Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aturan Investasi 90/10 Buffett, Strategi Simpel bagi Investor Pemula

Aturan Investasi 90/10 Buffett, Strategi Simpel bagi Investor Pemula
ilustrasi investasi (magnific.com/rawpixel.com)
Intinya Sih
  • Warren Buffett memperkenalkan aturan investasi 90/10, yaitu 90% dana ditempatkan pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah dan 10% pada obligasi pemerintah jangka pendek.
  • Strategi ini menekankan kesederhanaan, biaya rendah, serta diversifikasi otomatis yang membantu investor pemula menghindari keputusan emosional dan tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang.
  • Meskipun efektif dan mudah diterapkan, strategi 90/10 perlu disesuaikan dengan usia, tujuan keuangan, serta toleransi risiko masing-masing agar hasil investasi tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyak orang merasa investasi adalah hal rumit yang hanya bisa dilakukan ahli keuangan. Padahal, investor legendaris seperti Warren Buffett justru percaya strategi sederhana sering kali memberikan hasil lebih baik.

Salah satu strategi terkenal miliknya adalah aturan investasi 90/10. Konsep ini dianggap cocok untuk investor pemula karena gak membutuhkan kemampuan memilih saham satu per satu.

Kamu juga gak perlu menghabiskan waktu setiap hari memantau pasar saham yang naik turun. Nah, aturan sederhana ini ternyata punya filosofi kuat soal kesabaran, biaya rendah, dan fokus jangka panjang.

Table of Content

1. Apa itu aturan investasi 90/10 Buffett

1. Apa itu aturan investasi 90/10 Buffett

ilustrasi S&P 500, investasi, saham
ilustrasi S&P 500, investasi, saham (magnific.com/tirachardz)

Aturan investasi 90/10 pertama kali dijelaskan Buffett dalam surat tahunan Berkshire Hathaway pada 2013. Dalam strategi tersebut, Buffett menyarankan investor biasa menempatkan 90 persen dana pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah. Sementara 10 persen sisanya ditempatkan pada obligasi pemerintah jangka pendek. Menurut Buffett, cara ini lebih masuk akal dibanding sibuk memilih saham individual yang penuh risiko.

Buffett menilai kebanyakan investor sebenarnya gak memiliki kemampuan menganalisis perusahaan secara mendalam. Bahkan banyak manajer investasi profesional juga kesulitan mengalahkan performa indeks pasar dalam jangka panjang. Karena itulah ia lebih percaya pada pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. Strategi ini juga membantu investor menghindari keputusan emosional saat pasar sedang berfluktuasi.

2. Kenapa Buffett memilih indeks saham murah

Aturan Investasi 90/10 Buffett, Strategi Simpel bagi Investor Pemula
ilustrasi pasar saham (freepik.com/pressfoto)

Buffett percaya reksa dana indeks memberi diversifikasi otomatis karena dana tersebar ke banyak perusahaan besar. Jadi risiko investasi gak bergantung pada satu perusahaan saja. Cara ini membuat portofolio lebih stabil dibanding membeli saham individual berisiko tinggi. Investor pemula pun bisa lebih tenang saat pasar mengalami penurunan tajam.

Selain itu, biaya pengelolaan reksa dana indeks biasanya jauh lebih murah dibanding produk investasi aktif. Biaya kecil memang terlihat sepele, tapi dalam jangka panjang bisa mempengaruhi hasil investasi secara besar. Buffett sejak lama mengkritik biaya tinggi dari banyak pengelola dana profesional. Menurutnya, pengeluaran rendah dan konsistensi investasi jauh lebih penting untuk membangun kekayaan.

Data historis juga menunjukkan indeks S&P 500 punya rata-rata imbal hasil sekitar 10 persen per tahun sebelum inflasi. Angka tersebut membuat banyak investor percaya pasar saham tetap menarik untuk jangka panjang. Buffett pun melihat strategi sederhana seperti ini lebih realistis bagi investor biasa dibanding terus mencoba mengalahkan pasar. Apalagi performa indeks sering kali lebih unggul dibanding banyak strategi investasi aktif.

3. Fungsi 10 persen obligasi dalam strategi ini

Aturan Investasi 90/10 Buffett, Strategi Simpel bagi Investor Pemula
ilustrasi analisis risiko (pexels.com/Monstera Production)

Meski fokus utama strategi ini ada pada saham, Buffett tetap menyisakan 10 persen dana pada obligasi pemerintah jangka pendek. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan mengurangi tekanan saat pasar saham turun drastis. Obligasi dianggap lebih stabil dibanding saham sehingga bisa menjadi penyeimbang portofolio. Cara ini membantu investor tetap punya cadangan dana yang relatif aman.

