investasi saham.

3. Bentuk atau produk

Apa Perbedaan Menabung dan Investasi? Yuk, Kenali Kelemahan KeduanyaIlustrasi investasi (IDN Times/Mia Amalia)

Produk tabungan pada umumnya berupa uang yang disimpan di bank sebagai tabungan atau deposito. Sedangkan dalam investasi terdapat beberapa bentuk.

Pada umumnya, ada dua bentuk yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat bentuk fisiknya seperti emas (logam mulia), rumah dan tanah (properti). Lalu, ada juga investasi dalam bentuk keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal seperti reksa dana, saham, dan obligasi.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Konsisten Kamu Lakukan agar Tak Kesulitan Menabung

4. Kelemahan masing-masing

Apa Perbedaan Menabung dan Investasi? Yuk, Kenali Kelemahan KeduanyaIlustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Kelemahan menabung adalah keuntungan dari bunga yang didapat terbilang kecil. Hal ini disebabkan uang yang kita simpan di dalam tabungan tidak bertumbuh nilainya. Kita hanya dapat sebatas bunga tahunan yang bahkan besarannya mungkin hanya dapat membayar biaya administrasi bulanan, belum lagi tergerus oleh kenaikan inflasi tahunan. Maka, nilai dari uang kita sebetulnya semakin menurun.

Sementara itu, kelemahan investasi ialah risiko sebanding dengan keuntungan. Oleh sebab itu, perlu skill berinvestasi yang matang mengingat risiko dari kerugiannya yang besar. Untuk jenis investasi saham, ada risiko yang ditanggung apabila perusahaan yang tempat kita menginvestasikan modal kita mengalami kebangkrutan. Perlu pengetahuan khusus juga dalam mengelola manajamen risiko dalam bermain saham.

Investasi dalam bentuk properti tentu saja memerlukan modal yang besar. Saat ingin mencairkan, bukan perkara yang mudah dan cepat juga dalam menjual aset berupa tanah dan properti mengingat properti bukanlah jenis aset yang likuid yang dapat dijual sewaktu-waktu.

Baca Juga: Apa Itu Investasi Lump Sum? Ini 5 Tips bagi Kamu yang Mau Coba

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya