4 Jenis Sertifikat Emas dan Perbedaannya

- Sertifikat Emas ANTAM (CertiCard): Sertifikat berbentuk kartu plastik bersegel yang menyatu dengan emas batangan, dilengkapi teknologi CertiCard untuk mendeteksi keaslian.
- Sertifikat Emas UBS: Hadir dalam bentuk kartu yang menyatu dengan emas batangan, menggunakan standar produksi internasional dan teknologi keamanan hologram, tinta khusus, dan micro text.
- Sertifikat Emas LM Lama (Kertas): Sebelum CertiCard, emas Antam versi lama menggunakan sertifikat kertas terpisah dari emas batangan, rentan terhadap kerusakan dan hilang.
Investasi emas semakin populer karena dianggap sebagai aset stabil, mudah dicairkan, dan tahan terhadap potensi inflasi. Namun, banyak orang yang belum memahami bahwa setiap pembelian emas, terutama emas batangan pada umumnya disertai sertifikat yang memiliki fungsi, bentuk, dan tingkat keamanan berbeda.
Memahami jenis-jenis sertifikat emas sangat penting agar kamu tidak salah dalam memilih instrumen investasi yang aman dan terpercaya. Simak beberapa jenis sertifikat emas berikut ini dan perbedaannya agar kamu tetap aman dari risiko pemalsuan.
Table of Content
1. Sertifikat Emas ANTAM (CertiCard)

Sertifikat emas Antam berbentuk kartu plastik bersegel yang dapat menyatu dengan emas batangan, sehingga mempermudah proses verifikasi keasliannya. Pada kartu tersebut, kamu bisa melihat informasi penting, seperti kadar kemurnian, berat, nomor seri, hingga fitur keamanan khusus yang tidak mudah dipalsukan.
Sertifikat Antam saat ini telah dilengkapi dengan teknologi CertiCard yang dapat mendeteksi keaslian melalui sistem pengamanan yang berbasis pada tekanan. Jika kamu mengalami sobekan atau kerusakan pada segel tersebut, keaslian emas pun dapat diragukan.
2. Sertifikat Emas UBS

Sertifikat emas UBS hadir dalam bentuk kartu yang telah menyatu dengan emas batangan, namun tetap memiliki desain dan fitur keamanan yang berbeda dari emas Antam. Informasi seperti tingkat kemurnian, berat, hingga nomor seri tercetak jelas pada kartu tersebut, sehingga mempermudah proses pengecekan keasliannya.
Emas UBS dikenal menggunakan standar produksi internasional untuk memastikan setiap batang emas memiliki kualitas konsisten. Selain itu, teknologi keamanan yang terdapat pada sertifikat UBS juga telah mengandalkan hologram, tinta khusus, dan micro text yang sulit ditiru.
3. Sertifikat Emas LM Lama (Kertas)

Sebelum hadirnya CertiCard, ternyata emas Antam versi lama kerap menggunakan sertifikat berbahan kertas yang terpisah dari emas batangan. Sertifikat ini akan mencantumkan detail, seperti nomor seri, berat, kadar emas, hingga stempel resmi dari Antam.
Nyatanya sertifikat emas lama ini memiliki bentuk yang tidak menyatu dengan emas, sehingga membuat beberapa investor harus lebih berhati-hati dalam memastikan dokumen fisik agar tidak sampai hilang. Dikarenakan berbahan kertas, maka sertifikat ini sangat rentan terhadap kerusakan, seperti luntur, sobek, atau bahkan hilang akibat penyimpanan yang kurang baik.
4. Sertifikat Emas Digital (Brankas Digital)

Sertifikat emas digital merupakan dokumen virtual yang telah diterbitkan oleh platform investasi resmi, seperti Tokopedia, Pegadaian, hingga Pluang. Pada sistem ini, ternyata emas bukan hanya berbentuk fisik, melainkan tersimpan di brankas sementara.
Sertifikat digital memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan informasi terkait berat dan nilai emas melalui aplikasi secara real time, sehingga mempermudah manajemen investasi. Bukan hanya praktis, namun sertifikat digital juga memiliki proteksi ekstra karena datanya tersimpan dalam sistem yang telah terenkripsi dan diverifikasi oleh lembaga resmi.
Memahami perbedaan jenis sertifikat emas merupakan langkah penting untuk memulai investasi yang aman dan menguntungkan. Setiap sertifikat pasti memiliki karakteristik, tingkat keamanan, dan cara verifikasi berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan. Dengan pengetahuan ini, kamu bisa berinvestasi emas dengan lebih bijak dan menghindari potensi risiko pemalsuan yang mungkin terjadi.



















