Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Perbedaan Emas Asli dan Palsu, Jangan sampai Tertipu!

4 Perbedaan Emas Asli dan Palsu, Jangan sampai Tertipu!
ilustrasi emas (unsplash.com/@zlataky)
Intinya Sih
  • Emas jadi pilihan investasi stabil di tengah ketidakpastian global, cocok untuk tujuan jangka panjang dan perlindungan masa depan.
  • Ada empat ciri utama emas asli: tidak magnetis, tidak korosif, tidak berbau amis, dan bersifat lunak sehingga mudah dibentuk.
  • Cara sederhana mengenali emas palsu bisa lewat uji magnet, gosokan pada kulit, aroma logam, hingga bekas gigitan pada permukaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Berinvestasi emas menjadi salah satu pilihan yang cocok di tengah-tengah ketidakpastian global saat ini. Sebab, emas dikenal sebagai logam mulia dengan nilai yang lebih stabil dibandingkan dengan mata uang.

Di sisi lain, logam mulia ini juga sangat cocok dijadikan instrumen investasi untuk kamu yang memiliki target jangka panjang atau sebagai jaminan masa depan.

Namun, kamu perlu berhati-hati jika baru mulai berinvestasi emas fisik. Kamu perlu mewaspadai kemungkinan emas palsu.

Dikutip dari situs Logam Mulia, berikuy berbagai kriteria yang membedakan emas asli dan palsu. Catat biar gak tertipu ya! 

1. Emas asli tidak bersifat magnetis

ilustrasi logam mulia (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi logam mulia (pexels.com/Michael Steinberg)

Salah satu ciri-ciri emas yang bisa dijadikan sebagai patokan cara membedakan emas asli dan palsu adalah ia tidak bersifat magnetism. Berbeda dengan besi, nikel, kobalt, dan jenis logam lainnya, emas tidak memiliki partikel magnetik di dalamnya.

Tentunya, itu berbeda dengan emas palsu yang sudah pasti terdapat kandungan berbagai macam logam di dalamnya. Oleh karena itu, cara membedakan emas asli dengan yang palsu bisa dilakukan dengan mendekatkan magnet pada logam mulia. Apabila magnet tersebut tertarik dan menempel pada badan emas, maka bisa dipastikan produk emas tersebut adalah palsu.

2. Emas asli tidak bersifat korosif

ilustrasi emas (pexels.com/pixabay)
ilustrasi emas (pexels.com/pixabay)

Berbeda dari jenis logam seperti perak atau besi yang mengalami oksidasi dan berkarat, emas murni tidak memiliki sifat korosif.

Di sisi lain, emas palsu tidak hanya memiliki kadar emas yang terlalu rendah tetapi juga punya bahan pelapis yang bisa luntur seiring dengan berjalannya waktu.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetes, apakah emas batangan yang dimiliki benar-benar murni atau bukan. Cara untuk mengetahuinya bisa dengan menggosokkan emas tersebut pada lenganmu. 

3. Tidak berbau amis

ilustrasi emas (unsplash.com/@pokmer)
ilustrasi emas (unsplash.com/@pokmer)

Emas asli tidak akan mengeluarkan aroma amis. Sementara, logam kuningan atau tembaga yang berbau amis atau bau karatan.

Meskipun sering dipakai, terkena air atau bahkan direndam air dalam kurun waktu yang lama, tidak akan terjadi apa pun pada logam emas asli.

4. Emas merupakan logam lunak

unsplash.com/Syed F Hashemi
unsplash.com/Syed F Hashemi

Satu hal yang seringkali tidak disadari, terutama bagi penggemar perhiasan emas adalah, logam mulia ini merupakan jenis logam lunak. Ya, emas murni memang tergolong sangat mudah untuk dibentuk.

Di sisi lain, hal tersebut mengakibatkan emas murni kurang ideal untuk digunakan sebagai perhiasan. Apalagi, struktur emas yang lunak membuatnya sangat mudah berubah bentuk dan membuat perhiasan kurang awet.

Oleh karena itu, pada perhiasan biasanya akan ada campuran logam lain, seperti perak, platinum, dan lain-lain untuk memperkuat bentuk perhiasan tersebut. Sedangkan, pada emas murni dengan kadar 99,99 persen sudah bisa dipastikan bahwa emas batangan tersebut lunak.

Kamu pun bahkan bisa mengetes kemurniannya dengan menggigit sedikit area dari emas batangan tersebut. Apabila setelah digigit terdapat bekas gigitan maka bisa dipastikan emas tersebut asli. Sedangkan, apabila tidak ada bekas gigitan yang tertinggal, maka emas tersebut merupakan emas campuran.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mayang Ulfah Narimanda
Anata Siregar
3+
Mayang Ulfah Narimanda
EditorMayang Ulfah Narimanda
Follow Us

Related Articles

See More