Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi ekonomi menurun (freepik.com/Freepik)
Intinya sih...
  • Mencampur keuangan pribadi dan bisnis
  • Mengira saldo rekening mencerminkan kesehatan bisnis
  • Mengabaikan manajemen arus kas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik bisnis mampu menciptakan produk atau layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar, tetapi justru menghadapi masalah serius saat mengelola keuangan usaha. Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis kerap terjadi sejak fase awal pendirian hingga tahap pengembangan, baik karena minimnya literasi finansial, kebiasaan lama yang tidak sehat, maupun keputusan yang terlalu dipengaruhi emosi. Padahal, pengelolaan keuangan bukan sekadar urusan pencatatan, melainkan fondasi utama agar bisnis mampu bertahan dalam berbagai kondisi dan tekanan pasar.

Jika kesalahan ini terus dibiarkan, usaha yang awalnya terlihat menjanjikan bisa kehilangan kendali dan sulit berkembang secara berkelanjutan. Masalah keuangan dalam bisnis juga jarang muncul secara tiba-tiba, melainkan terasa perlahan dan menumpuk dari waktu ke waktu. Inilah alasan mengapa memahami kesalahan atur keuangan pemilik bisnis sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas serta masa depan usaha.

1. Mencampur keuangan pribadi dan bisnis

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis yang paling sering ditemui adalah mencampur uang pribadi dengan uang usaha dalam satu rekening atau satu catatan keuangan. Kebiasaan ini membuat pemilik bisnis kesulitan mengetahui kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya, karena tidak ada pemisahan yang jelas antara kebutuhan pribadi dan operasional usaha. Akibatnya, laba dan arus kas menjadi bias serta sulit dianalisis secara objektif.

Selain mengacaukan pencatatan, pencampuran keuangan juga berdampak pada pengambilan keputusan bisnis. Pemilik usaha cenderung menarik uang bisnis untuk kebutuhan pribadi tanpa perhitungan matang, lalu menganggapnya sebagai hal wajar. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko keuangan bisnis.

2. Mengira saldo rekening mencerminkan kesehatan bisnis

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi platform bank (freepik.com/tonodiaz)

Banyak pemilik bisnis merasa kondisi usahanya aman hanya karena melihat saldo rekening yang terlihat besar. Padahal, saldo rekening hanyalah gambaran sesaat dan tidak mencerminkan keseluruhan kewajiban bisnis yang harus dipenuhi. Uang tersebut bisa saja sudah dialokasikan untuk pembayaran gaji karyawan, pajak, cicilan, atau tagihan lain yang belum jatuh tempo.

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis ini sering memicu keputusan yang terlalu agresif. Pemilik merasa memiliki cukup dana untuk ekspansi, belanja aset, atau menambah biaya operasional tanpa memperhitungkan kewajiban yang akan datang. Akibatnya, bisnis bisa mengalami krisis kas meskipun terlihat “kaya” di atas kertas.

3. Mengabaikan manajemen arus kas

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi menghitung (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Sebagian pemilik bisnis terlalu fokus mengejar omzet dan laba, tanpa memperhatikan pergerakan arus kas harian. Padahal, arus kas merupakan penentu utama kelancaran operasional, mulai dari membayar gaji, membeli bahan baku, hingga memenuhi kewajiban rutin lainnya. Bisnis tetap bisa kolaps meski terlihat untung jika kas tidak tersedia saat dibutuhkan.

Tanpa pengelolaan arus kas yang baik, pemilik bisnis juga kesulitan memprediksi kebutuhan dana di masa depan. Keterlambatan pembayaran dari klien bisa langsung berdampak besar pada operasional. Dalam kondisi tertentu, bisnis bahkan terpaksa menunda aktivitas atau mencari pinjaman darurat.

4. Tidak memiliki dana darurat usaha

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Banyak pelaku usaha menjalankan bisnis tanpa menyiapkan dana darurat sama sekali. Mereka mengandalkan pemasukan bulanan untuk menutup seluruh biaya operasional, tanpa mempertimbangkan kemungkinan terjadinya gangguan. Ketika penjualan menurun atau muncul biaya tak terduga, keuangan bisnis langsung berada dalam tekanan.

Dana darurat berfungsi sebagai bantalan yang melindungi bisnis dari situasi sulit. Idealnya, bisnis memiliki cadangan dana untuk menutup dua hingga tiga bulan pengeluaran operasional. Tanpa dana ini, pemilik usaha sering terpaksa mengambil keputusan tergesa-gesa yang justru memperburuk kondisi keuangan.

5. Menganggap laba sebagai uang bebas

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi ekonomi (pexels.com/crazy motions)

Banyak pemilik bisnis menganggap laba sebagai uang yang bisa langsung digunakan untuk kebutuhan pribadi. Laba sering dipakai untuk gaya hidup, liburan, atau pembelian konsumtif tanpa mempertimbangkan kebutuhan bisnis. Padahal, laba bukanlah uang bebas yang sepenuhnya aman untuk dihabiskan.

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis ini membuat usaha kehilangan daya tahan. Laba seharusnya dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan, membangun dana cadangan, dan mendukung pertumbuhan. Jika laba langsung habis, bisnis menjadi sangat rentan saat menghadapi risiko.

