Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Tertekan Bikin Dolar AS Dilirik Investor, Ini Alasannya
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
  • Nilai tukar rupiah melemah akibat penguatan dolar AS, membuat investor beralih ke instrumen berbasis dolar untuk menjaga nilai aset di tengah tekanan ekonomi.
  • Dolar AS dinilai stabil dan menjadi acuan global, sehingga banyak digunakan sebagai lindung nilai serta memudahkan transaksi lintas negara tanpa risiko besar dari selisih kurs.
  • Investasi dolar menawarkan fleksibilitas tinggi karena mudah ditransaksikan, namun tetap memiliki risiko seperti fluktuasi nilai tukar dan biaya administrasi pada tabungan valas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir turut menekan nilai tukar rupiah. Kondisi ini mendorong sejumlah investor mulai mengalihkan sebagian dananya ke instrumen berbasis dolar AS.

Dilansir dari laman Axa Mandiri, investasi dolar AS kini semakin dilirik sebagai salah satu strategi untuk menjaga nilai aset di tengah fluktuasi ekonomi dan tekanan inflasi. Mata uang dolar AS (USD) dinilai relatif stabil serta banyak digunakan dalam transaksi global, sehingga kerap dijadikan instrumen lindung nilai (hedging) oleh investor.

Lantas, apa saja keuntungan investasi dolar AS?

1. Melindungi nilai dari inflasi

ilustrasi inflasi (unsplash.com/Paul-Christian M)

Pergerakan dolar AS cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang negara berkembang. Saat rupiah melemah akibat inflasi, nilai dollar relatif bertahan bahkan bisa menguat, sehingga daya beli lebih terjaga.

Selain itu, kestabilan tersebut juga menjadikan dolar AS banyak digunakan sebagai acuan dalam perdagangan internasional, sehingga permintaannya tetap tinggi di berbagai kondisi ekonomi.

2. Akses lebih mudah ke pasar global

Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)

Dolar merupakan mata uang utama dalam perdagangan internasional. Kepemilikan aset dalam dolar memudahkan transaksi lintas negara tanpa risiko besar dari selisih kurs.

Selain itu, penggunaan dolar sebagai standar global juga membuat proses pembayaran dan investasi internasional menjadi lebih efisien karena tidak perlu bergantung pada konversi berbagai mata uang yang nilainya dapat berubah-ubah. Hal ini pada akhirnya memberikan fleksibilitas lebih bagi investor maupun pelaku usaha dalam melakukan aktivitas ekonomi lintas negara.

3. Dolar mudah ditransaksikan tapi tetap ada risiko

ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)

Dolar mudah ditransaksikan dan dicairkan kapan saja, baik dalam bentuk tunai, tabungan valas, maupun instrumen digital, sehingga fleksibel untuk kebutuhan jangka pendek maupun dana darurat.

Meski demikian, investasi dolar juga memiliki risiko, seperti fluktuasi nilai tukar, biaya administrasi pada tabungan valas, serta risiko teknis pada instrumen digital apabila tidak dikelola dengan baik.

Editorial Team

Related Article