Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Produksi dan Ekspor Sawit RI Kompak Turun, Stok Justru Naik

Produksi dan Ekspor Sawit RI Kompak Turun, Stok Justru Naik
ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Gapki melaporkan produksi CPO dan PKO Maret 2026 turun lebih dari 12 persen dibanding bulan sebelumnya, meski secara tahunan masih tumbuh 18,44 persen.
  • Ekspor produk sawit Indonesia anjlok 34,25 persen menjadi 2,168 juta ton akibat penurunan permintaan dari negara utama seperti China, India, dan Pakistan.
  • Stok minyak sawit nasional naik tajam ke 2,568 juta ton karena ekspor turun lebih besar daripada produksi dan konsumsi domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat kinerja industri sawit nasional mengalami tekanan pada Maret 2026. Produksi, konsumsi domestik, hingga ekspor sama-sama turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, stok minyak sawit justru meningkat cukup tajam. Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan ekspor ke sejumlah negara tujuan utama seperti China dan India.

1. Produksi sawit turun lebih dari 12 persen

ilustrasi tandan buah segar (TBS) atau buah sawit. (IDN Times/Trio Hamdani)
ilustrasi tandan buah segar (TBS) atau buah sawit. (IDN Times/Trio Hamdani)

Produksi crude palm oil (CPO) pada Maret 2026 tercatat sebesar 4,403 juta ton atau turun 12,22 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai 5,015 juta ton. Produksi palm kernel oil (PKO) juga turun dari 485 ribu ton menjadi 418 ribu ton.

“Total produksi CPO+PKO Maret 2026 mencapai 4.821 ribu ton lebih kecil 12,35 persen dari bulan sebelumnya 5.500 ribu ton,” tulis Gapki dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Meski secara bulanan turun, secara tahunan produksi industri sawit masih tumbuh. Hingga Maret 2026, total produksi CPO dan PKO mencapai 15,558 juta ton atau naik 18,44 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 13,135 juta ton.

2. Ekspor anjlok, China dan India kurangi impor

ilustrasi ekspor
ilustrasi ekspor (IDN Times/Arief Rahmat)

Total ekspor produk sawit Indonesia pada Maret 2026 turun drastis menjadi 2,168 juta ton dari sebelumnya 3,297 juta ton pada Februari 2026. Artinya, ekspor turun 34,25 persen dalam sebulan.

Penurunan paling dalam terjadi pada ekspor CPO yang anjlok 75,61 persen menjadi hanya 96 ribu ton. Sementara ekspor olahan minyak sawit turun 33,57 persen menjadi 1,506 juta ton.

Gapki juga mencatat penurunan ekspor ke sejumlah negara tujuan utama. China mengalami penurunan impor sebesar 314 ribu ton, India turun 291 ribu ton, dan Pakistan turun 113 ribu ton.

“Penurunan ekspor terjadi pada CPO yang menjadi 96 ribu ton dari 395 ribu ton pada bulan sebelumnya,” sebut Gapki.

3. Stok sawit melonjak jadi 2,5 juta ton

ilustrasi panen kelapa sawit
ilustrasi panen kelapa sawit (pexels.com/jirolupat Malioboro)

Di tengah penurunan produksi dan ekspor, stok minyak sawit nasional justru meningkat. Gapki mencatat stok akhir Maret 2026 mencapai 2,568 juta ton, naik dari posisi akhir Februari 2026 sebesar 2,026 juta ton. Kenaikan stok terjadi karena penurunan ekspor lebih besar dibanding penurunan produksi dan konsumsi domestik.

“Dengan stok awal Maret 2026 sebesar 2.026 ribu ton, produksi 4.821 ribu ton, konsumsi 2.115 ribu ton dan ekspor 2.168 ribu ton, maka stok di akhir Maret 2026 menjadi 2.568 ribu ton,” tulis Gapki.

Meski volume ekspor turun, secara tahunan nilai ekspor sawit Indonesia masih meningkat. Hingga Maret 2026, nilai ekspor tercatat mencapai 9,66 miliar dolar AS atau naik 10,40 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 8,75 miliar dolar AS.

Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More