- Sumber Daya Strategis dan Downstreaming (Hilirisasi)
- Energi dan Tenaga Listrik
- Mobilitas dan Manufaktur Canggih
- Infrastruktur Digital dan AI
- Pangan dan Agribisnis
- Perdagangan dan Konektivitas
- Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Pendidikan dan Modal Manusia
Danantara Kawal Investor Asing ke RI, Potensi Modal Jumbo Rp536 T

- New Asia Forum akan diluncurkan di Bali pada 3-4 Desember 2026 sebagai platform investasi global untuk menghubungkan modal jangka panjang dengan proyek dan kebijakan di Asia, termasuk Indonesia.
- Didukung Danantara Indonesia, forum perdana menargetkan investasi 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp536,52 triliun melalui peluang siap investasi di delapan sektor strategis.
- Forum berbasis undangan ini akan menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin, 100 pembicara, dan 40 sesi untuk memfasilitasi kemitraan serta memantau realisasi komitmen investasi.
Jakarta, IDN Times - Sebuah wadah atau platform baru investasi global, yaitu New Asia Forum (NAF) akan segera diluncurkan.
Peluncuran NAF akan dilakukan di Bali, Indonesia pada 3-4 Desember 2026 mendatang. Melalui forum itu, para investor mengincar investasi jangka panjang di Asia, termasuk Indonesia.
1. Target investasi NAF tembus Rp536 triliun

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Vadhia Lidyana) New Asia Forum telah menetapkan target investasi sebesar 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS) ke Asia Baru pada edisi perdananya. Angka itu setara dengan Rp536,52 triliun (kurs Rp17.884 per dolar AS).
Didukung oleh Danantara Indonesia, New Asia Forum dibentuk untuk menjadi gerbang global menuju Asia Baru, menghubungkan modal jangka panjang dengan proyek, kemitraan, dan pembuat kebijakan yang mampu mengubah visi menjadi investasi.
“Sebagai investor berdaulat Indonesia dan mitra pendiri Forum ini, Danantara Indonesia mengundang para mitra untuk bersama-sama membuka peluang ini demi nilai jangka panjang,” kata CEO Danantara, Rosan Roeslani dikutip Jumat, (10/10/2026).
2. Sektor yang diincar beragam

Ilustrasi data center (Bisnis Sumatra) Pusat gravitasi ekonomi dunia sedang bergeser. Generasi baru perekonomian tengah bangkit di seluruh kawasan; semakin terhubung, berambisi dalam teknologi, didorong oleh investasi, dan mampu membiayai masa depannya sendiri.
Asia-Pasifik telah menghasilkan hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global (IMF, 2025). Namun, kawasan ini menyerap porsi modal internasional jangka panjang yang jauh lebih sedikit. New Asia Forum bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Berbeda dengan konferensi tradisional, New Asia Forum dirancang di seputar kesiapan transaksi, penempatan modal, dan eksekusi. Target 30 miliar dolar AS akan dikejar melalui serangkaian peluang terkurasi yang siap investasi.
Kepala negara, menteri, investor berdaulat, dan CEO global akan mengubah uji tuntas (diligence) menjadi komitmen tertulis di delapan sektor strategis:
Diskusi akan membahas isu-isu yang pada akhirnya menentukan apakah investasi akan terealisasi. New Asia Forum akan memantau komitmen dan kemajuan dari satu edisi ke edisi berikutnya, menciptakan platform akuntabilitas, kemitraan, dan investasi yang berkelanjutan.
3. Hadirkan lebih dari 1.000 pemimpin

(ilustrasi bisnis) pexels.com/rawpixel.com Selama berdekade-dekade, Asia terutama dipandang sebagai tujuan modal global. Narasi itu kini berubah.
"Asia Baru tidak hanya akan menarik modal. Kawasan ini akan semakin menciptakan, mengarahkan, dan menentukan di mana modal tersebut dapat memberikan dampak terbesar. Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi terpenting dalam generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," Katanya.
Edisi perdana New Asia Forum merupakan pertemuan berbasis undangan yang menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin, menampilkan lebih dari 100 pembicara dan lebih dari 40 sesi selama dua hari, namun ambisinya melampaui bulan Desember. New Asia Forum menghubungkan investor secara langsung dengan peluang, memfasilitasi kemitraan, serta memantau komitmen dari satu edisi ke edisi berikutnya.













.jpg)











