Business Hack: Strategi Jualan Produk Frozen Food saat Bulan Puasa

Fokus pada produk yang relevan untuk sahur dan buka
Mainkan strategi bundling dan paket hemat
Maksimalkan promosi di jam rawan lapar
Bulan puasa selalu jadi momentum emas untuk bisnis makanan, termasuk frozen food. Pola konsumsi berubah drastis karena orang ingin serba praktis untuk sahur dan berbuka. Di sinilah produk beku punya peluang besar untuk laris manis.
Namun, persaingan juga makin ketat karena banyak penjual bermunculan. Tanpa strategi yang tepat, produk kamu bisa tenggelam di tengah banjir promo. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan.
1. Fokus pada produk yang relevan untuk sahur dan buka

Tidak semua frozen food cocok dijual saat puasa. Pilih produk yang cepat dimasak dan praktis seperti nugget premium, dimsum, kebab frozen, atau lauk siap goreng. Konsumen cenderung mencari menu yang tidak ribet tapi tetap enak.
Kamu juga bisa membuat paket khusus “Paket Sahur Praktis” atau “Paket Buka Hemat”. Penamaan seperti ini membantu konsumen langsung memahami manfaatnya. Produk yang dikemas sesuai kebutuhan akan lebih mudah terjual.
2. Mainkan strategi bundling dan paket hemat

Selama Ramadan, orang lebih tertarik pada paket dibanding beli satuan. Kamu bisa menggabungkan beberapa produk dalam satu bundling dengan harga sedikit lebih murah. Ini meningkatkan nilai transaksi per pembeli.
Bundling juga membantu menghabiskan stok yang kurang laku jika dikombinasikan dengan produk favorit. Pastikan perhitungan margin tetap aman. Jangan sampai promo justru menggerus keuntungan.
3. Maksimalkan promosi di jam rawan lapar

Waktu promosi sangat menentukan. Coba posting di media sosial menjelang waktu berbuka atau setelah tarawih, saat orang mulai memikirkan menu besok. Timing yang tepat bisa meningkatkan respons dan impuls buying.
Gunakan foto yang menggugah selera dan caption yang relatable. Misalnya menyinggung drama bangun sahur atau menu dadakan saat buka. Emosi dan kondisi lapar sering memengaruhi keputusan beli.
4. Tawarkan sistem pre-order untuk kontrol stok

Permintaan bisa melonjak drastis saat mendekati Lebaran. Untuk menghindari kehabisan stok atau over produksi, gunakan sistem pre-order. Cara ini membantu kamu mengatur arus kas dan produksi lebih efisien.
Selain itu, pre-order memberi kesan eksklusif dan terencana. Konsumen juga merasa lebih aman karena sudah mengamankan produk lebih dulu. Pastikan jadwal pengiriman jelas agar kepercayaan tetap terjaga.
5. Jaga kualitas penyimpanan dan pengiriman

Frozen food sangat bergantung pada kualitas penyimpanan. Pastikan freezer stabil dan gunakan kemasan yang menjaga suhu tetap dingin saat pengiriman. Produk yang sampai dalam kondisi kurang beku bisa merusak reputasi.
Berikan edukasi singkat kepada pembeli tentang cara menyimpan dan mengolah produk. Hal kecil ini meningkatkan kepercayaan dan profesionalitas brand kamu. Kualitas konsisten akan membuat pelanggan repeat order.
Jualan frozen food saat puasa bukan sekadar soal ikut tren musiman. Dengan strategi produk yang tepat, promosi di waktu yang pas, dan kontrol stok yang rapi, peluang cuan bisa jauh lebih besar.
Kuncinya ada pada relevansi dan konsistensi kualitas. Ramadan memang momen musiman, tapi pelanggan loyal bisa bertahan sepanjang tahun jika kamu menjaga standar. Jadi manfaatkan momentum ini dengan strategi yang matang.


















