ilustrasi kuliah akuntansi (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Secara matematis, rumusan persamaan dasar akuntansi dapat dituliskan sebagai berikut:
Aset = Kewajiban + Modal
Kewajiban = Aset - Modal
Modal = Aset - Kewajiban
Perlu dicatat bahwa ketiga komponen tersebut bersifat dinamis dan nilainya bisa berubah setiap kali perusahaan melakukan transaksi. Segala perubahan ini ditandai dengan penambahan (+) atau pengurangan (-) di kedua sisi persamaan, sehingga prinsip keseimbangan dalam pencatatan keuangan tetap terjaga.
Contoh Sederhana Persamaan Dasar Akuntansi
Misalnya, perusahaan Laundry Berkah memiliki modal awal sebesar Rp15 juta dan mengambil pinjaman modal usaha sebesar Rp10 juta. Dengan total dana tersebut, perusahaan membeli mesin cuci serta perlengkapan cuci senilai Rp25 juta.
Dari transaksi ini, posisi keuangan perusahaan adalah:
Aset (mesin cuci & perlengkapan) = Rp25 juta
Kewajiban (pinjaman modal) = Rp10 juta
Modal (dana awal pemilik) = Rp15 juta
Jika diterapkan dalam rumus persamaan dasar akuntansi:
Aset = Kewajiban + Modal
Rp25 juta = Rp10 juta + Rp15 juta
Terlihat bahwa jumlah aset perusahaan tetap seimbang dengan total kewajiban dan modal yang dimiliki. Jika terjadi transaksi baru, misalnya perusahaan mendapatkan keuntungan dari hasil jasa sebesar Rp5 juta, maka modal akan bertambah sehingga total aset pun meningkat menjadi Rp30 juta.