Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan beberapa waktu terakhir. Rupiah terpuruk hingga tembus Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah terjadi akibat kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, hingga arus modal asing yang hengkang dari Indonesia. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap harga kebutuhan pokok, biaya impor, dan daya beli masyarakat.
Situasi ini mengingatkan kita bahwa perjalanan rupiah sejak pertama kali diperkenalkan memang tidak pernah lepas dari dinamika politik, ekonomi, dan perubahan dunia internasional. Dari masa awal kemerdekaan, krisis moneter 1998, hingga tekanan ekonomi global saat ini, nilai rupiah selalu menjadi penanda bagaimana Indonesia menghadapi berbagai tantangan zaman.
Rupiah bukan sekadar alat transaksi, melainkan cerminan perjalanan panjang ekonomi dan sejarah Indonesia. Ketika rupiah kembali melemah dan menjadi sorotan publik belakangan ini, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada angka di layar kurs valuta asing, tetapi juga pada ketahanan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Rupiah sendiri menyimpan banyak cerita penting tentang perjuangan mempertahankan kedaulatan ekonomi RI. Sejak diterbitkannya Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 1946 sebagai simbol kemerdekaan, rupiah telah melewati berbagai fase. Mulai dari masa inflasi tinggi, sanering, devaluasi, hingga krisis finansial yang mengguncang Asia pada akhir 1990-an. Setiap periode meninggalkan pelajaran tentang bagaimana kebijakan ekonomi, stabilitas politik, dan kondisi global dapat memengaruhi kekuatan mata uang nasional.
Bagaimana proses lahirnya hingga perjalanan mata uang RI? Yuk, kita tengok sejarah lengkap rupiah berikut ini.
