Emas Dunia Anjlok, Intip Prediksi Harga Logam Mulia di RI Pekan Depan

- Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia berpotensi lanjut koreksi pada awal pekan, dengan support pertama di 4.423,06 dolar AS dan harga logam mulia RI sekitar Rp2,84 juta per gram.
- Skenario rebound menunjukkan potensi kenaikan hingga level resisten 4.681,50 dolar AS, yang bisa mendorong harga logam mulia domestik ke kisaran Rp2,98 juta per gram.
- Penutupan perdagangan Sabtu pagi mencatat penurunan tajam harga emas dunia ke 4.497,37 dolar AS per troy ounce, menekan harga logam mulia Indonesia menjadi Rp2,893 juta per gram.
Jakarta, IDN Times - Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (23/6/2026).
Jika tren penurunan berlanjut, harga emas diperkirakan menyentuh level support pertama di angka 4.423,06 dolar AS per troy ounce, yang akan menyeret harga logam mulia di Indonesia ke kisaran Rp2,84 juta per gram.
"Kalau seandainya terjadi koreksi kembali, ya, kemungkinan support kedua itu di 4.319. Itu logam mulianya itu adalah Rp2,8 juta per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
1. Potensi rebound ke level resisten

Ibrahim juga memetakan skenario jika harga emas berbalik menguat. Resisten pertama berada di level 4.559,86 dolar AS. Jika angka itu tercapai, harga logam mulia kemungkinan besar akan ditransaksikan pada level Rp2,92 juta per gram.
"Dalam satu minggu apabila menguat kembali di resistance keduanya adalah di 4.681,50, kemudian logam mulianya itu di Rp2,98 juta per gram," ujarnya.
2. Logam mulia bakal tertahan di bawah Rp3 juta

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim melihat adanya peluang besar harga logam mulia akan bergerak stabil di bawah level Rp3 juta per gram pada pekan depan, dengan batas atas di kisaran Rp2,98 juta per gram.
Meski saat ini harga sedang tertekan, dia tetap optimistis tren jangka panjang emas dunia akan kembali bangkit. Baginya, penurunan saat ini hanyalah fase sementara sembari menunggu momentum pasar yang tepat untuk kembali menguat.
"Saya masih optimis bahwa harga emas dunia logam mulia ini akan kembali menguat tinggal menunggu momentum saja," paparnya.
3. Emas dunia ditutup turun tajam Sabtu pagi

Ibrahim menjelaskan, kondisi pasar saat ini merujuk pada penutupan perdagangan Sabtu pagi (21/3/2026), di mana harga emas dunia terpantau anjlok ke level 4.497,37 dolar AS per troy ounce.
Penurunan tajam di pasar global tersebut berdampak langsung pada harga logam mulia di dalam negeri yang ditutup melemah di posisi Rp2,893 juta per gram.


















