Kala Bahlil Respons Aneka Meme Dirinya Buatan Warganet

- Bahlil tak ambil pusing sering diejek di media sosial
- Organisasi sayap Golkar AMPI pernah laporkan pembuat meme Bahlil
- Bahlil minta AMPI setop laporan soal meme
Jakarta, IDN Times - Senyum dan tawa terlihat dari wajah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ketika ditunjukkan aneka meme di media sosial yang menggambarkan dirinya. Salah satu meme yang viral di media sosial adalah kreasi teknologi akal imitasi (AI) yang menggambarkan Bahlil seolah mengenakan pakaian balerina dan menari di depan sebuah SPBU.
Ada pula meme berisi kolase foto Bahlil yang diberi judul 'POV Laki Serba Bisa'. Bahlil juga ditunjukkan meme berisi kolase fotonya dengan berbagai model potongan rambut. Dalam pandangannya, meme yang beredar di media sosial itu merupakan konsekuensi Indonesia yang merupakan negara demokrasi.
"Ini merupakan tugas semua pejabat publik untuk menerima semua pandangan dan kritik yang sifatnya konstruktif," ujar Bahlil, dikutip dari program siniar Kementerian ESDM bertajuk 'Bukan Abuleke' pada Minggu (25/1/2026).
Ia mengaku sudah biasa menerima masukan dan kritik. Bahkan, ketika ia masih menjadi aktivis, mantan Menteri Investasi/Kepala BKPM itu melayangkan protes lebih keras dibandingkan meme di media sosial tersebut.
"Ini biasa saja selama bukan pribadi orang, urusan SARA, rasisme. Itu gak boleh karena isu SARA menjadi awal perpecahan bangsa," tutur dia.
Bahlil pun mengaku tidak marah ketika wajahnya dijadikan meme oleh warganet. Sebab, ia sudah lama dihujat publik.
"Saya itu memang dari dulu untuk dihujat, dihina orang, itu sudah dari dulu karena saya memang hidup di kampung," katanya.
1. Bahlil mengaku tak ambil pusing sering diejek di media sosial

Bahlil pun menyadari ia sering diledek lantaran warna kulitnya yang gelap. Tetapi, ia tak mempermasalahkan hal tersebut.
"Kalau ada yang mengatakan, 'Bahlil kamu (kulitnya) hitam. Bahlil kamu pendek'. Ya, memang itu sudah menjadi takdir dari Illahi. Memang faktanya begitu," ujar pria yang juga menjadi Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
"Masak gue harus mengatakan, kalau gue putih? Itu kan sama saja membohongi diri sendiri," imbuhnya.
Namun, ia mengimbau publik tidak menyampaikan ujaran kebencian. Bahlil mengaku legowo bila kebijakannya sebagai pejabat publik dikritik.
"Ya, ini kan negara demokrasi. Kebebasan berpendapat harus dijaga dan menjadi hak warga negara yang taat pada peraturan," tutur dia.
2. Organisasi sayap Golkar AMPI pernah laporkan pembuat meme Bahlil

Meski Bahlil mengaku tidak sakit hati ketika melihat sejumlah meme mengenai dirinya di media sosial, tetapi organisasi sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) justru pernah melaporkan akun-akun media sosial ke Mabes Polri pada Oktober 2025. Wakil Ketua Umum DPP AMPI Steven Izaac Risakotta mengatakan, pihaknya membuat laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat atau dumas ihwal dugaan pencemaran nama Bahlil Lahadalia.
“Kami tadi melaporkan terkait (pelanggaran) ada Undang-Undang ITE, pencemaran nama baik,” ujar Steven kala itu.
Menurut Steven, dumas itu dibuat agar bisa memberikan efek jera bagi pemilik akun-akun media sosial yang menghina Bahlil sebagai pembina AMPI. "Menyampaikan sesuatu hal di media itu harus secara yang lebih objektif dan bijak," katanya.
Jumlah akun media sosial yang diadukan jumlahnya sekitar 30. Beberapa di antaranya, yakni Instagram @kementerianbakuhantam dan @kementerian_kurangajar.
Tetapi, laporan itu dikritik luas oleh publik. Bahlil pun sebagai pejabat publik dinilai antikritik dan ingin memberangus kebebasan berpendapat. Respons awal Bahlil ketika itu, ia mengaku tidak tahu soal pelaporan yang dilakukan oleh AMPI.
3. Bahlil minta AMPI setop laporan soal meme

Setelah laporan yang dilakukan oleh AMPI terkait Bahlil menjadi perbincangan luas di ruang publik, ia mengambil sikap. Bahlil meminta kepada organisasi sayap Golkar, yakni AMPI dan AMPG agar tidak menindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan ke kepolisian. Ia mengaku sudah memaafkan akun-akun di medsos yang menciptakan meme mengenai dirinya.
"Dan saya pikir ya, kalau ada yang meme-meme apa, udahlah saya maafkanlah. Nggak apa-apa kok," kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan pada 24 Oktober 2025 lalu.
Bahlil tak mempersoalkan adanya pihak yang mengkritik kebijakannya. Namun, ia menyarankan jangan sampai ada hinaan bernuansa rasis terhadap pribadi.

