Strategi tersebut menunjukkan Buffett tetap memperhatikan manajemen risiko dalam investasi. Jadi meskipun fokus utama ada di pertumbuhan saham, tetap ada perlindungan agar kondisi keuangan gak terlalu terguncang saat pasar berfluktuasi. Kehadiran obligasi juga membantu investor lebih tenang menghadapi gejolak pasar. Alhasil keputusan investasi bisa lebih rasional dan gak terburu-buru.

Selain itu, obligasi dapat membantu investor bertahan dalam periode krisis ekonomi. Banyak orang gagal investasi karena panik dan menjual aset saat harga sedang turun. Dengan adanya aset yang lebih aman, tekanan psikologis biasanya jadi lebih ringan. Hal tersebut penting terutama bagi investor pemula yang belum terbiasa menghadapi volatilitas pasar.

4. Keunggulan aturan 90/10 untuk investor pemula

Aturan Investasi 90/10 Buffett, Strategi Simpel bagi Investor Pemula
ilustrasi investasi (magnific.com/drobotdean)

Salah satu kelebihan terbesar strategi ini adalah simpel dan hemat waktu. Kamu gak perlu setiap hari memantau grafik saham atau membaca analisis pasar yang rumit. Cukup lakukan evaluasi portofolio secara berkala untuk memastikan komposisi investasi tetap sesuai. Cara ini cocok buat kamu yang ingin investasi sambil tetap fokus pada pekerjaan utama.

Strategi 90/10 juga membantu mengurangi stres saat pasar sedang bergejolak. Banyak investor pemula merasa cemas ketika harga saham turun tajam dalam waktu singkat. Namun karena investasi dilakukan lewat indeks besar yang terdiversifikasi, pergerakannya biasanya lebih stabil. Hal tersebut membuat investor lebih nyaman untuk bertahan dalam jangka panjang.

Keunggulan lainnya adalah biaya investasi yang relatif rendah. Dalam investasi jangka panjang, selisih biaya kecil bisa menghasilkan perbedaan besar pada nilai akhir portofolio. Buffett percaya penghematan biaya adalah salah satu faktor penting dalam membangun hasil investasi optimal. Jadi strategi sederhana ini sebenarnya punya fondasi yang sangat kuat.

5. Apakah strategi 90/10 cocok untuk semua orang?

Aturan Investasi 90/10 Buffett, Strategi Simpel bagi Investor Pemula
ilustrasi dana pensiun (magnific.com/rawpixel.com)

Meski terkenal efektif, strategi 90/10 ternyata gak selalu cocok untuk semua investor. Orang yang sudah mendekati masa pensiun biasanya membutuhkan portofolio lebih aman karena waktu pemulihan pasar lebih terbatas. Investor dengan toleransi risiko rendah juga mungkin merasa kurang nyaman jika sebagian besar dana ditempatkan di saham. Karena itulah strategi investasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Javier Estrada, peneliti keuangan dari IESE Business School di Barcelona, pernah menguji strategi ini menggunakan simulasi masa pensiun selama 30 tahun. Dalam simulasi tersebut, strategi 90/10 tetap menunjukkan hasil yang kuat dibanding beberapa komposisi portofolio lain. Estrada juga melakukan penyesuaian pada mekanisme penarikan dana agar portofolio lebih tahan menghadapi penurunan pasar. Hasilnya, strategi Buffett tetap dianggap sederhana tapi cukup solid untuk jangka panjang.

Menurut penelitian dalam studi IESE Business School, strategi 90/10 mampu berada di tengah antara strategi agresif dan strategi defensif. Portofolio ini dinilai tetap memberikan peluang pertumbuhan tinggi sambil menjaga perlindungan saat pasar turun. Penelitian tersebut juga menunjukkan pentingnya disiplin dan kesabaran dalam investasi jangka panjang. Jadi keberhasilan strategi ini gak hanya bergantung pada komposisi aset, tapi juga perilaku investornya.

Aturan investasi 90/10 ala Warren Buffett menunjukkan investasi gak selalu harus rumit dan penuh analisis teknikal. Dengan menempatkan sebagian besar dana pada indeks saham murah dan sebagian kecil pada obligasi pemerintah, kamu bisa mendapatkan keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan dana. Strategi ini juga cocok buat investor pemula yang ingin mulai investasi tanpa stres berlebihan. Selain lebih praktis, biaya investasinya juga cenderung rendah sehingga hasil jangka panjang bisa lebih optimal.

Meski begitu, setiap orang tetap perlu menyesuaikan strategi investasi dengan usia, tujuan keuangan, dan toleransi risiko masing-masing. Strategi yang cocok untuk investor muda belum tentu sesuai untuk orang yang mendekati masa pensiun. Buffett sendiri percaya bahwa kesabaran dan konsistensi adalah kunci utama dalam investasi jangka panjang. Jadi dibanding sibuk mengejar keuntungan cepat, fokus membangun kebiasaan investasi sehat justru bisa memberikan hasil lebih baik di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More