ilustrasi ekspor (pexels.com/Kai Pilger)
Di sisi impor, China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–Mei 2026 dengan pangsa mencapai 41,83 persen. Posisi berikutnya ditempati ASEAN dengan pangsa 14,88 persen, Uni Eropa 6,59 persen, Jepang 5,51 persen, Australia 5,35 persen, serta negara dan kawasan lainnya sebesar 25,84 persen.
"Nilai impor nonmigas dari China mencapai 39,27 miliar dolar AS. Impor tersebut didominasi mesin dan peralatan mekanis (HS84) yang menyumbang 22,24 persen dari total impor nonmigas Indonesia dari China," ujarnya.
Sementara itu, nilai impor migas Indonesia mencapai 20,30 miliar dolar AS, meningkat 14,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun impor nonmigas dari Jepang tercatat sebesar 5,17 miliar dolar AS, terutama berupa mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya, besi dan baja, serta kendaraan dan komponennya. Sementara impor nonmigas dari Australia mencapai 5,02 miliar dolar AS, yang didominasi logam mulia dan perhiasan atau permata, serealia, serta bahan bakar mineral.