Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buffett Diam-Diam Tambah Investasi di Alphabet, Masih Layak Dibeli?
ilustrasi logo alphabet (www.redmondpie.com)
  • Berkshire Hathaway di bawah arahan Warren Buffett memperbesar kepemilikan saham di Alphabet, menandakan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang perusahaan teknologi tersebut.
  • Pembelian dilakukan pada harga rata-rata sekitar 314 dolar AS per saham sebelum reli besar AI, memberi Berkshire posisi masuk yang jauh lebih murah dibanding investor baru.
  • Pertumbuhan pendapatan Alphabet melonjak berkat Google Cloud dan bisnis AI, namun valuasi saham kini dinilai mahal sehingga investor disarankan berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski Warren Buffett sudah tidak lagi menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway, pengaruh sang investor legendaris tampaknya masih sangat kuat di dalam perusahaan yang ia bangun selama puluhan tahun. Sebagai chairman of the board, Buffett tetap memiliki suara besar dalam menentukan arah investasi Berkshire Hathaway, termasuk keputusan-keputusan penting terkait saham teknologi.

Salah satu langkah yang paling menarik perhatian investor adalah keputusan Berkshire Hathaway untuk memperbesar kepemilikan saham Alphabet, induk perusahaan Google. Langkah ini cukup mengejutkan karena Buffett selama bertahun-tahun dikenal berhati-hati terhadap saham teknologi, meskipun ia sebenarnya telah lama mengagumi bisnis Google.

Kini, setelah saham Alphabet melonjak tajam akibat euforia kecerdasan buatan (AI), banyak investor mulai bertanya-tanya: apakah saham ini masih menarik untuk dibeli, atau justru sudah terlalu mahal?

1. Berkshire Hathaway perbesar kepemilikan di Alphabet

Warren Buffett (instagram.com/officialwarrenbuffett)

Salah satu keputusan besar Buffett menjelang pensiun sebagai CEO adalah mulai membeli saham Alphabet pada kuartal ketiga 2025. Meski Berkshire tidak melakukan perubahan posisi pada kuartal berikutnya, perusahaan investasi tersebut justru meningkatkan kepemilikan secara agresif pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam laporan investasi terbaru, Berkshire diketahui lebih dari melipatgandakan posisi mereka di Alphabet. Langkah itu menjadi sinyal kuat bahwa Buffett dan timnya masih sangat percaya terhadap prospek jangka panjang perusahaan teknologi tersebut.

Kini, Alphabet pun masuk ke jajaran salah satu kepemilikan terbesar Berkshire Hathaway.

2. Berkshire mendapat harga yang jauh lebih murah

Ilustrasi pasar saham (freepik.com)

Meski publik baru mengetahui pembelian tersebut pada 15 Mei, data yang dilaporkan sebenarnya menunjukkan posisi per 31 Maret. Hal itu penting karena harga saham Alphabet sudah naik sangat tajam sejak saat itu.

Sepanjang kuartal pertama, rata-rata harga saham Alphabet berada di kisaran 314 dolar AS per saham. Namun sejak reli besar sektor AI dimulai pada April, harga sahamnya melonjak mendekati 400 dolar AS per saham.

Artinya, Berkshire Hathaway berhasil masuk di harga yang jauh lebih murah dibanding investor yang baru ingin membeli sekarang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah saham Alphabet masih menarik setelah kenaikan sebesar itu?

3. Bisnis Google dan AI jadi mesin pertumbuhan

Ilustrasi AI (freepik.com)

Kinerja Alphabet sendiri memang menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Pada kuartal pertama, pendapatan perusahaan meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh dua bisnis utama mereka, yaitu Google Search dan Google Cloud.

Yang paling mencolok adalah lonjakan pendapatan Google Cloud yang mencapai 63 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan besarnya permintaan layanan cloud dan infrastruktur AI di tengah booming teknologi kecerdasan buatan global.

Alphabet juga terus melakukan investasi besar-besaran untuk memperkuat infrastruktur cloud mereka guna menangani beban kerja AI yang semakin besar. Selain itu, perusahaan mulai menghasilkan keuntungan tambahan dari chip AI buatan sendiri yang kini dijual kepada klien eksternal.

Semua perkembangan ini memperkuat posisi Alphabet sebagai salah satu pemain utama dalam perlombaan AI global.

4. Valuasi Alphabet mulai terlihat mahal

Logo Alphabet Inc. (abc.xyz)

Meski prospek bisnisnya terlihat cerah, sebagian analis mulai menilai valuasi saham Alphabet sudah cukup tinggi. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menilai saham Alphabet adalah operating cash flow atau arus kas operasional. Metode ini melihat seberapa besar uang tunai yang benar-benar dihasilkan perusahaan dari bisnis inti mereka.

Berdasarkan ukuran tersebut, saham Alphabet saat ini diperdagangkan sekitar 27 kali operating cash flow — level yang disebut sebagai salah satu valuasi tertinggi dalam sejarah perusahaan sejak pertama kali melantai di bursa.

Walaupun angka tersebut masih dianggap wajar untuk perusahaan teknologi besar yang sukses, valuasi itu tetap tergolong mahal dibanding standar historis Alphabet sendiri. Karena itu, sebagian investor memilih lebih berhati-hati dan menunggu bukti tambahan bahwa AI benar-benar mampu terus meningkatkan pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.

5. Apakah saham Alphabet masih layak dibeli?

Ilustrasi berpikir (freepik.com)

Di tengah ledakan AI global, Alphabet memang berada dalam posisi yang sangat strategis. Google Search tetap mendominasi pencarian internet dunia, sementara Google Cloud menjadi salah satu pemain utama di industri cloud computing. Ditambah lagi, kemampuan Alphabet mengembangkan chip AI sendiri memberi peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan baru.

Namun di sisi lain, kenaikan harga saham yang sangat cepat membuat valuasi menjadi lebih mahal dan meningkatkan risiko bagi investor baru yang masuk sekarang. Karena itu, keputusan membeli saham Alphabet saat ini sangat bergantung pada profil risiko dan keyakinan investor terhadap masa depan AI.

Bagi investor jangka panjang yang percaya AI akan terus berkembang selama bertahun-tahun ke depan, Alphabet masih bisa menjadi pilihan menarik. Namun bagi investor yang lebih konservatif, menunggu koreksi harga atau konfirmasi pertumbuhan tambahan mungkin menjadi langkah yang lebih aman.

Pada akhirnya, langkah Warren Buffett memperbesar investasi di Alphabet menunjukkan bahwa bahkan investor paling legendaris di dunia pun masih melihat potensi besar dari transformasi AI. Tetapi seperti biasa dalam dunia investasi, harga tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article