Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Gen Z makin Tertarik dengan Tren Soft Saving
ilustrasi berpergian sendiri (pexels.com/Alex P)
  • Soft saving diminati Gen Z karena biaya hidup tinggi membuat menyisihkan sebagian besar penghasilan untuk tujuan jangka panjang terasa makin sulit.
  • Tren ini menyeimbangkan tabungan dengan pengeluaran untuk hobi, relasi, istirahat, pendidikan, dan pengalaman, selama kebutuhan utama serta kondisi keuangan tetap terkendali.
  • Ketidakpastian ekonomi mengubah makna kebebasan finansial bagi sebagian Gen Z: uang diharapkan memberi rasa aman sekaligus fleksibilitas menikmati kehidupan saat ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menabung biasanya dianggap sebagai cara paling aman untuk menyiapkan kehidupan di masa depan. Namun, sebagian Gen Z mulai melihat uang dengan cara berbeda karena mereka tidak ingin seluruh penghasilan hanya disimpan dan baru dinikmati bertahun-tahun kemudian. Cara pandang ini ikut melahirkan tren soft saving, yaitu kebiasaan tetap menyisihkan uang sambil memberi ruang lebih besar untuk menikmati kehidupan saat ini.

Soft saving bukan berarti kita berhenti menabung atau menghabiskan semua penghasilan untuk bersenang-senang. Fokusnya lebih kepada mencari keseimbangan antara kebutuhan masa depan dan kualitas hidup sekarang. Berikut beberapa alasan yang membuat Gen Z makin tertarik dengan tren soft saving.

1. Biaya hidup membuat menabung terasa lebih sulit

ilustrasi seorang wanita dan uang (pexels.com/Kaboompics)

Salah satu alasan soft saving semakin menarik adalah biaya hidup yang membuat sebagian anak muda sulit menyisihkan banyak uang. Pengeluaran untuk tempat tinggal, makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari bisa mengambil porsi besar dari penghasilan. Akibatnya, menyimpan sebagian besar gaji untuk tujuan jangka panjang terasa semakin sulit dilakukan.

Kondisi tersebut membuat Gen Z lebih mempertimbangkan kebutuhan yang bisa dirasakan dalam waktu dekat. Kita mungkin tetap menabung, tetapi uang tersebut juga digunakan untuk kebutuhan seperti tempat tinggal, perjalanan, pendidikan, atau kendaraan. Menabung untuk masa depan tetap penting, tetapi tidak selalu menjadi satu-satunya tujuan ketika mengatur penghasilan.

2. Menikmati hidup sama pentingnya dengan menabung

ilustrasi berbelanja (pexels.com/Borko Manigoda)

Bagi sebagian Gen Z, uang tidak hanya berfungsi untuk membangun kekayaan di masa depan. Penghasilan juga bisa digunakan untuk menikmati hidup, menjalankan hobi, bertemu teman, atau mengambil waktu untuk beristirahat. Karena itu, mengeluarkan uang untuk hal yang membuat hidup lebih menyenangkan tidak selalu dianggap sebagai keputusan finansial yang buruk.

Cara pandang ini membuat kita tidak ingin terus menunda kesenangan sampai kondisi keuangan benar-benar sempurna. Kita lebih memilih menyisihkan sebagian uang untuk masa depan sambil menggunakan sebagian lainnya untuk kehidupan saat ini. Prinsipnya bukan menghabiskan uang tanpa perhitungan, tetapi memberi ruang bagi kebutuhan emosional dan sosial dalam anggaran.

3. Masa depan terasa semakin sulit diprediksi

ilustrasi mengelola keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Menabung untuk masa depan membutuhkan keyakinan bahwa tujuan tersebut masih bisa dicapai. Namun, harga rumah, kondisi pekerjaan, biaya hidup, dan perubahan ekonomi membuat banyak anak muda sulit memperkirakan seperti apa kehidupan kita beberapa puluh tahun mendatang. Target seperti membeli rumah atau menyiapkan pensiun akhirnya terasa semakin jauh dan sulit dibayangkan.

Ketidakpastian tersebut dapat membuat tujuan jangka panjang terasa kurang menarik dibandingkan dengan kebutuhan yang bisa dirasakan sekarang. Daripada terus memikirkan target yang belum tentu tercapai, sebagian orang memilih memastikan kehidupannya saat ini tetap berjalan dengan baik. Di sinilah soft saving muncul sebagai cara untuk menikmati masa kini tanpa sepenuhnya melupakan masa depan.

4. Gen Z sebenarnya tetap peduli dengan keuangan

ilustrasi mengelola keuangan (freepik.com/freepik)

Munculnya soft saving bukan berarti Gen Z sama sekali tidak mau menabung. Banyak anak muda tetap menyisihkan sebagian penghasilan, membuat anggaran, dan memikirkan kebutuhan finansial di masa depan. Perbedaannya adalah kita tidak selalu menjadikan penghematan maksimal sebagai ukuran keberhasilan dalam mengelola uang.

Kita juga mulai memberi nilai pada hal-hal yang sebelumnya dianggap sebagai pengeluaran biasa. Uang untuk liburan, hobi, pengalaman baru, atau waktu bersama orang terdekat bisa dianggap sebagai bagian dari kualitas hidup. Selama kebutuhan utama tetap terpenuhi dan kondisi keuangan masih terkendali, pengeluaran tersebut tidak selalu harus dipandang sebagai pemborosan.

5. Arti financial freedom mulai berubah

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Kaboompics)

Kebebasan finansial selama ini sering dikaitkan dengan memiliki banyak tabungan dan aset untuk menghadapi masa pensiun. Bagi sebagian Gen Z, konsep tersebut mulai terasa lebih luas karena mereka juga ingin memiliki kebebasan dalam menjalani kehidupan sekarang. Memiliki uang yang cukup untuk berganti pekerjaan, belajar hal baru, bepergian, atau mengambil waktu istirahat bisa menjadi bentuk kebebasan tersendiri.

Perubahan cara pandang ini membuat tujuan finansial tidak lagi hanya berpusat pada masa depan yang sangat jauh. Kita ingin uang memberikan rasa aman sekaligus kesempatan untuk menikmati hidup tanpa terus merasa bersalah ketika mengeluarkannya. Karena itu, soft saving bisa dilihat sebagai usaha mencari titik tengah antara keamanan finansial dan kualitas hidup.

Gen Z makin tertarik dengan tren soft saving karena ada cara pandang yang berbeda mengenai keuangan. Menabung tetap penting, tetapi kehidupan saat ini juga memiliki nilai yang tidak bisa sepenuhnya ditunda sampai masa depan. Tantangannya adalah menemukan keseimbangan supaya menikmati hidup hari ini tidak membuat kondisi finansial di masa depan ikut dikorbankan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article