Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Solusi Keuangan ketika Harga BBM Naik, Bukan Cuma Teori!
ilustrasi uang (unsplash.com/naufal jajuli)
  • Cari tambahan penghasilan dari kemampuan atau aset yang sudah dimiliki.

  • Kurangi pengeluaran kecil yang sering terjadi tanpa disadari.

  • Sesuaikan gaya hidup dan gunakan pinjaman hanya jika benar-benar perlu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Harga kebutuhan memang bisa naik turun. Namun, saat BBM naik, dampaknya sering terasa lebih cepat dibanding perubahan lainnya. Ongkos perjalanan bertambah, biaya belanja ikut merangkak, bahkan pengeluaran kecil yang biasanya tidak terlalu dipikirkan mendadak terasa lebih berat. Kondisi seperti ini membuat banyak orang buru-buru mencari cara berhemat, padahal belum tentu semua saran cocok diterapkan.

Daripada panik atau langsung memangkas banyak hal sekaligus, lebih baik melihat situasi dengan kepala dingin dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing. Berikut beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan. Apa saja?

1. Cari tambahan uang dari hal yang sudah ada di sekitar

ilustrasi membuat kue (unsplash.com/Melanie Lim)

Saat pengeluaran bertambah, banyak orang langsung fokus mengurangi belanja. Padahal, ada kalanya solusi yang lebih masuk akal justru menambah pemasukan meski jumlahnya tidak terlalu besar. Kamu tidak harus membuka usaha baru atau mencari pekerjaan kedua yang menguras tenaga. Coba lihat kembali barang atau kemampuan yang selama ini jarang dimanfaatkan.

Motor yang lebih sering terparkir bisa dipakai untuk menerima titip belanja tetangga. Hobi membuat kue bisa dimulai dari pesanan kecil untuk lingkungan sekitar. Bahkan, kemampuan sederhana seperti mengetik, mendesain undangan, atau memperbaiki peralatan rumah tangga juga bisa menjadi sumber uang tambahan. Nilainya mungkin tidak langsung besar, tetapi sering kali cukup membantu menutup kenaikan pengeluaran sehari-hari.

2. Periksa pengeluaran kecil yang sering terlewat

ilustrasi pesan makanan via daring (unsplash.com/JESHOOTS.COM)

Banyak orang mengira pengeluaran terbesar selalu menjadi penyebab uang cepat habis. Kenyataannya, uang sering bocor dari hal-hal yang terlihat sepele karena dilakukan berulang kali. Jajan saat perjalanan pulang, membeli minuman kemasan setiap hari, atau memesan makanan karena malas memasak bisa menghabiskan lebih banyak uang daripada yang dibayangkan.

Cobalah mencatat semua pengeluaran selama beberapa hari tanpa mengubah kebiasaan apa pun. Cara ini sering membuka mata karena sumber pemborosan ternyata bukan kebutuhan besar. Setelah mengetahui letaknya, pengurangan pengeluaran terasa lebih mudah dilakukan. Setidaknya, uang tidak habis untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

3. Gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan

ilustrasi belanja di pasar (unsplash.com/Falaq Lazuardi)

Ketika harga bahan bakar naik, banyak orang berusaha mengurangi aktivitas di luar rumah. Padahal, yang lebih penting bukan seberapa sering keluar, melainkan seberapa efisien perjalanan yang dilakukan. Perjalanan yang tidak direncanakan sering membuat bahan bakar terpakai lebih banyak tanpa disadari.

Belanja kebutuhan, mengambil paket, dan mengurus keperluan lain bisa dilakukan dalam satu perjalanan sekaligus. Cara sederhana seperti ini mungkin terlihat biasa saja, tetapi dampaknya cukup terasa jika dilakukan secara konsisten. Selain menghemat bahan bakar, waktu yang terpakai di jalan juga menjadi lebih sedikit. Pengeluaran berkurang tanpa harus mengorbankan aktivitas penting.

4. Jangan memaksakan gaya hidup lama

ilustrasi nongkrong (unsplash.com/ Johan Mouchet)

Kenaikan harga sering membuat sebagian orang tetap berusaha menjalani kebiasaan lama meski kondisi sudah berubah. Padahal, tidak semua kebiasaan harus dipertahankan. Ada kalanya penyesuaian kecil justru membuat keuangan lebih aman tanpa mengurangi kenyamanan secara berlebihan.

Frekuensi nongkrong yang biasanya 3 kali seminggu bisa dikurangi menjadi 1 atau 2 kali. Tempat makan favorit tidak harus ditinggalkan, tetapi waktu kunjungannya bisa disesuaikan. Perubahan seperti ini sering lebih realistis dibanding berhemat secara ekstrem, lalu menyerah setelah beberapa minggu. Tujuannya bukan hidup serbakurang, melainkan membuat pengeluaran lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

5. Pinjaman bisa jadi pilihan asal dipakai dengan bijak

ilustrasi pinjaman (unsplash.com/Mufid Majnun)

Tidak semua orang memiliki tabungan yang cukup saat menghadapi kenaikan biaya hidup. Dalam kondisi tertentu, pinjaman memang bisa menjadi pilihan untuk membantu kebutuhan yang mendesak. Namun, keputusan ini perlu dipertimbangkan dengan matang agar tidak menimbulkan masalah baru pada masa mendatang.

Sebelum kamu memutuskan mengajukan pinjaman, pastikan ada rencana yang jelas untuk membayarnya. Hindari berutang hanya untuk mempertahankan kebiasaan konsumtif yang sebenarnya bisa ditunda. Jika digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan disesuaikan dengan kemampuan membayar, pinjaman dapat menjadi solusi sementara yang membantu melewati masa sulit. Lalu, yang terpenting, jangan sampai cicilan baru justru membuat kondisi keuangan semakin berat.

Kenaikan harga memang tidak selalu bisa dihindari, termasuk saat BBM naik. Meski begitu, masih ada banyak cara untuk menyesuaikan pengeluaran tanpa harus merasa hidup menjadi lebih sempit. Dari beberapa pilihan tadi, langkah mana yang paling mungkin diterapkan sesuai kondisi saat ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article