Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Saat Cicilan KPR Hampir Jatuh Tempo, Jangan Disepelekan!
ilustrasi seorang wanita tampak stres saat memeriksa banyak dokumen dan berkas keuangan di meja (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Nasabah perlu mengecek saldo beberapa hari sebelum jatuh tempo, bukan mengandalkan perkiraan pemasukan, agar dana cicilan KPR tetap tersedia.
  • Tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, dan pemberitahuan bank harus diverifikasi langsung untuk mencegah kesalahan jadwal, autodebet, nominal, atau mekanisme pembayaran.
  • Dana cicilan sebaiknya dipisahkan dari kebutuhan lain dan dibayar tepat waktu, karena keterlambatan berulang dapat memengaruhi kondisi keuangan serta riwayat kredit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang tanggal jatuh tempo Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pembayaran cicilan menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Kesibukan atau kelalaian kecil dapat membuat seseorang terlambat membayar angsuran meskipun sebenarnya memiliki dana yang cukup. Jika terjadi berulang kali, keterlambatan tersebut dapat memengaruhi kondisi keuangan dan riwayat pembayaran kredit.

Masalahnya, sebagian orang baru mengecek tagihan ketika tanggal pembayaran sudah sangat dekat. Padahal, ada beberapa kesalahan sederhana yang dapat membuat pembayaran KPR menjadi terlambat atau tidak berjalan sesuai rencana. Berikut beberapa kesalahan saat cicilan KPR hampir jatuh tempo yang sebaiknya tidak disepelekan.


1. Baru mengecek saldo rekening menjelang jatuh tempo

ilustrasi seorang wanita menggunakan mesin ATM di dalam ruangan (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak memastikan ketersediaan dana sejak beberapa hari sebelum tanggal pembayaran. Seseorang mungkin merasa sudah memiliki uang yang cukup, tetapi saldo rekening ternyata berkurang karena transaksi lain yang dilakukan sebelumnya. Kondisi seperti ini bisa membuat dana untuk membayar cicilan tidak lagi tersedia sesuai kebutuhan.

Pengecekan saldo sebaiknya dilakukan lebih awal agar masih ada waktu untuk menyiapkan dana apabila terjadi kekurangan. Jangan mengandalkan ingatan bahwa gaji atau pemasukan pasti masuk tepat sebelum tanggal cicilan. Menyiapkan dana beberapa hari sebelumnya dapat mengurangi risiko pembayaran terganggu akibat masalah saldo.


2. Mengandalkan pengingat tanpa mengecek jadwal pembayaran

ilustrasi seseorang yang menandai tanggal di kalender dengan pena (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Memasang pengingat pembayaran memang membantu, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya cara untuk memastikan cicilan dibayar tepat waktu. Kesalahan pencatatan tanggal atau perubahan jadwal autodebet dapat membuat pembayaran tidak berjalan seperti yang diperkirakan. Terlebih jika seseorang memiliki beberapa tagihan dengan tanggal pembayaran yang berdekatan.

Cek kembali tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam informasi kredit agar tidak hanya mengandalkan kalender pribadi. Pastikan juga memahami apakah pembayaran dilakukan melalui autodebet, transfer, atau metode lainnya. Dengan mengetahui mekanisme pembayaran secara jelas, risiko keliru waktu atau cara pembayaran dapat diminimalkan.


3. Menggunakan dana cicilan untuk keperluan lain

ilustrasi seseorang menghitung uang tunai dengan buku catatan dan pena di atas meja (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Kesalahan lain adalah memakai dana yang sudah disiapkan untuk cicilan demi memenuhi kebutuhan lain yang dianggap lebih mendesak. Keputusan tersebut mungkin terlihat aman karena masih ada waktu sebelum jatuh tempo, tetapi pemasukan berikutnya belum tentu datang sesuai harapan. Akhirnya, seseorang bisa kesulitan mengembalikan dana yang sudah terpakai ketika tanggal pembayaran semakin dekat.

Dana untuk cicilan sebaiknya dipisahkan dari uang yang memang bebas digunakan. Cara ini membuat anggaran pembayaran lebih mudah dikendalikan dan mengurangi godaan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lain. Terlebih pada KPR jangka panjang, menjaga kedisiplinan pembayaran setiap bulan menjadi bagian penting dalam mengelola utang.


4. Mengabaikan pemberitahuan dari bank

ilustrasi seorang wanita mengenakan blazer putih sedang menggunakan ponsel pintar di sebuah kafe luar ruangan sambil minum kopi (pexels.com/Brunxs)

Ketika cicilan hampir jatuh tempo, sebagian nasabah hanya fokus menyiapkan uang tanpa memperhatikan pemberitahuan yang masuk dari bank. Padahal, informasi dari bank dapat memuat rincian tagihan, pemberitahuan pembayaran, atau informasi lain yang perlu diperhatikan. Mengabaikannya dapat membuat seseorang melewatkan informasi penting terkait kewajiban kredit.

Biasakan membaca pesan atau pemberitahuan yang berkaitan dengan KPR sebelum tanggal pembayaran. Jika terdapat perbedaan nominal atau informasi yang tidak sesuai dengan catatan pribadi, nasabah masih memiliki waktu untuk melakukan pengecekan kepada bank. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kesalahan pembayaran sebelum masalah berkembang menjadi keterlambatan.


5. Menganggap terlambat sedikit tidak akan menimbulkan masalah

ilustrasi seorang pria duduk di sofa sambil membaca tagihan yang belum dibayar (pexels.com/Nicola Barts)

Menunda pembayaran karena menganggap keterlambatan hanya berlangsung sebentar juga termasuk kebiasaan yang perlu dihindari. Setiap fasilitas KPR memiliki ketentuan mengenai tanggal pembayaran dan konsekuensi apabila kewajiban tidak dipenuhi sesuai waktu yang ditetapkan. Dampaknya dapat berbeda bergantung pada perjanjian kredit dan kebijakan bank yang bersangkutan.

Karena itu, tanggal jatuh tempo sebaiknya diperlakukan sebagai batas yang perlu dipatuhi, bukan sekadar perkiraan. Menjaga pembayaran tetap tepat waktu juga membantu membentuk kebiasaan keuangan yang lebih disiplin selama masa kredit. Semakin lama tenor KPR berlangsung, semakin banyak pula kesempatan bagi kelalaian kecil untuk berubah menjadi masalah apabila tidak segera diperbaiki.

Menjelang jatuh tempo KPR, memastikan pembayaran bukan hanya soal menyediakan uang untuk cicilan. Nasabah juga perlu mengecek saldo, jadwal, metode pembayaran, serta informasi dari bank agar tidak ada bagian yang terlewat. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan selama masa kredit berlangsung. Dengan menghindari kesalahan kecil sejak awal, pembayaran KPR bisa menjadi lebih teratur hingga cicilan selesai.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article