6. Menetapkan harga tanpa memperhitungkan risiko

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi purchase order (freepik.com/rawpixel.com)

Penetapan harga sering dilakukan hanya dengan meniru kompetitor atau menambahkan margin sederhana. Pemilik bisnis kerap lupa bahwa dalam praktiknya, tidak semua transaksi berjalan mulus. Risiko seperti keterlambatan pembayaran, kenaikan biaya produksi, atau pembatalan pesanan sering kali diabaikan.

Harga yang sehat seharusnya sudah memperhitungkan berbagai kemungkinan tersebut. Tanpa perhitungan risiko, margin keuntungan yang terlihat aman bisa berubah menjadi kerugian dalam satu kejadian saja. Dalam jangka panjang, strategi harga yang keliru akan menghambat pertumbuhan bisnis.

7. Bergantung pada satu klien atau sumber pendapatan

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi meeting bisnis (freepik.com/pch.vector)

Memiliki satu klien besar atau satu produk unggulan memang terasa menguntungkan. Namun, ketergantungan yang berlebihan justru menciptakan risiko besar bagi kelangsungan usaha. Ketika klien tersebut berhenti bekerja sama atau menunda pembayaran, pendapatan bisnis bisa langsung anjlok drastis.

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis ini sering tidak disadari karena bisnis terlihat stabil di awal. Diversifikasi pelanggan dan sumber pendapatan penting untuk menjaga keseimbangan. Dengan begitu, bisnis memiliki fleksibilitas saat menghadapi perubahan pasar.

8. Tidak membuat anggaran dan perencanaan keuangan

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi menghitung (pexels.com/Artem Podrez)

Menjalankan bisnis tanpa anggaran membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Pemilik bisnis sering kali baru menyadari adanya pemborosan ketika kondisi keuangan mulai menipis. Tanpa perencanaan, keputusan keuangan cenderung bersifat reaktif.

Anggaran membantu pemilik usaha menetapkan prioritas dan batas pengeluaran. Dengan perencanaan yang jelas, setiap keputusan keuangan memiliki arah dan tujuan. Evaluasi rutin juga memungkinkan bisnis beradaptasi sebelum masalah membesar.

9. Merekrut karyawan terlalu cepat

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi berbicara (pexels.com/MART PRODUCTION)

Lonjakan permintaan sering mendorong pemilik bisnis untuk segera menambah karyawan. Padahal, gaji merupakan biaya tetap yang harus dibayarkan secara rutin, terlepas dari kondisi penjualan. Ketika permintaan menurun, beban biaya ini tetap harus ditanggung.

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis ini dapat menggerus arus kas secara perlahan. Perekrutan sebaiknya dilakukan bertahap dan berdasarkan kebutuhan yang stabil. Alternatif seperti tenaga lepas bisa menjadi solusi yang lebih fleksibel.

10. Menunda kewajiban pajak usaha

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi pajak (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Sebagian pemilik bisnis menunda pembayaran pajak demi menjaga arus kas jangka pendek. Langkah ini sering dianggap solusi sementara yang tidak berdampak besar. Padahal, denda dan bunga pajak dapat menumpuk dan menjadi beban serius di kemudian hari.

Menunda pajak juga berdampak pada reputasi dan kredibilitas bisnis. Kepatuhan pajak memudahkan akses pembiayaan serta kerja sama dengan pihak lain. Dengan perencanaan yang baik, kewajiban pajak seharusnya bisa dikelola tanpa mengganggu operasional.

11. Mengabaikan biaya waktu pemilik bisnis

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi waktu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Banyak pendiri bisnis mengerjakan hampir semua hal sendiri demi menghemat biaya. Waktu pemilik bisnis sering dianggap tidak memiliki nilai finansial. Padahal, waktu adalah aset penting yang seharusnya digunakan untuk pengambilan keputusan strategis.

Ketika pemilik terlalu fokus pada pekerjaan teknis, arah pengembangan bisnis bisa terabaikan. Usaha menjadi sangat bergantung pada satu orang dan sulit berkembang. Dalam jangka panjang, kondisi ini menghambat skalabilitas bisnis.

12. Menunda pembenahan keuangan sampai bisnis besar

12 Kesalahan Atur Keuangan Pemilik Bisnis yang Bikin Usaha Gagal
ilustrasi menghitung (pexels.com/Mikhail Nilov)

Masih banyak pemilik bisnis berpikir bahwa pembenahan keuangan bisa dilakukan nanti setelah usaha berkembang. Mereka menganggap masalah kecil di awal tidak akan berdampak besar. Padahal, kebiasaan keuangan yang buruk justru semakin sulit diperbaiki saat bisnis membesar.

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis ini sering berujung fatal. Keuangan adalah fondasi utama pertumbuhan usaha, bukan pelengkap. Semakin cepat dibenahi, semakin besar peluang bisnis bertahan dan berkembang secara sehat.

Kesalahan atur keuangan pemilik bisnis memang sering terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa sangat besar jika terus dibiarkan tanpa perbaikan yang jelas. Dengan mengenali dan membenahi kesalahan sejak dini, pemilik bisnis memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kestabilan arus kas, mengambil keputusan yang lebih rasional, serta menghindari risiko keuangan yang tidak perlu. Pada akhirnya, pengelolaan keuangan yang sehat akan membantu bisnis tumbuh secara lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

CEK FAKTA: OJK Rilis Daftar Aplikasi Penghasil Uang?

26 Jan 2026, 08:02 WIBBusiness