Dalam 1 Minggu, PT DSI Sudah Menyandang Gelar Perseroan BUMN

- PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi menjadi BUMN hanya seminggu setelah berdiri pada 18 Mei 2026, dengan pengesahan dilakukan pada 25 Mei 2026.
- Penandatanganan perubahan status dilakukan oleh Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Pandu Patra Sjahrir, menjadikan negara pemegang saham Seri A Dwiwarna sebesar 1 persen.
- PT DSI akan mulai beroperasi 1 Juni 2026 dengan masa transisi tiga bulan hingga September sebelum memulai ekspor komoditas SDA strategis di bawah kepemimpinan Luke Thomas Mahony.
Jakarta, IDN Times - Dalam waktu satu minggu setelah berdiri, PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI resmi menyandang status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PT DSI resmi berdiri sejak 18 Mei 2026, atau sepekan lalu. Kini, badan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis itu berdiri dengan nama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero).
Perubahan status PT DSI itu disahkan hari ini, Senin (25/5/2026). Dalam unggahan cerita akun Instagram @rosanroeslani, perubahan status DSI dilakukan melalui Penandatanganan Perubahan Status PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi BUMN (Persero).
Tampak ada Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani; Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria; dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patra Sjahrir yang melakukan penandatanganan itu.
Dony Oskaria mengatakan, proses itu dilakukan pagi tadi. Dengan menjadi BUMN, maka negara melalui BP BUMN mengantongi 1 persen saham Seri A Dwiwarna di PT DSI.
“Hari ini kan sudah menjadi BUMN kan, karena kan prosesnya harus ada 1 persen saham milik negara kan dengan kuasa khusus,” ujar Dony di Gedung DPR RI, di Jakarta, Senin (25/5/2026).
PT DSI akan beroperasi mulai 1 Juni 2026. Sebelum melakukan ekspor komoditas SDA strategis, PT DSI akan memberikan masa transisi kepada para perusahaan eksportir. Masa transisi dilakukan selama 3 bulan, sampai 1 September 2026. Pada periode itu, PT DSI hanya akan melakukan pencatatan dokumen-dokumen ekspor.
Perusahaan itu dipimpin oleh Luke Thomas Mahony selaku Direktur. Kemudian, ada Harold Jonathan Dharma TJ sebagai Komisaris. Luke adalah Warga Negara Australia yang pernah menjadi Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan Harold pernah menjabat sebagai Direktur PT Mandiri Sekuritas.


















