Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BRI Imbau Masyarakat Waspada dan Kenali Modus Penipuan Link Palsu
ilustrasi waspada bahaya phising (dok. BRI)
  • BRI mengimbau masyarakat waspada terhadap modus phishing lewat link palsu yang meniru situs resmi dan berpotensi mencuri data pribadi seperti user ID, PIN, password, serta kode OTP.

  • OJK melalui IASC mencatat lebih dari 477 ribu laporan penipuan di sektor keuangan hingga Februari 2026, menunjukkan meningkatnya risiko kejahatan siber seiring pesatnya transformasi digital.

  • BRI menekankan pentingnya akses hanya melalui kanal resmi seperti situs bri.co.id, aplikasi BRImo, dan Contact Center 1500017 serta menerapkan prinsip 'Think Before Click' untuk keamanan digital.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan digital berupa tautan atau link palsu yang menyerupai situs resmi perusahaan.
  • Who?
    Imbauan disampaikan oleh Direktur IT BRI, Saladin D Effendi, mewakili manajemen BRI kepada seluruh nasabah dan masyarakat pengguna layanan digital perbankan.
  • Where?
    Peringatan ini disampaikan dari Jakarta dan berlaku bagi seluruh pengguna layanan BRI di Indonesia melalui kanal resmi seperti website, aplikasi BRImo, dan contact center 1500017.
  • When?
    Pernyataan imbauan disampaikan pada 27 Maret, sementara data laporan penipuan dicatat hingga 26 Februari 2026 oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui Indonesia Anti Scam Centre.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan karena meningkatnya kasus kejahatan siber dan maraknya penyebaran link palsu yang meniru tampilan resmi BRI untuk mencuri data pribadi nasabah.
  • How?
    BRI mengedukasi masyarakat agar selalu memeriksa alamat situs resmi, tidak membagikan data sensitif, serta segera melapor ke contact center bila menemukan aktivitas mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengedukasi masyarakat untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya melalui tautan atau link palsu (phishing) yang kian marak.

Transformasi digital di sektor keuangan yang semakin pesat membawa kemudahan bagi masyarakat, tapi di sisi lain juga diiringi dengan meningkatnya risiko kejahatan siber. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat hingga 26 Februari 2026 telah menerima 477.600 laporan penipuan di sektor jasa keuangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 243.323 laporan disampaikan melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUSK), sementara 234.277 laporan lainnya dilaporkan langsung oleh korban ke sistem IASC.

1. Begini ciri-ciri penipuan modus phishing

ilustrasi waspada bahaya phising (dok. BRI)

BRI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus website tiruan yang seolah-olah merupakan situs resmi perusahaan. Modus ini merupakan bagian dari bahaya phishing yang dapat mengelabui nasabah untuk memasukkan data pribadi. Oleh karena itu, nasabah diimbau untuk selalu memeriksa kembali alamat situs (URL) resmi sebelum mengakses layanan digital guna menghindari ancaman phishing melalui website palsu.

Direktur IT BRI Saladin D Effendi menyampaikan bahwa salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan. Tautan tersebut biasanya menyerupai tampilan resmi dan bertujuan mencuri data sensitif seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP melalui teknik social engineering.

“BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan. Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” ujar Saladin pada keterangannya, (27/3).

2. Catat, ini daftar kanal resmi BRI

ilustrasi pelayanan di BRI (dok. BRI)

Sebagai langkah pencegahan, BRI mengajak masyarakat untuk hanya menggunakan dan mengakses layanan melalui kanal resmi perseroan, antara lain:

  • Website resmi BRI: https://bri.co.id

  • Aplikasi mobile banking BRImo

  • Internet Banking BRI (https://ib.bri.co.id)

  • Kantor cabang BRI di seluruh Indonesia

  • Contact Center BRI 1500017

  • Akun media sosial resmi BRI yang telah terverifikasi

BRI menegaskan bahwa perseroan tidak pernah meminta data sensitif nasabah seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui tautan ataupun pihak yang tidak resmi.

Selain itu, apabila nasabah menemukan indikasi tindakan social engineering atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, nasabah diimbau untuk segera menghubungi Contact Center BRI di 1500017 guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

3. Yuk, berpikir sebelum klik

ilustrasi waspada bahaya phising (dok. BRI)

Sebagai langkah sederhana, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Think Before Click”, yaitu memastikan keamanan tautan sebelum mengaksesnya serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, BRI berharap masyarakat semakin sadar dan tanggap terhadap berbagai modus kejahatan digital, sehingga dapat bersama-sama menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, nyaman, dan tepercaya. (WEB)

Editorial Team