Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kredit Pasif: Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat, hingga Perbedaannya

Kredit Pasif: Pengertian, Fungsi, Jenis, Manfaat, hingga Perbedaannya
ilustrasi pinjaman bank (freepik.com/macrovector)
Intinya Sih
  • Kredit pasif adalah dana yang dihimpun bank dari masyarakat melalui produk simpanan seperti tabungan, giro, dan deposito untuk mendukung operasional serta pembiayaan ekonomi.
  • Fungsi utama kredit pasif mencakup menjaga likuiditas bank, menjadi sumber dana operasional, memberi imbal hasil bagi nasabah, serta mendorong perputaran dana di masyarakat.
  • Kredit pasif berbeda dari kredit aktif karena berfokus pada penghimpunan dana, sementara kredit aktif menyalurkan pinjaman; keduanya saling melengkapi dalam menjaga stabilitas sistem perbankan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dalam dunia perbankan, kredit pasif menjadi salah satu istilah yang penting dipahami karena berkaitan dengan penghimpunan dana dari masyarakat. Meski menggunakan kata "kredit", konsep ini berbeda dengan pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah. Kredit pasif justru merujuk pada dana yang dipercayakan masyarakat kepada bank melalui berbagai produk simpanan.

Dana tersebut kemudian dikelola bank untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus menjadi sumber pembiayaan berbagai sektor ekonomi. Keberadaan kredit pasif membuat sistem perbankan mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal. Agar lebih memahami perannya, berikut pembahasan lengkap mengenai pengertian, fungsi, jenis, mekanisme bunga, manfaat, risiko, hingga perbedaannya dengan kredit aktif.

Table of Content

1. Mengenal pengertian kredit pasif dalam dunia perbankan

1. Mengenal pengertian kredit pasif dalam dunia perbankan

ilustrasi pinjaman bank
ilustrasi pinjaman bank (freepik.com/macrovector)

Kredit pasif adalah dana yang berhasil dihimpun bank dari masyarakat melalui produk simpanan, seperti tabungan, giro, maupun deposito. Ketika nasabah menyimpan uang di bank, dana tersebut menjadi kewajiban bank yang harus dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai imbalannya, bank biasanya memberikan bunga atau bentuk keuntungan lain sesuai karakteristik produk simpanan.

Keberadaan kredit pasif menjadi sumber pendanaan utama bagi bank untuk menjalankan berbagai aktivitas bisnisnya. Dana tersebut tidak hanya disimpan, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung penyaluran pembiayaan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, kredit pasif memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas perbankan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

2. Berbagai fungsi kredit pasif bagi bank dan perekonomian

ilustrasi pinjaman bank
ilustrasi pinjaman bank (freepik.com/macrovector)

Kredit pasif memiliki peran yang sangat penting karena menjadi sumber dana utama bagi kegiatan perbankan. Dana yang dihimpun dari masyarakat memungkinkan bank menjalankan berbagai layanan keuangan secara berkelanjutan. Selain menguntungkan bank, keberadaan kredit pasif juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi secara luas.

Berikut beberapa fungsi utama kredit pasif yang perlu kamu ketahui:

a. Menjadi sumber dana operasional bank

Dana simpanan masyarakat menjadi modal utama bagi bank untuk menjalankan aktivitas operasional sehari-hari. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai layanan perbankan, mulai dari transaksi hingga pengembangan produk keuangan. Dengan dukungan dana yang memadai, bank dapat beroperasi secara lebih stabil.

b. Mendukung perputaran dana di masyarakat

Bank akan menyalurkan kembali sebagian dana simpanan dalam bentuk berbagai jenis pembiayaan. Penyaluran tersebut membantu pelaku usaha maupun masyarakat memperoleh akses pendanaan sesuai kebutuhannya. Perputaran dana yang terus berlangsung ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

c. Memberikan imbal hasil kepada nasabah

Nasabah berhak memperoleh bunga atau keuntungan tertentu sesuai produk simpanan yang dipilih. Imbal hasil tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dana yang dipercayakan kepada bank. Meskipun nilainya berbeda pada setiap produk, dana yang disimpan tetap memiliki potensi berkembang.

d. Menjaga likuiditas bank

Bank memerlukan dana yang cukup agar mampu memenuhi kebutuhan transaksi dan penarikan dana nasabah. Kredit pasif membantu memastikan ketersediaan dana tersebut sehingga pelayanan tetap berjalan lancar. Likuiditas yang terjaga juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.

