Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina Perkuat Energi Terbarukan di Tengah Ketidakpastian Global
PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan energi nasional. Komitmen ini diperkuat sebagai solusi energi jangka panjang di tengah geopolitik global, yang berdampak pada volatilitas pasokan serta harga energi dunia. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina mempercepat pengembangan energi baru terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global dan mendukung target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).
  • Hingga 2025, Pertamina menargetkan produksi energi bersih 8.743 GWh dari panas bumi, biogas, gas to power, dan tenaga surya, termasuk investasi pada Citicore Renewable Energy Corporation di Filipina.
  • Pertamina membangun 252 Desa Energi Berdikari guna mendorong transisi energi masyarakat serta berkomitmen mencapai Net Zero Emission 2060 dengan prinsip ESG dan dukungan terhadap SDGs.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina mempercepat pengembangan energi baru terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target pemerintah menuju masa depan berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
  • Who?
    PT Pertamina (Persero) melalui Vice President Corporate Communication Muhammad Baron serta subholding Pertamina New & Renewable Energy yang mengelola berbagai proyek energi bersih.
  • Where?
    Kegiatan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk 252 Desa Energi Berdikari, serta investasi pada Citicore Renewable Energy Corporation di Filipina.
  • When?
    Program berlangsung saat ini dengan target menghasilkan 8.743 GWh energi bersih hingga akhir tahun 2025 sebagai bagian dari rencana jangka panjang Pertamina.
  • Why?
    Pertamina memperkuat bauran energi untuk menghadapi volatilitas pasokan dan harga energi global, meningkatkan kemandirian nasional, serta menurunkan emisi karbon sesuai target Net Zero Emission 2060.
  • How?
    Pertamina mengembangkan pembangkit listrik berbasis panas bumi, biogas, gas to power, dan tenaga surya, serta membangun Desa Energi Berdikari guna mendorong pemanfaatan energi transisi di tingkat masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan energi nasional. Komitmen ini diperkuat sebagai solusi energi jangka panjang di tengah geopolitik global, yang berdampak pada volatilitas pasokan serta harga energi dunia.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pengembangan energi baru terbarukan merupakan langkah strategis Pertamina untuk ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah menuju masa depan yang berkelanjutan.

“Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fossil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan,” ujar Baron.

1. Upaya Pertamina mempercepat pengembangan energi baru terbarukan

PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan energi nasional. Komitmen ini diperkuat sebagai solusi energi jangka panjang di tengah geopolitik global, yang berdampak pada volatilitas pasokan serta harga energi dunia. (Dok. Pertamina)

Hingga akhir tahun 2025, Pertamina menghasilkan energi bersih hingga 8.743 Giga watt per jam (GWh) yang berasal dari berbagai sumber energi rendah karbon. Energi bersih seperti panas bumi (geothermal) ini menjadi sumber energi bagi berbagai pembangkit dengan kapasitas terpasang mencapai 3.271 Mega Watt (MW).

Di antaranya, pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to Power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, Gas to Power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW, solar dari Pertamina Power Indonesia sebesar 55,3 MW, serta energi panas bumi sebesar 772,5 MW.

Selain itu, kepemilikan saham subholding Pertamina New & Renewable Energy pada perusahaan Filipina Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 669,3 MW.

2. Berbagai upaya dilakukan

PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan energi nasional. Komitmen ini diperkuat sebagai solusi energi jangka panjang di tengah geopolitik global, yang berdampak pada volatilitas pasokan serta harga energi dunia. (Dok. Pertamina)

Pengembangan energi bersih tak hanya untuk sektor komersial, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat. Hingga kini, Pertamina telah membangun 252 Desa Energi Berdikari (DEB) di seluruh Indonesia, untuk mengembangkan energi transisi. Yakni, panel surya, mikrohidro, biogas dan energi terbarukan lainnya.

"Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 lokasi DEB terbukti mampu memproduksi 15,8 ribu ton bahan pangan beras dan 890,4 ton bahan pangan non beras, untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

3. Komitmen memperluas inisiatif berbasis energi bersih

PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan energi nasional. Komitmen ini diperkuat sebagai solusi energi jangka panjang di tengah geopolitik global, yang berdampak pada volatilitas pasokan serta harga energi dunia. (Dok. Pertamina)

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk memperluas inisiatif berbasis energi bersih dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, Indonesia yang tidak hanya mampu menghadapi gejolak ekonomi dan perubahan iklim, tetapi juga tumbuh menjadi pusat kemandirian energi dan ekonomi baru.

Pemanfaatan energi baru terbarukan ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Pemerintah pada tahun mendatang. Pertamina berkomitmen mendorong transisi energi, tak hanya menjadi sumber energi namun sebagai upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/. (WEB)

Editorial Team