Agrinas Bakal Garap 400 Ribu Hektare Kebun Sawit di Papua

- PT Agrinas Palma Nusantara akan membuka 400 ribu hektare kebun sawit di Papua dengan pendekatan lembut yang mengutamakan hak dan kesejahteraan masyarakat adat.
- Dari total 700 ribu hektare lahan di Papua, hanya sebagian ditanami sawit, sementara hutan alami dan tanaman sagu tetap dijaga untuk keberlanjutan lingkungan.
- APN menerima total 4,1 juta hektare lahan di 19 provinsi, dengan konsesi terbesar berada di Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, serta wilayah Papua.
Jakarta, IDN Times - PT Agrinas Palma Nusantara (APN) berencana melakukan ekspansi dengan membangun perkebunan kelapa sawit di wilayah Papua. Hal itu disampaikan Direktur Utama APN Mohammad Abdul Ghani.
Dia memastikan operasional di wilayah tersebut bakal menggunakan pendekatan yang sangat halus (soft approach) demi mengutamakan pemenuhan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat adat setempat.
"Kita juga akan membangun kebun di Papua. Mungkin Bapak, Ibu pasti memiliki concern yang khusus tentang Papua, tapi Bapak, Ibu kami pastikan kita akan menggunakan pendekatan sesoft mungkin," katanya saat berbicara di hadapan Komisi VI DPR RI, Senin (6/7/2026).
1. Hanya sebagian lahan yang diubah jadi kebun sawit

Dari total alokasi lahan sekitar 700 ribu hektare di kawasan Papua, perusahaan hanya akan menanami kelapa sawit seluas 400 ribu hektare. Dalam menjaga aspek keberlanjutan, APN membentuk direktorat khusus yang menangani bidang sustainability.
Hal itu dilakukan agar sisa area yang berupa hutan alami tetap terjaga kelestariannya. Selain itu, vegetasi lokal seperti tanaman sagu juga akan dipertahankan sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.
"Di Papua luasnya 700 ribu, kami hanya tanam cuma 400 ribu hektare. Jadi lebih banyak hutan yang kita biarkan, tanaman sagu kita jadikan bagian dari kelestarian lingkungan," tutur Ghani.
2. APN terima lahan 4,1 juta hektare di berbagai provinsi

Berdasarkan data terbaru, APN mencatat total penerimaan lahan dari Satgas PKH mencapai 4,1 juta hektare. Mayoritas lahan atau sekitar 2.565.157 hektare (62 persen) saat ini masih berada dalam areal tahap verifikasi.
Sementara untuk lahan yang sudah termanfaatkan, area yang telah ditanami sawit (planted sawit) tercatat seluas 729.677 hektare (18 persen) dan area tanaman non-sawit seluas 48.551 hektare (1 persen).
Sisa lahan lainnya mencakup kawasan hutan alami seluas 636.466 hektare (15 persen), areal terbangun seluas 34.003 hektare (2 persen), serta sektor infrastruktur jalan, pemukiman, tambak, rawa, dan lahan terbuka seluas 102.008 hektare (1 persen).
3. Sebaran konsesi lahan yang diberikan ke APN

Secara nasional, total lahan yang diklarifikasi oleh perusahaan mencapai 4.113.004 hektare, tersebar di 19 provinsi. Khusus untuk Papua, konsesi lahan tersebar di Papua Selatan seluas 494.910 hektare, Papua sebesar 182.291 hektare, dan Papua Barat seluas 69.002 hektare.
Sementara itu, wilayah luar Papua dengan alokasi lahan terbesar berada di Riau dengan luas 729.105 hektare, disusul Kalimantan Tengah seluas 627.490 hektare, dan Sumatera Utara sebesar 582.700 hektare.
Sisa lahan lainnya tersebar dalam skala bervariasi di Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Aceh, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Jambi, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, hingga Bangka Belitung.




















