Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Mengatur Keuangan Buat Kamu yang Belum Berpenghasilan
ilustrasi mengatur keuangan (unsplash.com/Alexander Mils)
  • Pentingnya mengatur keuangan bagi pelajar atau mahasiswa yang belum berpenghasilan agar tetap bisa menabung dari uang saku.

  • Ditekankan lima langkah utama: menentukan target tabungan, mencatat pemasukan dan pengeluaran, meminta saran dari yang berpengalaman, belajar dari kesalahan finansial, serta berhemat dengan disiplin.

  • Tujuan utama tips ini adalah membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini melalui konsistensi dan pengendalian diri dalam penggunaan uang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak-anak yang belum punya kerja, jadi uangnya cuma dari orang tua. Mereka disuruh belajar supaya bisa simpan uang sedikit-sedikit. Katanya harus punya target nabung, tulis uang masuk dan keluar, tanya orang tua kalau bingung, jangan sedih kalau dulu boros, dan sekarang harus hemat biar bisa punya tabungan sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai seorang pelajar atau mahasiswa yang hanya memiliki pemasukan dari uang saku, kamu perlu belajar cara untuk mengatur keuangan agar bisa punya tabungan. Mengatur keuangan sebenarnya merupakan hal yang mudah, asalkan dibarengi dengan niat dan kemauan.

Kalau kamu belum punya pengetahuan mengenai hal ini, jangan cemas. Cukup ikuti tips sederhana di bawah ini untuk tahu cara atur keuangan yang baik dan benar. Simak, ya!

1. Tentukan target

ilustrasi menabung (unsplash.com/Annie Spratt)

Setiap orang perlu memiliki tabungan. Target ini dibuat untuk kamu yang berkeinginan menabung. Buat target untuk menabung setiap hari walaupun dengan nominal yang sedikit. Nominal berada di urutan kedua, yang utama adalah konsisten menabungnya.

Menabung haruslah menggunakan prinsip sisihkan, bukan sisakan. Setelah mendapatkan uang saku dari orang tua, sisihkan sebagiannya untuk ditabung. Jangan sampai kamu kalap dengan pengeluaran sehingga yang ditabung hanya sisa uang yang ada. Prinsip ini harus benar-benar diterapkan supaya target menabung kamu tercapai.

2. Catat pemasukan dan pengeluaran secara rutin

ilustrasi mencatat keuangan (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Walaupun uang saku yang didapat dari orang tua tidak banyak, aturan ini harus tetap kamu terapkan. Catat pemasukan dan pengeluaran secara rinci setiap hari. Kalau perlu, kamu harus memiliki buku pribadi untuk mencatat keuangan. Hal ini bertujuan agar kamu tahu cara menggunakan uang dengan bijak.

Selain itu, kamu juga akan memiliki perhitungan yang rinci dari setiap uang yang masuk dan keluar. Dengan begitu, kamu tidak akan terlena dengan pengeluaran. Pun tidak akan kaget saat uangmu habis karena setiap pergerakannya sudah ter-record di catatan.

3. Tanya ke yang lebih expert

ilustrasi konsultasi dengan orang tua (unsplash.com/NeONBRAND)

Orang tua atau saudara yang sudah berpenghasilan akan memiliki pengalaman mengatur keuangan yang lebih baik. Kamu bisa tanya ke mereka perihal keuanganmu. Ambil saran dari mereka dan sesuaikan dengan kondisi keuanganmu.

Mungkin akan beberapa hal yang berbeda karena mereka sudah mempunyai penghasilan sendiri. Yang perlu kamu cari hanyalah pengalaman-pengalaman dalam mengelola keluar masuknya uang. Ini penting, lho, untuk menambah pengetahuanmu.

4. Ikhlas dengan masalah uang yang lalu

ilustrasi menyesali masalah uang (unsplash.com/Travis Essinger)

Pengeluaran berlebihan di masa lalu yang membuat kamu menyesal harus bisa kamu maafkan dengan catatan tidak mengulangi hal yang serupa. Ingat saja bahwa apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diperbaiki.

Kamu hanya perlu belajar dari kejadian yang lalu untuk memperbaiki dan merencanakan kembali cara mengatur keuangan yang baik dan benar. Ikhlaskan yang lalu dan mulai dengan prinsip yang baru.

5. Jangan malu untuk berhemat

ilustrasi berhemat (unsplash.com/Annie Spratt)

Aturan terakhir ini sangat penting untuk mengelola keuanganmu. Hemat menjadi poin utama agar kamu memiliki tabungan lebih. Buat target pengeluaran uang setiap harinya.

Target inilah yang harus kamu penuhi dengan kedisiplinan. Jangan gengsi jika tidak bisa ikut nongkrong dengan teman! Justru kamu harus gengsi ketik tidak mempunyai tabungan.

Itu tadi beberapa tips mengatur keuangan untuk kamu yang belum punya penghasilan. Cukup simpel, bukan? Coba, terapkan, dan rasakan sendiri manfaatnya!

FAQ seputar Cara Mengatur Keuangan Buat Kamu yang Belum Berpenghasilan

Bagaimana cara mengatur keuangan jika belum punya penghasilan?

Caranya bisa dimulai dengan membuat anggaran dari uang saku atau dana yang dimiliki, membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pengeluaran, membatasi pengeluaran impulsif, dan mulai belajar menabung dari nominal kecil.

Apakah tetap perlu menabung meski belum punya penghasilan sendiri?

Ya, menabung tetap penting karena melatih disiplin finansial sejak dini. Meski nominalnya kecil, kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten bisa membentuk fondasi keuangan yang sehat di masa depan.

Kenapa penting mencatat pengeluaran meski hanya mengelola uang saku?

Mencatat pengeluaran membantu mengetahui ke mana uang digunakan, menghindari pemborosan kecil yang sering tidak disadari, dan membuat pengelolaan uang lebih terarah.

Bagaimana cara menghindari boros kalau belum punya penghasilan?

Fokus pada prioritas kebutuhan, hindari belanja impulsif, buat batas pengeluaran untuk hiburan, dan biasakan menahan pembelian yang tidak mendesak. Cara-cara sederhana ini efektif menjaga uang tidak cepat habis.

Apakah perlu mencari pemasukan tambahan meski belum bekerja tetap?

Jika memungkinkan, mencari pemasukan tambahan seperti freelance kecil, jual barang, atau pekerjaan sampingan bisa jadi langkah baik untuk belajar mandiri sekaligus menambah ruang finansial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team