Dipicu Kenaikan Yield Obligasi AS, Rupiah Melemah di Level Rp14.425

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 65 poin. Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda berada di level Rp14.425 atau melemah 0,45 persen.
"Pergerakan rupiah hari ini kisaran Rp14.400-Rp14.500," ujar pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra kepada IDN Times, Selasa (9/3/2021).
1. Pelemahan rupiah masih dipicu oleh penguatan yield obligasi AS

Menurut Ariston, pelemahan rupiah pagi ini masih dipicu oleh penguatan yield obligasi pemerintah AS, terutama tenor jangka panjang. Kenaikan yield tersebut membuat dolar AS lebih menarik.
"Rencana perilisan stimulus besar AS 1,9 triliun dolar telah mendorong penguatan yield obligasi pemerintah AS, karena ekspektasi pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi di AS," ungkapnya.
Pagi ini yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih di level tinggi di kisaran 1, 57 persen meski sudah mengalami koreksi.
2. Tingkat inflasi juga menurun

Sementara dari dalam negeri, tekanan ke rupiah bisa dari tingkat inflasi yang menurun di Februari. Hal ini yang mengindikasikan permintaan atau konsumsi di Indonesia yang menggerakan ekonomi belum naik.
"Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan BI telah membuat spread dengan yield obligasi AS mengecil sehingga dolar AS menjadi lebih menarik," kata Ariston.
3. Rupiah melemah 35 poin pada penutupan perdagangan Senin kemarin

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 35 poin. Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda berada di level Rp14.360 atau melemah 0,42 persen.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp14.300 per dolar AS atau melemah 0,23 persen.


