Melalui berbagai fungsi tersebut, kredit pasif menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan industri perbankan. Dana yang dihimpun bukan hanya bermanfaat bagi bank, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penghimpunan dana masyarakat menjadi salah satu kegiatan utama dalam sistem perbankan.

3. Ragam jenis kredit pasif yang perlu diketahui

ilustrasi pinjaman bank
ilustrasi pinjaman bank (freepik.com/macrovector)

Kredit pasif terdiri atas beberapa produk simpanan yang memiliki karakteristik berbeda. Setiap produk dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan tujuan penyimpanan dana yang beragam. Perbedaan tersebut terlihat dari cara penarikan dana, jangka waktu, hingga besaran bunga yang diberikan.

Berikut beberapa jenis kredit pasif yang umum ditemukan di perbankan:

a. Tabungan

Tabungan merupakan produk simpanan yang paling banyak digunakan masyarakat. Nasabah dapat menyetor maupun menarik dana dengan mudah melalui ATM, teller, maupun layanan digital. Fleksibilitas tersebut membuat tabungan cocok digunakan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.

b. Giro

Giro adalah simpanan yang dapat dicairkan menggunakan cek atau bilyet giro. Produk ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha karena memudahkan transaksi dalam jumlah besar. Giro juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan arus kas perusahaan.

c. Deposito berjangka

Deposito berjangka merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan. Karena dana tidak dapat dicairkan secara bebas sebelum jatuh tempo, bunga yang ditawarkan umumnya lebih tinggi dibandingkan tabungan. Produk ini cocok bagi nasabah yang ingin menyimpan dana dalam periode tertentu.

d. Sertifikat deposito

Sertifikat deposito memiliki konsep yang hampir sama dengan deposito berjangka, tetapi berbentuk surat berharga yang dapat dipindahtangankan. Produk ini menawarkan fleksibilitas yang berbeda bagi pemiliknya. Selain itu, sertifikat deposito sering dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif investasi.

e. Deposit on call dan loan deposit

Deposit on call merupakan simpanan jangka pendek dengan nominal besar yang biasanya memiliki bunga berdasarkan kesepakatan. Sementara itu, loan deposit adalah penempatan dana antarbank dalam jangka waktu tertentu. Kedua produk tersebut umumnya digunakan oleh institusi atau lembaga keuangan.

f. Automatic roll over (ARO)

Automatic roll over atau ARO merupakan fasilitas yang memperpanjang deposito secara otomatis saat jatuh tempo. Nasabah tidak perlu membuka deposito baru setiap kali masa simpan berakhir. Fitur ini memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin terus mempertahankan simpanannya.

Masing-masing jenis kredit pasif memiliki kelebihan dan tujuan penggunaan yang berbeda. Pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, jangka waktu penyimpanan, dan tingkat fleksibilitas yang diinginkan. Dengan memahami karakteristik setiap produk, kamu dapat menentukan pilihan yang paling sesuai.

4. Memahami mekanisme bunga dalam kredit pasif

ilustrasi suku bunga (freepik.com/Freepik)
ilustrasi suku bunga (freepik.com/Freepik)

Bunga merupakan imbal hasil yang diberikan bank kepada nasabah atas dana yang disimpan melalui produk kredit pasif. Besaran bunga dipengaruhi oleh jenis produk, kebijakan masing-masing bank, serta kondisi pasar keuangan. Oleh karena itu, setiap produk simpanan dapat menawarkan tingkat bunga yang berbeda.

Pada tabungan, bunga biasanya dihitung berdasarkan saldo tertentu dan dibayarkan secara berkala. Sementara itu, deposito umumnya menawarkan bunga lebih tinggi karena dana disimpan dalam jangka waktu tertentu dan tidak dapat dicairkan secara bebas sebelum jatuh tempo. Selain itu, bunga simpanan dapat dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku sehingga jumlah yang diterima nasabah merupakan nilai bersih setelah pemotongan.

