Melalui penguatan kolaborasi ini, Dian Solar tidak hanya memperluas pengembangan solusi energi surya, tetapi juga membangun kesiapan menuju pengelolaan sistem energi terintegrasi yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan.
Dian Solar Luncurkan Solar Innovation Hub Pantau PLTS Real-Time

- Dian Solar meluncurkan Solar Innovation Hub berbasis FusionSolar Huawei untuk memantau performa PLTS secara real-time, meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan energi surya.
- Kolaborasi strategis Dian Solar dan Huawei melalui MoU memperkuat pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) dengan sistem monitoring cerdas dan manajemen energi terintegrasi di Indonesia.
- Sebagai anak usaha DSSA, Dian Solar berkomitmen menghadirkan solusi energi baru terbarukan yang efisien, berkelanjutan, serta mendukung transformasi digital sektor energi nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Daya Mas Agra Sejahtera (Dian Solar), anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), resmi meluncurkan Solar Innovation Hub, pusat monitoring performa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) real-time. Teknologi ini memanfaatkan FusionSolar dari Huawei Digital Power untuk memantau seluruh proyek secara data-driven.
Direktur Dian Solar Gisela Lesmana, mengatakan solar innovation hub berfungsi sebagai pusat kendali terintegrasi untuk memantau performa PLTS secara real-time. Dengan wall-mounted monitoring system dan teknologi FusionSolar, Dian Solar kini dapat memantau seluruh proyek secara data-driven.
Teknologi ini dilengkapi fitur Smart PV Optimizer dan proteksi aktif seperti AFCI (Arc Fault Circuit Interruption), memastikan pengelolaan energi lebih efisien, aman, dan responsif. Implementasi ini meningkatkan performa PLTS sekaligus standar keamanan dan keandalan aset.
“Melalui Solar Innovation Hub, kami menjaga efisiensi seluruh aset PLTS. Dukungan FusionSolar memungkinkan pemantauan real-time, sehingga kendala di site dapat diatasi cepat. Sinergi Dian Solar dan Huawei ini menjadi fondasi pengembangan sistem O&M pada Battery Energy Storage System (BESS) 25MWh tahun ini,” ujar Gisela dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
1. Sinergi Dian Solar-Huawei dorong pengembangan BESS di Indonesia

Dalam rangkaian acara yang sama, Dian Solar dan Huawei memperkuat kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam pengembangan solusi Smart PV dan ekosistem energy storage terintegrasi di Indonesia.
Sinergi ini menjadi bagian dari penguatan kesiapan Dian Solar dalam pengembangan Battery Energy Storage System (BESS), yang didukung oleh teknologi Smart PV Monitoring System (FusionSolar) dari Huawei dengan kemampuan monitoring real-time, intelligent energy management, serta sistem yang scalable untuk mendukung pengelolaan aset energi dalam skala yang lebih besar di masa mendatang.
2. Hadirkan sistem energi modern

Ia menjelaskan kolaborasi ini turut mengedepankan pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) Huawei yang didukung oleh sistem Operation & Maintenance (O&M) digital berbasis real-time monitoring, sehingga memungkinkan proses pemantauan, analisis performa, dan pengecekan sistem dilakukan kapan saja tanpa harus datang langsung ke lokasi. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem manajemen energi yang lebih modern, efisien, dan responsif.
"Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Dian Solar dalam menghadirkan solusi energi baru terbarukan (EBT) yang efisien, berkelanjutan, dan transparan bagi sektor industri di Indonesia," tuturnya.
3. Anak usaha DSSA hadirkan solusi energi terbarukan

Dian Solar adalah anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari pilar energi dan infrastruktur Sinar Mas, yang fokus pada pengembangan solusi energi baru dan terbarukan. Perusahaan menyediakan layanan terintegrasi mulai dari perencanaan, perizinan, konstruksi, hingga operasional sistem PLTS.
Didirikan pada tahun 1996 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2009, DSSA merupakan perusahaan energi dan infrastruktur terkemuka di Indonesia sekaligus salah satu pilar bisnis Sinar Mas. Saat ini, DSSA mengelola empat lini bisnis utama: pertambangan, energi baru dan terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, serta bahan kimia.








![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang dari Berbagai Negara, Yakin Jago?](https://image.idntimes.com/post/20241107/live-richer-ryq-gmdshhe-unsplash-fb4c605abf3a13e72dd29773febae8af.jpg)


![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu Akan Punya Uang Rp100 Juta Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20241011/vitaly-taranov-ocrpjce6gpk-unsplash-2d56ee26a574eaf2b00cefe4e3b89b72.jpg)






