Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Impor Indonesia Melonjak 22,16 Persen pada Mei 2026

Impor Indonesia Melonjak 22,16 Persen pada Mei 2026
Ilustrasi eskpor impor/pixabay.com/distel2610
Intinya Sih
  • Nilai impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai 24,81 miliar dolar AS, naik 22,16 persen yoy dengan peningkatan signifikan pada komoditas migas dan nonmigas.
  • Sepanjang Januari–Mei 2026, total impor mencapai 111,33 miliar dolar AS, didominasi bahan baku dan barang penolong yang naik 14,41 persen secara tahunan.
  • Tiga komoditas utama impor adalah mesin mekanik, perlengkapan elektrik, serta plastik dan turunannya yang menyumbang lebih dari sepertiga total impor nonmigas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Mei 2026 mencapai 24,81 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tersebut meningkat 22,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, kenaikan impor terjadi pada komoditas migas maupun nonmigas. Impor migas mencapai 4,51 miliar dolar AS.

"Impor migas naik 70,78 persen secara tahunan, sedangkan impor nonmigas naik 14,89 persen menjadi 20,30 miliar dolar AS," ungkap Ateng dalam Konferensi Pers BPS di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

1. Rincian penopang kenaikan impor di Mei

WhatsApp Image 2026-05-04 at 12.01.30 PM.jpeg
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. (IDN Times/Triyan).

Menurut Ateng, kenaikan impor didorong oleh impor nonmigas yang memberikan andil sebesar 12,95 persen terhadap total kenaikan impor. Berdasarkan golongan penggunaan, seluruh komponen impor mencatatkan kenaikan dibandingkan Mei 2025. Impor barang konsumsi meningkat 21,99 persen menjadi 2,23 miliar dolar AS.

Sementara itu, impor bahan baku dan barang penolong menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan impor. Nilainya mencapai 17,58 miliar dolar AS atau naik 25,17 persen dibandingkan Mei 2025. Adapun impor barang modal meningkat 12,70 persen menjadi 5 miliar dolar AS.

"Seluruh impor menurut golongan penggunaan mengalami peningkatan secara tahunan," ujarnya.

2. Sepanjang Januari-Mei, nilai impor capai 111,33 miliar dolar AS

ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)
ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 111,33 miliar dolar AS atau meningkat 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, impor migas tercatat sebesar 17,45 miliar dolar AS atau naik 27,89 persen, sedangkan impor nonmigas mencapai 93,88 miliar dolar AS atau meningkat 13,16 persen.

BPS juga mencatat seluruh golongan penggunaan mengalami kenaikan impor selama Januari-Mei 2026. Impor bahan baku dan barang penolong menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 79,40 miliar dolar AS atau naik 14,41 persen secara tahunan. Kelompok ini juga memberikan andil sebesar 10,35 persen terhadap total kenaikan impor.

Peningkatan impor bahan baku dan barang penolong terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral, garam, belerang, batu dan semen, serta serealia. Berdasarkan negara asal, kenaikan impor terutama berasal dari China, Australia, negara-negara ASEAN, dan Uni Eropa. Sementara itu, impor yang berasal dari Jepang justru mengalami penurunan.

3. Daftar komoditas utama yang diimpor Indonesia

Kinerja ekspor impor Indonesia
Kinerja ekspor impor Indonesia

Komoditas utama yang diimpor Indonesia sepanjang Januari–Mei 2026 didominasi oleh mesin dan peralatan mekanik dengan nilai mencapai 16,16 miliar dolar AS, naik 16,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume impornya tercatat sebesar 1,98 juta ton atau meningkat 9,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya, impor mesin dan perlengkapan elektrik mencapai 13,95 miliar dolar AS, tumbuh 14,48 persen secara tahunan. Sementara itu, volume impornya mencapai 1,14 juta ton atau melonjak 57,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun impor plastik dan barang dari plastik tercatat sebesar 4,92 miliar dolar AS, meningkat 15,83 persen secara tahunan. Volume impornya mencapai 3 juta ton atau naik 14,51 persen dibandingkan Januari–Mei 2025.

"Kondisi impor dari 3 komoditas tersebut untuk periode Januari-Mei memiliki andil 37,31 persen terhadap total impor non migas. Nilai impor komoditas utama alami peningkatan sisi nilai dan volumenya jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More