Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Panduan Menyiapkan Dana Darurat: Lajang hingga Berkeluarga

Panduan Menyiapkan Dana Darurat: Lajang hingga Berkeluarga
ilustrasi buku tabungan anak (freepik.com/rawpixel)
Intinya Sih
  • Menyiapkan dana darurat penting untuk menjaga kestabilan finansial menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan mendadak.
  • Bank Jago menyarankan besaran dana darurat berbeda sesuai status: lajang 6 kali, pasangan baru menikah 9 kali, dan keluarga dengan anak 12 kali pengeluaran bulanan.
  • Konsistensi menabung setiap bulan serta fokus pada kebutuhan esensial menjadi kunci agar dana darurat terbentuk optimal dan memberikan rasa aman finansial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Menyiapkan dana darurat merupakan langkah penting untuk menjaga kestabilan keuangan di masa depan. Besarannya berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebutuhan, gaya hidup, dan tanggungan yang dimiliki.

Dengan memahami kondisi finansial dan menetapkan prioritas, kamu dapat menentukan jumlah dana darurat yang tepat untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau pengeluaran mendesak lainnya.

Bank Jago memberikan tips dan penjelasan mengenai berapa kali pengeluaran bulanan yang ideal untuk memastikan dana darurat aman, baik bagi mereka yang masih single, baru menikah, maupun yang sudah berkeluarga.

1. Jumlah dana darurat yang harus dimiliki dengan status lajang

ilustrasi tabungan (unsplash.com/Andre Taissin)
ilustrasi tabungan (unsplash.com/Andre Taissin)

Bagi yang masih lajang dan tidak memiliki tanggungan atau cicilan besar, menyiapkan dana darurat relatif lebih mudah. Hal ini karena kamu hanya perlu menyesuaikan alokasi dana dengan kebutuhan dan gaya hidup pribadi, tanpa harus memikirkan tanggungan orang lain atau pengeluaran tambahan. Menyiapkan dana darurat sejak dini juga membantu membangun kebiasaan menabung yang baik dan memberikan rasa aman finansial.

Panduan:

  • Dana darurat yang ideal: 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Tips: Meski terdengar mudah, banyak orang lupa menabung secara konsisten. Pastikan kamu menyisihkan dana darurat setiap bulan agar tujuan finansial ini dapat tercapai dengan baik.

2. Besaran dana darurat untuk asangan yang baru menikah

ilustrasi menyiapkan tabungan dengan matang (freepik.com/gratispik)
ilustrasi menyiapkan tabungan dengan matang (freepik.com/gratispik)

Bagi pasangan yang baru menikah, menyiapkan dana darurat bisa dilakukan dengan prinsip yang sama seperti saat masih lajang. Namun, pengeluaran rumah tangga biasanya lebih besar karena kebutuhan bersama pasangan, seperti biaya makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Menyiapkan dana darurat sejak awal pernikahan juga penting untuk membangun keamanan finansial bersama dan meminimalkan stres saat menghadapi situasi tak terduga.

Panduan:

  • Dana darurat yang ideal: 9 kali pengeluaran bulanan rumah tangga.
  • Tips: Jika kedua pasangan bekerja dan memiliki penghasilan yang memadai, persiapan dana darurat bisa dilakukan bersama-sama. Alokasikan persentase lebih besar dibanding saat lajang untuk menambah rasa aman di masa depan, serta pastikan alokasi ini dilakukan secara konsisten setiap bulan.

3. Besaran dana darurat untuk pasangan yang sudah miliki anak

Ilustrasi tabungan (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi tabungan (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, menyiapkan dana darurat biasanya terasa lebih menantang karena pengeluaran bulanan meningkat. Biaya kebutuhan esensial keluarga, pendidikan anak, serta tanggungan lain membuat alokasi dana darurat harus lebih besar dibanding saat masih lajang atau baru menikah.

Meski begitu, dengan perencanaan yang matang, menyiapkan dana darurat tetap bisa dilakukan untuk menjaga keamanan finansial keluarga.

Panduan:

  • Dana darurat yang ideal: 12 kali pengeluaran esensial bulanan keluarga.
  • Tips: Fokus pada kebutuhan esensial keluarga agar dana darurat dapat menutupi situasi darurat yang mungkin muncul, seperti biaya kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More