5. Manfaat kredit pasif bagi perbankan dan masyarakat

ilustrasi kenaikan ekonomi (pexels.com/Monstera Production)
ilustrasi kenaikan ekonomi (pexels.com/Monstera Production)

Kredit pasif memberikan manfaat yang besar bagi sistem perbankan maupun perekonomian secara keseluruhan. Dana yang berhasil dihimpun menjadi dasar bagi bank untuk menjalankan berbagai aktivitas pembiayaan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh bank, tetapi juga oleh masyarakat yang memanfaatkan layanan keuangan.

Berikut sejumlah manfaat kredit pasif yang perlu kamu pahami:

a. Membantu menjaga likuiditas bank

Dana simpanan membuat bank memiliki cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian. Kondisi tersebut memungkinkan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan dengan baik. Likuiditas yang terjaga juga meningkatkan stabilitas lembaga perbankan.

b. Menjadi dasar penyaluran pembiayaan

Dana yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan kembali kepada individu maupun pelaku usaha dalam bentuk kredit. Penyaluran tersebut membantu memenuhi kebutuhan modal dan pembiayaan berbagai sektor ekonomi. Semakin besar dana yang tersedia, semakin besar pula kapasitas pembiayaan bank.

c. Mendukung pelaksanaan kebijakan moneter

Penghimpunan dana masyarakat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pengelolaan jumlah uang beredar. Melalui kebijakan suku bunga dan instrumen lainnya, otoritas moneter dapat menjaga stabilitas ekonomi. Kondisi tersebut berperan dalam mengendalikan inflasi dan menjaga keseimbangan sistem keuangan.

d. Mendorong pertumbuhan ekonomi

Dana yang disalurkan kembali oleh bank dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja. Aktivitas tersebut membantu meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi. Dengan demikian, kredit pasif memiliki kontribusi yang besar terhadap pembangunan ekonomi.

Berbagai manfaat tersebut menunjukkan bahwa kredit pasif tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana. Keberadaannya juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi melalui mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana. Oleh sebab itu, kredit pasif menjadi salah satu komponen penting dalam sistem keuangan modern.

6. Risiko kredit pasif yang perlu dipertimbangkan

ilustrasi ekonomi
ilustrasi ekonomi (pexels.com/Monstera Production)

Walaupun dikenal sebagai instrumen penyimpanan dana yang relatif aman, kredit pasif tetap memiliki sejumlah risiko. Salah satu risiko yang sering dibahas adalah inflasi, yaitu kondisi ketika kenaikan harga barang lebih tinggi dibandingkan bunga simpanan. Akibatnya, nilai riil uang yang disimpan dapat mengalami penurunan.

Selain itu, beberapa produk seperti deposito memiliki keterbatasan dalam hal pencairan dana sebelum jatuh tempo. Nasabah yang menarik dana lebih awal biasanya dikenai penalti sesuai kebijakan bank. Oleh karena itu, pemilihan produk kredit pasif sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas.

7. Perbedaan kredit pasif dan kredit aktif yang wajib dipahami

ilustrasi kartu kredit (freepik.com/katemangostar)
ilustrasi kartu kredit (freepik.com/katemangostar)

Kredit pasif dan kredit aktif sama-sama menjadi bagian dari aktivitas perbankan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Kredit pasif berkaitan dengan penghimpunan dana masyarakat melalui berbagai produk simpanan. Sementara itu, kredit aktif merupakan dana yang disalurkan bank kepada nasabah dalam bentuk pinjaman.

Perbedaan lainnya terletak pada tujuan penggunaan dana. Kredit pasif menjadi sumber pendanaan bagi bank untuk menjalankan operasional dan menyalurkan pembiayaan, sedangkan kredit aktif dimanfaatkan nasabah untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif, seperti modal usaha atau pembelian rumah. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu dapat lebih mudah mengenali cara kerja perbankan sekaligus memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

Kredit pasif memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan sistem perbankan karena menjadi sumber utama penghimpunan dana dari masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola untuk mendukung operasional bank sekaligus disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan yang bermanfaat bagi perekonomian. Memahami fungsi, jenis, manfaat, risiko, serta perbedaannya dengan kredit aktif dapat membantu kamu mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More