Bapanas Sebut RI Capai Swasembada Protein

- Bapanas menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada protein karena konsumsi masyarakat melampaui Angka Kecukupan Protein sebesar 57 gram per kapita per hari.
- Konsumsi protein nasional masih didominasi sumber nabati, sementara pemerintah mendorong peningkatan konsumsi protein hewani terutama dari ikan sebagai sumber utama.
- Kalimantan Timur memiliki tingkat kecukupan protein di atas rata-rata nasional dan pemerintah menyalurkan bantuan pangan untuk menjaga ketahanan serta kualitas konsumsi masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto mengatakan, Indonesia telah mencapai swasembada protein dari sisi konsumsi. Hal ini sekaligus menjadi fundamental dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan sistem pangan nasional yang semakin tangguh.
Andriko menyampaikan itu saat mendampingi Komisi IV DPR RI Kunjungan Kerja Spesifik ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda pada Jumat (3/7/26).
1. Rata-rata konsumsi protein masyarakat lampaui AKP

Andriko mengungkapkan, berdasarkan pemantauan Bapanas, rata-rata konsumsi protein masyarakat Indonesia telah melampaui Angka Kecukupan Protein (AKP) sebesar 57 gram per kapita per hari.
"Dengan capaian tersebut, apabila diukur dari indikator kecukupan konsumsi protein, Indonesia telah mencapai kondisi swasembada protein," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7/2026).
2. Konsumsi protein nasional masih didominasi protein nabati

Meski demikian, Andriko menuturkan, komposisi konsumsi protein nasional masih didominasi protein nabati sehingga peningkatan konsumsi protein hewani tetap menjadi perhatian pemerintah. Dalam konteks tersebut, ikan menjadi sumber protein hewani utama masyarakat Indonesia, disusul daging unggas, telur, daging ruminansia, dan susu.
"Kalau berbicara swasembada protein, Indonesia sebenarnya sudah swasembada. Karena itu kami mendorong agar potensi ikan sebagai sumber protein utama masyarakat Indonesia terus dimanfaatkan, termasuk untuk mendukung berbagai program peningkatan gizi masyarakat," tuturnya.
3. Tingkat kecukupan protein di Kaltim di atas rata-rata nasional

Andriko mengatakan, Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki tingkat kecukupan protein berada di atas rata-rata nasional, dengan ikan sebagai sumber protein utama masyarakat. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dijaga melalui penguatan sistem karantina agar kesehatan komoditas dan keberlanjutan produksinya tetap terjamin.
"Sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional," ujarnya.
Andriko juga menyampaikan, pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras kepada sekitar 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) selama Juli hingga September 2026. Bantuan disalurkan setiap bulan agar manfaatnya lebih tepat sasaran sekaligus mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan pangan yang lebih adaptif sesuai karakteristik masing-masing wilayah sehingga bentuk bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk daging ayam, telur, maupun komoditas pangan lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan nasional.




















